Analisis Efektivitas Biaya Terhadap Penggunaan Meropenem dan Tanpa Hasil Uji Sensitivitas Antibiotik pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Rumah Sakit

Cost Effectiveness Analysis Between the Use of Meropenem with and without Antibiotic Sensitivy Test Results in Patients with Chronickidney Failure at the Hospital

  • Lukman Prayitno Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan
  • Selma Siahaan
  • Rini Sasanti Handayani
Keywords: Meropenem, Sensitivity Test, Hospital, Chronic Kidney Disease

Abstract

Introduction: The prevalence of chronic kidney disease (CKD) is quite high. The use of meropenem needs attention. Meropenem is an expensive third generation antibiotic. It increase the cost of treatment If it uses irrationally. There is also a danger of resistance that impact to the difficulty of treatment. Therefore a study was conducted on "Cost Effectiveness Analysis between the Use of Meropenem with and without Antibiotic Sensitivity Test Results in CKD Patients in Hospitals". Methode: research methode is cross sectional. The hospital was chosen directly from two city : Manado and Semarang. The data was secondary data that meet with inclusion and exclusion criteria fram patient's medical record and medical expenses in 2016. Data collection tools were forms. Results: Cases of CKD that fulfilled were 29 from Hospital X, 11 cases with sensitivity and 18 cases without sensitivity testing. In Hospital Y there were 20 cases, 17 cases with sensitivity test and 3 cases without sensitivity test. At Hospital X, the value of the Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) with a sensitivity test was 94,242,994 rupiah and the ACER value without sensitivity testing was 142,793,491 rupiah. In the Y Hospital it is not comparable because 85% data were sensitivity test. It means in Hospital Y based on Minister of Health Decree No. 523 of 2015. Conclusion: Based on the ACER value it could be concluded that meropenem therapy in cases of CKD in Hospital X was more effective if carried out with sensitivity test.

Pendahuluan : Prevalensi penyakit ginjal kronik (PGK) cukup tinggi. Penggunaan meropenem pada pasien PGK perlu mendapat perhatian. Meropenem adalah antibiotik generasi ketiga yang harganya mahal dan apabila penggunaannya tidak rasional maka menambah biaya pengobatan. Disamping itu ada bahaya resistensi yang berdampak sulitnya pengobatan. Oleh karena itu dilakukan penelitian “Analisis Efektifvitas Biaya antara Penggunaan Meropenem dengan dan tanpa Hasil Uji Sensitivitas Antibiotik pada Pasien PGK Di Rumah Sakit”. Metode penelitian adalah cross sectional. Tempat penelitian dipilih langsung di dua Rumah Sakit di Kota Manado dan Kota Semarang. Data yang digunakan berasal dari data sekunder yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dari rekam medis pasien berupa catatan medis dan biaya pengobatan tahun 2016. Alat pengumpul data berupa formulir isian. Hasil: Kasus gagal ginjal kronis yang memenuhi kriteria sebanyak 29 dari RS X yaitu 11 kasus dilakukan uji sensitivitas dan 18 kasus tidak dilakukan uji sensitivitas. Di RS Y didapatkan 20 kasus yaitu 17 kasus dilakukan uji sensitivitas dan 3 kasus tidak dilakukan uji sensitivitas. Di RS X, nilai Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) terapi meropenem dengan uji sensitivitas adalah 94.242.994 dan nilai ACER terapi meropenem tanpa uji sensitivitas adalah 142.793.491. Di RS Y tidak bisa dibandingkan antara terapi meropenem dengan dan tanpa uji sensitivitas karena 85% dilakukan uji sensitivitas. Hal ini berarti penggunaan meropenem di RS Y sesuai Kepmenkes No 523 Tahun 2015. Kesimpulan : Berdasarkan nilai ACER disimpulkan bahwa terapi dengan meropenem pada kasus PGK di RS X lebih efektif jika dilakukan dengan uji sensitivitas.

References

DAFTAR RUJUKAN

WHO Regional Office for South East Asia, Bibliography of Scientific Publication on Antimicrobial Resistence from South-East Asia Region 1990-2010, 2011, Available from www.searo.who.int/entity/antimicrobial_resistance/documents/WHD-11_Bibilography.pdf

Bronzwaer S, Cars O, Buchholz U, Mölstad S, Goettsch W, Veldhuijzen IK, et al. The Relationship between Antimicrobial Use and Antimicrobial Resistance in Europe March 2002; 8(3): 278–282. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/ PMC2732471/

Siti Setiati, dkk. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II Edisi VI. Jakarta : Internal Publishing; 2014

Naqvi SB dan Collins AJ. ‘Infectious complication in Chronic Kidney Disease’, Advances in Chronic Kidney Disease. 2006; l 13(3 ): 199-294.

Myrna Y. Munar and Harleen Singh, Drug Dosing Adjustments in Patients with Chronic Kidney Disease,AAFP. 2007; 75(10):1487-1496.

Kemenkes, Keputusan Menteri Kesehatan No 523 tahun 2015, Formularium Nasional. Jakarta : kementerian Kesehatan RI; 2015.

Sriram S. Aiswaria V. Cijo AE. Mohankumar T. Antibiotik sensivity pattern and cost-effectiveness analysis of antibiotik therapy in an Indian tertiary care teaching hospital. Journal of Research of Pharmacy Practice. 2013; 2(2): 70–74.

Schulman KA. Glick H. Polsky D. Pharmacoecomonics: Ecomonics evaluation of pharmaceuticals 4th Editions. New York : John Wiley and Sons; 2007.

KDIGO Board Members. Clinical Practice Guideline for The Evaluation And Management of CKD. 2013; Vol 3, Issue 1.

Hidayati, Arifin, Helmi., Raveinal, Kajian Penggunaan Antibiotik pada Pasien Sepsis dengan Gangguan Ginjal, Jurnal Sains Farmasi & Klinis. 2016; 2 (2) : 129 – 137

Astutik, Arwin Widi., Annisa, Nurul., Rusli, Rolan., Ibrahim, Arsyik., Kajian Kesesuaian Pemilihan Antibiotik Empiris Pada Pasien Sepsis Di Instalasi Rawat Inap Rsud Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, Proceeding of the 5th Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 23 – 24 April 2017, 38 – 47.

Yanuar, Wihda., Puspitasari, Ika., Nuryastuti, Titik., Evaluasi Kesesuaian Antibiotik Definitif Terhadap Clinical Outcome pada Pasien Anak dengan Meningitis Bakterial Di Bangsal Rawat Inap Rumas Sakit Umum Pusat, Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi. 2016; 6 (3) : 187 – 204.

Puspandari, Diah Ayu., Mukti, Ali Ghufron., Kusnanto, Hari., Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Biaya Obat Pasien Kanker Payudara di Rumah Sakit di Indonesia, Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia. 2015; 4 (3 ) : 104 – 8.

Nurwanti, Ratih.,Analisis Biaya Pengobatan Gagal Ginjal Kronik dengan Hemodialisis pada Pasien Rawat Inap di RSD Dr. Soebandi Jember Periode 2009. Pharmauho. 2018; 4 (1): 42-47.

Meila, Okpri., Analisis Hubungan Penggunaan Antibiotik dengan Lama Perawatan pada Pasien Anak Diare di RSUP Persahabatan, Social Clinical Pharmacy Indonesia Journal. 2016; 1 (1) : 21 – 30.

Fauziah Radji M. Nurgani A. Hubungan penggunaan antibiotik pada terapi empiris dengan kepekaan bakteri di ICU RSUP Fatmawati Indonesis. [Tesis]. Jakarta : Universitas Indonesia; 2010.

Kahuripan Ardiansyah. Andrajati Retnosari. Syafridani Tetty. Analisis Pemberian Antibiotik Berdasarkan Hasil Uji Sensitivitas Terhadap Pencapaian Clinical Outcome Pasien Infeksi Ulkus Diabetik Di RSUD DR. H. Abdul Moeloek Lampung, Majalah Ilmu Kefarmasian. 2009; VI (2) : 75 – 87.

Dyah, Ria Istamining., Wahyono, Djoko., Andayani, Tri Murti., Analisis Biaya Terapi Pasien Diabetes Melitus Rawat Inap, Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi. 2014; 4 (1) : 55 – 62.

Azalea, Metty., Andayani, Tri Murti., Satibi, Analisis Biaya Pengobatan Penyakit Ginjal Kronis Rawat Inap Dengan Hemodialisis Di Rumah Sakit. Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi. 2016; 6 (2) : 141 – 150.

Dwianti, M.U., 2013. 'Analisis Biaya Terapi pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Rawat Inap dengan Hemodialisa di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2011.[Tesis]. Jakarta : Universitas Gadjah Mada; 2013.

Sugiyono, 2016, Evaluasi Kesesuaian Antibiotik Definitif Terhadap Clinical Outcome Dan Gambaran Antibiogram Pada Pasien Ulkus Diabetik Di Rsup Dr. Sardjito Yogyakarta. [Tesis]. Yogyakarta : Ilmu Farmasi UGM; 2016.

Published
2019-08-12
How to Cite
1.
Prayitno L, Siahaan S, Handayani R. Analisis Efektivitas Biaya Terhadap Penggunaan Meropenem dan Tanpa Hasil Uji Sensitivitas Antibiotik pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Rumah Sakit. bpk [Internet]. 12Aug.2019 [cited 13Dec.2019];47(2):125-34. Available from: http://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/bpk/article/view/1211
Section
Articles