STUDI EKSPLORASI PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI ANAK JALANAN DI RUMAH SINGGAH BINAAN PKPR PUSKESMAS JAKARTA TIMUR

  • Faika Rachmawati Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat
  • Kenti Friskarini
  • Lilian Nova susanty
  • Hendrik Edison
  • Rachmalina Prasodjo
  • sahat Manalu
Keywords: pendidikan kesehatan reproduksi, pengetahuan, PKPR, anak jalanan

Abstract

Abstract

Background: Lack of information and basic knowledge of reproductive health cause street children vulnerable to complex problems, one of which is risky sexual behavior. Reproductive health education is an effort to reduce negative impacts and to protect adolescents from the risk of unwanted pregnancy, abortion, sexually transmitted infections (STIs), HIV/AIDS and sexual violence

Objective: This study aimed to explore the implementation and barriers of reproductive health education among street children at shelters under the program of PKPR in East Jakarta public health centers in DKI Jakarta

Method: This research used qualitative methods. Data were collected by in-depth interviews. There were 20 research informants consisting of program stakeholders for street children and school-aged children health program at the central level, health offices, social services, public health centers, managers of shelters and street children assisted by shelters in East Jakarta.

Results: Knowledge of reproductive health among street children was still poor. The implementation of reproductive health education carried out by PKPR in public health centers was still not optimal because it has not reached all street children at the shelter as well as the lack of trained health resources implementing PKPR trained.

Conclusion: Efforts are needed to optimize reproductive health education among street children by strengthening commitment and building networks

 

Keywords: reproductive health education, knowledge, PKPR, street children

 

 

Abstrak

Latar belakang: Kurangnya informasi dan pengetahuan dasar mengenai kesehatan reproduksi menyebabkan anak jalanan rentan terhadap permasalahan yang kompleks, salah satunya adalah perilaku seks berisiko. Pendidikan kesehatan reproduksi merupakan salah satu cara untuk mengurangi dampak negatif serta melindungi remaja dari risiko kehamilan yang tidak dikehendaki, aborsi, Infeksi Menular Seksual (IMS), HIV/AIDS dan kekerasan seksual.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggali pelaksanaan dan hambatan pendidikan kesehatan reproduksi pada anak jalanan di rumah singgah binaan PKPR puskesmas wilayah Jakarta Timur di DKI Jakarta

Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam. Informan penelitian berjumlah 20 orang yang terdiri dari pemegang program anak jalanan dan kesehatan usia remaja dan sekolah di tingkat pusat, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, puskesmas, pengelola rumah singgah dan anak jalanan binaan rumah singgah di Jakarta Timur.

Hasil: Pengetahuan anak jalanan tentang kesehatan reproduksi masih kurang. Pelaksanaan pendidikan kesehatan reproduksi yang dilakukan melalui program PKPR puskesmas masih belum maksimal karena belum menjangkau seluruh anak jalanan di rumah singgah serta kurangnya SDM kesehatan pelaksana PKPR yang terlatih.

Kesimpulan: Diperlukan upaya untuk memaksimalkan pendidikan kesehatan reproduksi pada anak jalanan dengan memperkuat komitmen dan membangun jejaring

Kata kunci: pendidikan kesehatan reproduksi, pengetahuan, PKPR, anak jalanan

References

1. Allensworth D, Lewallen TC, Stevenson B, Katz S. Addressing the needs of the whole child: What public health can do to answer the education sector’s call for a stronger partnership. Prev Chronic Dis. 2011;8(2).
2. Povian CM, Architecture F, Street TL. New Trends and Issues Proceedings on Humanities New Learning Environments for Street Children. Sel Pap 6th World Conf Learn Teach Educ Leadersh (Wclta 2015) 29-31 Oct 2015, Descartes Univ Paris, Fr New. 2016;8(8):19–24.
3. Hakim MA, Rahman A. Health and Nutritional Condition of Street Children of Dhaka City: An Empirical Study in Bangladesh. Http://WwwSciencepublishinggroupCom. 2015;4(1):6.
4. Amalia M, Krisnani H, Irfan M. Pelayanan Sosial Bagi Anak Jalanan Ditinjau Dari Perspektif Pekerjaan Sosial. Soc Work J. 2014;4(2).
5. Mentari P, Daulima NHC. Hubungan Pola Asuh Orangtua Dan Harga Diri Anak Jalanan Usia Remaja. J Keperawatan Indones. 2017;20(3):158–67.
6. Suryani, Hardiati E. Peran Sakti Peksos dalam Pendampingan Program Kesejahteraan Sosial Anak. J PKS. 2016;65–76.
7. Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia 2018 [Indonesia Health Profile 2018]. 2019.
8. Pandjaitan MC, Niode NJ, Suling PL. Gambaran Pengetahuan dan Sikap Terhadap Infeksi Menular Seksual pada Remaja di SMA Frater Don Bosco Manado. e-CliniC. 2017;5(2).
9. Riyatno A, Isnaeni Y. Hubungan Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi dengan Perilaku Anak Jalanan yang telah melakukan Seks Bebas di Kota Yogyakarta. Naskah Publ Progr Stud Ilmu Keperawatan Fak Ilmu Kesehat Univ Aisiyah Yogyakarta. 2019;
10. Kementrian Kesehatan RI. General situation of HIV/AIDS and HIV test. Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI. 2018.
11. BKKBN, BPS, Kemenkes RI. Survei Demografi Kesehatan Indonesia. Usaid. 2018.
12. Putri YA, Mulyana N, Resnawaty R. Program Kesejahteraan Sosial Anak(PKSA) Dalam Memenuhi Kesejahteraan Anak Jalanan. In: Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. 2015. p. 57–61.
13. Badan Pusat Statistik, Badan Koordinasi Keluarga Berencanan Nasional, Departemen Kesehatan, Macro International. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012. Sdki. 2013;16.
14. Qudsyi H. Program Peer Education sebagai Media Alternatif Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja di Indonesia. In: Proceeding Seminar Nasional “Selamatkan Generasi Bangsa dengan Memberntuk Karakter Berbasis Kearifan Lokal” Jilid 2. 2015. p. 111–4.
15. Uyun Z. Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Kesehatan Reproduksi. Pros Semin Nas Parent 2013 Sos. 2013;356–372:37–9.
16. Lala H. Evaluasi Program Kesehatan Reproduksi Remaja “DAKU!” (Dunia Remajaku Seru) di SMU. JPS (Jurnal Pendidik Sains). 2015;3(2):90–7.
17. Vitriani E, Suryani D. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Anak Jalanan di Yayasan Rumah Impian Yogyakarta. J Berk Kesehat. 2019;5(2):45.
18. Kementerian Sosial RI, Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial DKSA. Pedoman Operasional PKS-Anak Jalanan 2013.
19. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Standar Nasional Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja ( PKPR ). 2014. 1 p.
20. Barida I, Nurmansyah MI, Sabilla M. An Evaluation of Youth Care Health Program (PKPR) in Public Health Center in Jakarta, Indonesia. Proc 1st Int Conf Soc Determ Heal Cent Jakarta, Indones. 2019;(January 2018):56–60.
21. UU RI No. 4 Tahun 1979 Tentang Kesejahteraan Anak. 1979.
22. Undang-Undang RI No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. 2002.
23. Suyatna H. Revitalisasi Model Penanganan Anak Jalanan di Rumah Singgah. JSP J Ilmu Sos dan Ilmu Polit. 2011;15(1):41–54.
24. Susilowati D. Kebijakan Penanggulangan Anak Jalanan di Kota Malang. In: Seminar Nasional dan Gelar Produk 17-18 Oktober. 2017. p. 884–9.
Published
2020-07-29
How to Cite
1.
Rachmawati F, Friskarini K, Nova susanty L, Edison H, Prasodjo R, Manalu sahat. STUDI EKSPLORASI PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI ANAK JALANAN DI RUMAH SINGGAH BINAAN PKPR PUSKESMAS JAKARTA TIMUR. kespro [Internet]. 29Jul.2020 [cited 3Aug.2020];11(1):25-6. Available from: http://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/kespro/article/view/2819