Temephos Resistance in Culex quinquefasciatus Population from Pabean Subdistrict Pekalongan

  • Dyah Widiastuti
  • Sunaryo Sunaryo Research and Development Unit of Zoonosis Control, Banjarnegara
  • Siwi Pramatama Mars Wijayanti Public Health Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University
Keywords: Culex quinquefasciatus, resistensi temephos, esterases, Pekalongan

Abstract

Abstrak. Pekalongan adalah satu di antara daerah dengan kejadian filariasis limfatik sejak beberapa tahun
yang lalu dan Culex quinquefasciatus merupakan vektor utama penyakit ini di Pekalongan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui status kerentanan terhadap temephos dan menggambarkan aktivitas esterase
pada populasi Cx. quinquefasciatus di Pekalongan. Penelitian dilakukan pada bulan April-Juli 2018. Uji
kerentanan insektisida dilakukan pada larva tangkapan liar Cx. quinquefasciatus dari Pekalongan dengan
dosis temephos yang diskriminatif (0,02 ppm). Aktivitas Esterase larva ini diuji secara biokimia untuk
mempelajari mekanisme resistensi. Pada semua ulangan, angka kematian akibat temephos bervariasi dari
70% sampai 75%, menunjukkan bahwa Cx. quinquefasciatus di tempat penelitian resisten terhadap
temephos. Hasil uji biokimia menunjukkan peningkatan aktivitas alfa dan beta esterase pada populasi Cx.
quinquefasciatus. Hasil yang disajikan di sini memberikan laporan dan informasi dasar tentang status
resistensi terhadap temephos pada Cx. quinquefasciatus di Pekalongan. Hal ini seharusnya menjadi
perhatian bagi dinas kesehatan dalam manajemen pengendalian vektor.

Published
2019-12-27
How to Cite
1.
Widiastuti D, Sunaryo S, Mars Wijayanti S. Temephos Resistance in Culex quinquefasciatus Population from Pabean Subdistrict Pekalongan. ASP [Internet]. 27Dec.2019 [cited 9Apr.2020];11(2):67-2. Available from: https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/aspirator/article/view/1150