Gambaran Umum Kasus Frambusia setelah Pengobatan Massal dengan Azitromisin di Kota Jayapura

General View of Yaws After Mass Therapy of Azitromisin in Jayapura  

  • Yuli Arisanti Laboratorium Mikrobiologi Balai Litbangkes Papua
  • Ratna Tanjung Laboratorium Mikrobiologi Balai Litbangkes Papua
  • Vatim Dwi Cahyani Laboratorium Mikrobiologi Balai Litbangkes Papua
Keywords: yaws, azitromisin, personal hygiene, Jayapura

Abstract

Yaws is still unfinished  health  problem  in Jayapura City, there is still have enclave yaw’s disease. This study aimed to know clinical and result of Rapid Test Diagnostic of yaws  after mass therapy used azitromisin and to know about sanitation according to yaws. These was descriptive and cross sectional study design. Method of this study are interview, clinical examination, RDT and lesion sampel using Darkfield microscope and microscope. From 229 respondences after mass therapy of azitromisin in Jayapura City consist of 113 boys and 116 girls. The youngest about 3 years old and the oldest about 15 years old. Most of them have already have good personal hygiene from the highest presentance of taking bath, bathing used soap and changing clothes after bathing. Prevalence of yaws are tend to decreased, we found only 5 RDT (+).

Frambusia masih menjadi masalah kesehatan yang belum terselesaikan, masih terdapat daerah kantong frambusia di Kota Jayapura. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara klinis maupun pemeriksaan RDT frambusia setelah pengobatan massal dan mengetahui data sanitasi terkait frambusia ini. Jenis penelitian yang digunakan yaitu observasional     dengan desain potong lintang (cross sectional). Metode yang digunakan terdiri dari wawancara dengan kuesioner, pemeriksaan klinis,  pemeriksaan RDT dan pemeriksaan sampel berupa apusan lesi dengan menggunakan mikroskop lapangan gelap dan mikroskop cahaya biasa (pewarnaan gram). Hasil yang didapat berupa data dari 229 responden yang telah mendapatkan pengobatan Azitromisin di Kota Jayapura  yang terdiri dari responden laki – laki berjumlah 113 orang dan responden perempuan berjumlah 116 orang. Umur termuda ditemukan berumur 3 tahun dan umur tertinggi 15 tahun. Sebagian besar responden sudah memiliki personal hygiene  yang cukup baik dilihat dari tingginya persentase frekuensi mandi, pelaksanaan mandi memakai sabun dan mengganti baju setelah mandi. Angka kasus frambusia di Kota Jayapura cenderung turun dimana ditemukan hanya 5 responden dengan RDT (+).

References

DAFTAR RUJUKAN

Amin, Robed. Basher, Ariful. Zaman FFM. Global Eradication of Yaws: Neglected Disease with Research Priority. J Medicine. 2009;10:109–14.

Backhouse JL, Hudson BJ, Hamilton PA, Nesteroff SI. Failure of Penicillin Treatment of Yaws on Karkar Island, Papua New Guinea. Am K Trop MedHyg,. 1998;59(3):388–92.

Mitjà O, Asiedu K, Mabey D. Yaws. 2013;6736(12):1–11.

Ghinai R, El-duah P, Chi K, Pillay A, Solomon AW, Bailey RL, et al. A Cross-Sectional Study of “ Yaws ” in Districts of Ghana Which Have Previously Undertaken Azithromycin Mass Drug Administration for Trachoma Control. PLOS. 2015;DOI:10.137(journal.pntd.0003496):1–9.

Marks M, Katz S, Chi K-H, Vahi V, Sun Y, Mabey DC, et al. Failure of PCR to Detect Treponema pallidum ssp. pertenue DNA in Blood in Latent Yaws. PLOS Neglected Tropical Diseases [Internet]. 2015;9(6):e0003905. Tersedia pada: http://dx.plos.org/10.1371/journal.pntd.0003905

Giacani L, Lukehart SA. The Endemic Treponematoses. Clinical Microbiology Reviews. 2014;27(1):89–115.

Garner MF, Backhouse JL, Daskalopoulos G, Walsh JL. Treponema pallidum haemagglutination test for yaws. Comparison with the TPI and FTA-ABS tests. The British journal of venereal diseases. 1972;48(6):479–82.

Kemenkes. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Tentang Komite Ahli Eliminasi Kusta dan Eradikasi Frambusia. Igarss 2014. 2014. hal. 1–5.

Jayapura DKP. data kasus frambusia di kota jayapura.pdf. 2015.

WHO | Yaws. WHO [Internet]. 2017 [dikutip 31 Maret 2017]; Tersedia pada: http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs316/en/

Mitjà O, Šmajs D, Bassat Q. Advances in the Diagnosis of Endemic Treponematoses: Yaws, Bejel, and Pinta. PLoS Neglected Tropical Diseases. 2013;7(10).

Published
2019-08-12
How to Cite
1.
Arisanti Y, Tanjung R, Cahyani V. Gambaran Umum Kasus Frambusia setelah Pengobatan Massal dengan Azitromisin di Kota Jayapura. bpk [Internet]. 12Aug.2019 [cited 13Dec.2019];47(2):77-2. Available from: http://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/bpk/article/view/548
Section
Articles