Analisis Faktor Lingkungan dalam Kejadian Leptospirosis di Kabupaten Tulungagung

  • Arief Nugroho Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit Salatiga
Keywords: leptospirosis, Tulungagung, environment

Abstract

Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis. Pada tahun 2012 ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) dengan ditemukannya dua kasus leptospirosis di dua kecamatan dengan satu kasus meninggal. Penetapan ini dengan pertimbangan selama 20 tahun terakhir tidak pernah ditemukan leptospirosis. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan faktor lingkungan terhadap kejadian leptospirosis di Kabupaten Tulungagung. Rancangan penelitian yaitu cross sectional dilakukan melalui observasi lokasi, pengukuran lingkungan abiotik dan observasi kondisi rumah penduduk. Lokasi penelitian di Dusun Banjar, Desa Picisan RT 3 RW 1 Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung. Besar sampel sebanyak 50 rumah. Analisis data berupa analisis deskriptif dan statistik dengan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya sampah terbuka di depan atau belakang rumah berhubungan dengan kejadian leptospirosis dan  mempunyai resiko 16,3 kali lebih besar dalam penyebaran leptospirosis. pH, salinitas dan kelembaban udara menunjang pertumbuhan bakteri Leptospira  sp. pada badan air alami.

Published
2019-02-08
How to Cite
1.
Nugroho A. Analisis Faktor Lingkungan dalam Kejadian Leptospirosis di Kabupaten Tulungagung. blb [Internet]. 8Feb.2019 [cited 13Dec.2019];11(2):73-0. Available from: https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/blb/article/view/1341
Section
Articles