DERAJAT KETERPAPARAN KONTEN PORNOGRAFI PADA SISWA SMP DAN SMA DI DKI JAKARTA DAN BANTEN INDONESIA

  • Iram Barida Maisya Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat, Badan Litbang Kesehatan
  • Siti Masitoh
Keywords: early detection, phornography adiction, phornography

Abstract

Abstract

Background: Indonesia ranks third as the highest number of phornographic users. Pornography has many negative effects for adolescents such as the number of adolescents who engage in deviant behavior, the increasing number of adolescents who are sexually active, will also increase cases of unwanted pregnancy, abortion and brain damage.

Objective: To determine the degree of pornographic exposure among junior and high school students in Jakarta and Banten

Method: This research was conducted in DKI Jakarta and Banten on 1340 junior and senior high school students with cross sectional design. This study used an early detection instrument of pornographic content developed by the Education and Culture Policy Research Center Team, Ministry of Education and Culture in 2017 that has been validated.

Result: The majority of adolescents (94.5%) have been exposed to pornographic content in grade 1 category, 3,7% in grade 2, and 0,1% in grade 3. Adolescents who were exposed in grade 1 were more likely to be girls (96.7%), but more boys were exposed to grade 2 (6.7%) and grade 3 (0.2%). More students from junior high school were exposed in grade 1 (95.1%), but more students from senior high school were exposed in grade 2 (4%), and grade 3 (0.1%).

Conclusion: Most students have been exposed to pornographic content and intervention was needed according to the degree of exposure.

Key words: early detection, pornography adiction, pornography

Abstrak

Latar belakang: Indonesia menduduki peringkat ketiga sebagai negara dengan jumlah pengakses pornografi terbanyak. Pornografi memberikan banyak dampak negatif bagi remaja seperti banyaknya remaja yang melakukan perilaku menyimpang, meningkatnya jumlah remaja yang berperilaku seksual aktif, juga akan meningkatkan kasus kehamilan tidak diinginkan (KTD), tindakan aborsi, dan kerusakan otak.

Tujuan: Mengetahui gambaran derajat keterpaparan konten pornografi pada siswa SMP/MTs dan SMA/MA di DKI Jakarta dan Banten.

Metode: Penelitian ini dilakukan di DKI Jakarta dan Banten pada 1340 siswa SMP/MTs dan SMA/MA dengan desain cross-sectional. Penelitian ini menggunakan instrumen deteksi dini konten pornografi yang dikembangkan oleh Tim Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2017 yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya.

Hasil: Sebagian besar siswa sudah terpapar pornografi derajat 1 (94,5%), ada 3,7 persen siswa yang terpapar derajat 2, dan 0,1 persen yang terpapar derajat 3. Remaja yang terpapar derajat 1 lebih banyak pada perempuan (96,7%), tetapi laki-laki justru lebih banyak yang terpapar pornografi derajat 2 (6,7%) dan derajat 3 (0,2%). Siswa SMP/MTs lebih banyak yang terpapar pornografi derajat 1 (96,1%), dan siswa SMA/MA lebih banyak yang terpapar derajat 2 (4%), dan derajat 3 (0,1%).

Kesimpulan: Sebagian besar siswa sudah terpapar materi pornografi dan diperlukan intervensi sesuai dengan derajat keterpaparannya.

 

Kata kunci: deteksi dini, adiksi pornografi, pornografi

References

Sarwono SW. Psikologi Remaja. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada; 2008.

Gustina E. Rencana Pelaksanaan Deteksi Dini Adiksi Pornografi. Jakarta; 2017.

Supriati E, Fikawati S. Efek Paparan Pornografi Pada Remaja SMP Negeri Kota Pontianak Tahun 2008. Makara Sos Hum [Internet]. 2009;13(1):48–56. Available from: http://journal.ui.ac.id/index.php/humanities/article/viewFile/210/206

Hutagalung I. Analisis Faktor Penyebab Selective Exposure. Disertasi, Universitas Indonesia. Jakarta: Disertasi : Universitas Indonesia; 2012.

Hutagalung I. Disonansi Kognitif pada Perilaku Seks Pranikah. J Komun Ikat Sarj Komun Indones [Internet]. 2016;1(2):71–80. Available from: http://www.jurnal-iski.or.id/index.php/jkiski/article/view/52/26

Brown JD, L’Engle KL. X-Rated: Sexual Attitudes and Behaviors Associated With U.S. Early Adolescents’ Exposure to Sexually Explicit Media. Commun Res. 2009;36(129).

BKKBN, BPS, Kementerian Kesehatan, ICF. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2017: Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta; 2018.

Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI. Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja [Internet]. Jakarta; 2013 [cited 2019 Nov 29]. Available from: https://www.depkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/infodatin/infodatin reproduksi remaja-ed.pdf

Soetjiningsih. Remaja Usia 15-18 Tahun Banyak Lakukan Perilaku Seksual Pranikah [Internet]. 2006 [cited 2019 Sep 14]. Available from: http://www.ugm.ac.id/index.php?page=rilis&artikel=1659

Damayanti R. Peran biopsikososialterhadap perilaku berisiko tertular HIV padaremaja SLTA di OKI tahun 2006 (Disertasi). Depok: Universitas Indonesia; 2007.

Hutagalung I. Sosialisasi Penanggulangan dan Pencegahan Kecanduan Pornografi di Kalangan Remaja Kelurahan Maphar , Kecamatan Taman Sari , Jakarta Barat. J Abdi Moestopo [Internet]. 2017;01(01):14–8. Available from: http://journal.moestopo.ac.id/index.php/abdimoestopo/article/view/482/251

Bulkley M. Pornography Addiction Screening Tool (PAST) [Internet]. 2013. p. 8273. Available from: https://static1.squarespace.com/static/5146816de4b04055d30999b8/t/526469ffe4b0b68d00bb38f8/1382312447127/Pornography+Addiction+Screening+Tool+PAST+revised.pdf

Mardhatillah A. Youth Pornography Exposure : Addiction Screening Test and Treatment Recommendation. Int J Sci Res Publ [Internet]. 2017;7(8):10–4. Available from: http://www.ijsrp.org/research-paper-0817/ijsrp-p6803.pdf

Kementerian Hukum dan HAM. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2008 [Internet]. 2008. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.biotechadv.2010.07.003%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.scitotenv.2016.06.080%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.bbapap.2013.06.007%0Ahttps://www.frontiersin.org/article/10.3389/fmicb.2018.02309/full%0Ahttp://dx.doi.org/10.1007/s13762-

Badan Litbang Kemendikbud. Instrumen Deteksi Dini Adiksi Pornografi (Unpublished). 2008.

Ybarra ML, Mitchell KJ. Exposure to Internet pornography among children and adolescents: A national survey. Cyberpsychology Behav [Internet]. 2005;8(5):473–86. Available from: https://pdfs.semanticscholar.org/6111/5e99668a9f2b9da2db0ee5c066c1117a156b.pdf?_ga=2.92596628.868328796.1577671437-1901639916.1577671437

Masroah IT, Gamelia E, Hariyadi B. Perilaku Seksual Remaja Akibat Paparan Media Pornografi. J Kesmasindo [Internet]. 2015;7(3):244–55. Available from: http://jos.unsoed.ac.id/index.php/kesmasindo/article/view/136/125

Roviqoh. Hubungan antara paparan pornografi di media massa dengan dorongan seksual remaja SMU Negeri 6 Jakarta Tahun 2001 (Skripsi). Depok: FKM UI; 2002.

BKKBN. Anak Indonesia Rentan Pornografi [Internet]. 2004 [cited 2007 Mar 9]. Available from: http://hqweb01.bkkbn.go.id/ article_detail.pihp?aid=531

Murti I. Hubungan antara Paparan Pornografi di Media Massa dengan Tingkat Perilaku Seksual pada Siswa SMU Muhammadiyah 3 Jakarta Tahun 2008 (Skripsi). Depok; 2008.

Trisna E. Hubungan Paparan Pornografi dengan Perilaku Seksual Remaja di SMA Negeri Belalau Kabupaten Lampung Barat. J Keperawatan [Internet]. 2015;XI(1 April):139–45. Available from: http://ejurnal.poltekkes-tjk.ac.id/index.php/JKEP/article/view/534

Yutifa H, Pristiana Dewi A. Hubungan Paparan Pornografi Melalui Elektronik Terhadap Perilaku Seksual Remaja. J Online Mhs [Internet]. 2015;2(2):1141–8. Available from: https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMPSIK/article/view/8278

Broto GSD. Riset Kominfo dan UNICEF Mengenai Perilaku Anak dan Remaja Dalam Menggunakan Internet [Internet]. 2014. Available from: https://kominfo.go.id/index.php/content/detail/3834/Siaran+Pers+No.+17-PIHKOMINFO-2-2014+tentang+Riset+Kominfo+dan+UNICEF+Mengenai+Perilaku+Anak+dan+Remaja+Dalam+Menggunakan+Internet+/0/siaran_pers

Lubis U, Putri D. Peran Teman Sebaya Dan Paparan Media Pornografi Terhadap Perilaku Seksual Remaja Di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YOGYAKARTA. J Kesehat Samodra Ilmu [Internet]. 2017;8(1). Available from: https://www.neliti.com/id/publications/137706/peran-teman-sebaya-dan-paparan-media-pornografi-terhadap-perilaku-seksual-remaja

Peter J, Valkenburg PM. Adolescents’ Exposure to Sexually Explicit Internet Material, Sexual Uncertainty, and Attitudes Toward Uncommitted Sexual Exploration: Is There a Link? Commun Res [Internet]. 2008;(35:579). Available from: https://www.dhi.ac.uk/san/waysofbeing/data/communication-zangana-peter-2008b.pdf

Indriyani CK. Hubungan antara perilaku mengkonsumsi media pornografi dengan intensi melakukan masturbasi pada remaja laki-laki kelas 1 dan 2 di SMKN 5 Semarang (Thesis). Semarang: Universitas Diponegoro; 2007.

Istanto A. Pengaruh Situs Porno di Internet terhadap Motivasi Seks Bebas pada Remaja (Skripsi). Lampung: Universitas Lampung; 2008.

Shek DTL, Ma CMS. Consumption of pornographic materials among early adolescents in Hong Kong. Adolesc Behav Issues a Chinese Context [Internet]. 2013;26(3):65–80. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.jpag.2013.03.011

Hald GM. Gender differences in pornography consumption among young heterosexual danish adults. Arch Sex Behav [Internet]. 2006;35(5):577–85. Available from: https://www.researchgate.net/profile/Gert_Hald/publication/6756843_Gender_Differences_in_Pornography_Consumption_among_Young_Heterosexual_Danish_Adults/links/0912f507bc9786ba27000000/Gender-Differences-in-Pornography-Consumption-among-Young-Heterosexual-Danish-Adults.pdf

Mariani A, Bchtiar I. Keterpaparan Materi Pornografi dan Perilaku Seksual Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri. Makara, Sos Hum [Internet]. 2010;14(2):83–90. Available from: https://media.neliti.com/media/publications/4284-ID-keterpaparan-materi-pornografi-dan-perilaku-seksual-siswa-sekolah-menengah-perta.pdf

Widjaja H. Ilmu komunikasi: Pengantar studi. Jakarta: PT Rineka Cipta; 2000.

Kementerian Kesehatan. Buku Rapor Kesehatanku Untuk Peserta Didik Tingkat SMP/ MTs dan SMA/MA/SMK. Jakarta; 2015.

Masitoh S, Rizkianti A, Afifah T. Analisis pelaksanaan dan gambaran pengetahuan, sikap, perilaku siswa tentang buku rapor kesehatanku di sekolah dasar terpilih di DKI Jakarta. J Kesehat Reproduksi [Internet]. 2018;9(1):1–14. Available from: https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/kespro/article/view/894

Published
2020-01-03
How to Cite
1.
Maisya I, Masitoh S. DERAJAT KETERPAPARAN KONTEN PORNOGRAFI PADA SISWA SMP DAN SMA DI DKI JAKARTA DAN BANTEN INDONESIA. kespro [Internet]. 3Jan.2020 [cited 14Aug.2020];10(2):117-26. Available from: http://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/kespro/article/view/2463