Gambaran Perilaku Pencegahan Penyakit Malaria di Sumatera Selatan (Analisis Lanjut Riskesdas 2018)

  • Yanelza Supranelfy Balai Litbang Kesehatan Baturaja,Jalan Ahmad Yani Km 7 Kemelak Baturaja, Sumatera Selatan, Indonesia
  • Reni Oktarina Balitbangnovda Sumatera Selatan,Lorok Pakjo, Ilir Barat I, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
Keywords: Malaria, South Sumatera, Riskesdas, Insecticide netting, Repellent, Mosquito rackets

Abstract

Malaria is a disease caused by a parasite (protozoa) of the genus plasmodium, transmitted through the Anopheles mosquito's bite Prevention by vector control and preventing mosquito bites to humans needs to be carried out to break the chain of transmission. This study aims to find out at the description of malaria prevention conducted by community in South Sumatera. This is descriptive research with a cross-sectional approach using data from the results of the Basic Health Research (Riskesdas) 2018. The research sample were 33,566 people spread in 17 districts/cities in South Sumatera. The respondents were dominant in the 36-45 years age group, male, had low education, and had a job as a farmer. The results showed that the most widely used prevention of mosquito bites in South Sumatra was using non-insecticide mosquito nets and mosquito repellents. Meanwhile, insecticide-treated mosquito nets that are often used are generally more than three years. The respondents who live in areas that have obtained a malaria elimination certificate and respondents with low levels of education tend to sleep using insecticide-treated mosquito nets.

References

1. Sutarto, Bustomi EC. Faktor lingkungan, perilaku dan penyakit malaria. J AgromedUnila. 2017;4(6):271-278.

2. Purba IG, Sitorus RJ, Camelia A. Promosi kesehatan pencegahan penularan penyakit malaria pada masyarakat di Desa Ibul Besar 1. Jurnal Pengabdian Sriwijaya. 2016;4:320-330.

3. Kementerian Kesehatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar 2018. Kementerian Kesehatan RI; 2018.

4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019. Kementerian Kesehatan RI; 2020.

5. Rangkuti AF, Sulistyani, Wahyuningsih NE. Faktor lingkungan dan perilaku yang berhubungan dengan kejadian malaria di Kecamatan Panyabungan Mandailing Natal Sumatera Utara. Balaba. 2017;13(1):1-10.
doi:https://doi.org/10.22435/blb.v13i1.238.

6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Situasi Terkini Perkembangan Program Pengendalian Malaria di Indonesia Tahun 2019. Kementerian Kesehatan RI; 2019.

7. Mustafa, Saleh FM, Djawa R. Penggunaan kelambu berinsektisida dan kawat kasa dengan kejadian malaria di Kelurahan Sangaji. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia. 2018;1(3):93-98. doi:10.31934/mppki.v1i3.311.

8. Sugiarto, Hadi UK, Soviana S, Hakim L. Efektivitas kelambu berinsektisida terhadap nyamuk Anopheles sundaicus (Diptera: Culicidae) dan penggunaannya di Desa Sungai Nyamuk, Kalimantan Utara. Spirakel. 2018;10(1):1-11.
doi:https://doi.org/10.22435/spirakel.v10i1.115.

9. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 293/MENKES/SK/IV/2009 tentang Eliminasi Malaria di Indonesia. Published online 2009:1-36.

10. Farihatun A, Mamdy Z. Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan penyakit malaria pada masyarakat di Desa Karyamukti Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada. 2016;15(1):109-121.
doi:http://dx.doi.org/10.36465/jkbth.v15i1.157.

11. Sir O, Arsin A, Syam I, Despitasari M. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian malaria di Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2014. Jurnal Ekologi Kesehatan. 2015;14(4):334-341.
doi:10.22435/jek.v14i4.4712.334-341.

12. Layan PD, Akili RH, Rombot DV. Hubungan antara pengetahuan sikap dengan tindakan pencegahan penyakit malaria di wilayah kerja Puskesmas Bacan Timur Kabupaten Halmahera Selatan 2016. PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi. 2016;5(4):291-297.

13. Prasetyowati H, Fuadzy H, Astuti EP. Pengetahuan, sikap, dan riwayat pengendalian vektor di daerah endemis Demam Berdarah Dengue Kota Bandung. Aspirator. 2018;10(1):49-56.
doi:10.22435/asp.v10i1.16.

14. Sandy S, Ayomi I. Gambaran pengetahuan, perilaku dan pencegahan malaria oleh masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara Barat dan Maluku Barat Daya. Journal of Health Epidemiology and Communicable Diseases. 2018;4(1):7-14.
doi:https://doi.org/10.22435/jhecds.v4i1.369.

15. Antini NP. Gambaran kejadian penyakit malaria di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Katibung Kecamatan Katibung Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2020. Health Publica Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2020;1(2):80-88.

16. Ayun LL, Pawenang ET. Hubungan antara faktor lingkungan fisik dan perilaku dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Public Health Perspective Journal. 2017;2(1):97-104.

17. Margarethy I, Yenni A. Peran lingkungan sosial dalam pencegahan malaria di Kecamatan Kisam Tinggi Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Spirakel. 2016;8(1):1-10.
doi:0.22435/spirakel.v8i1.6132.1-10.

18. Permadi IGWDS. Pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat terhadap ketidakpatuhan penggunaan kelambu berinsektisida di Desa Tegal Rejo, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim. Balaba. 2013;9(02):70-73. doi:https://doi.org/10.22435/blb.v9i2.826

19. Rahmatullah W. Promosi budidaya tanaman pengusir nyamuk (mosquito repellent) pada PKK RT 31 RW 07 Dolahan Kelurahan Purbayan Kotagede. Adimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat. 2018;2(1):24-29. doi:10.24269/adi.v2i1.857.

20. Apriana L, Ahmad RA, Mahendradhata Y. Faktor determinan penggunaan kelambu berinsektisida di Bengkulu : analisis Riskesdas 2013. Berita Kedokteran Masyarakat. 2016;32(1):1-6.
doi:https://doi.org/10.22146/bkm.6923.

21. Nababan R, Umniyati SR. Faktor lingkungan dan malaria yang memengaruhi kasus malaria di daerah endemis tertinggi di Jawa Tengah: analisis sistem informasi geografis. Berita Kedokteran Masyarakat. 2018;34(1):11-18. doi:10.22146/bkm.26941.

22. Sepriyani, Andoko, Perdana AA. Analisis faktor risiko kejadian malaria di wilayah kerja Puskesmas Biha Kabupaten Pesisir Barat. Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa. 2018;5(3):77-86.
doi:http://dx.doi.org/10.29406/jkmk.v5i3.1572.

23. Darmiah, Baserani, Khair A, Isnawati I, Suryatinah Y. Hubungan tingkat pengetahuan dan pola perilaku dengan kejadian malaria di Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah. Journal of Health Epidemiology and Communicable Diseases. 2017;3(2):36-41.
doi:https://doi.org/10.22435/jhecds.v3i2.1793.

24. Bonlay M, Sirait R, Littik SKA. Efektivitas program kelambunisasi di Puskesmas Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. Lontar: Journal of Community Health. 2019;01(01):30-37.
doi:https://doi.org/10.35508/ljch.v1i1.2155.

25. Friskarini K, Ariati J. Pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap penggunaan kelambu berinsektisida Long Lasting Insecticidal Nets (LLINs) di Kecamatan Mariat, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Jurnal Ekologi Kesehatan. 2017;16(1):18-26. doi:10.22435/jek.v16i1.6160.18-26.

26. Ritawati, Supranelfy Y. Berbagai aspek tentang malaria di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Spirakel. 2018;10(1):41-53.
doi:https://doi.org/10.22435/spirakel.v10i1.411.

27. Hutagalung J, Kusnanto H, Supargiyono, Hamin SA, Satyagraha AW, Novijanti R, et al. Kajian ilmiah pre-eliminasi malaria di wilayah timur Indonesia. Outbreak, Surveillance and Investigation Raports. 2016;9(1):1-7.

28. Sugiarto, Hadi UK, Soviana S, Hakim L. Evaluasi kelambu berinsektisida terhadap nyamuk An. sundaicus (Diptera: Culicidae) di Pulai Sebatik, Kalimantan Utara. Jurnal Vektor Penyakit. 2017;11(2):61-70. doi:10.22435/vektorp.v11i2.7584.61-70.

29. Simanjorang C, Kodim N. Pengetahuan dan kepatuhan penggunaan kelambu berinsektisida di wilayah kerja Puskesmas Manalu Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara. Jurnal Ilmiah Sesebanua. 2017;1(1):20-24.

30. Nurmaliani R, Oktarina R, Arisanti M, Asyati D. Daya bunuh kelambu berinsektisida Long Lasting Insecticidal Nets (LLINS) terhadap nyamuk Anopheles maculatus. Aspirator. 2016;8(1):1-8.
doi: 10.22435/aspirator.v8i1.3931.1-8
Published
2021-06-30
How to Cite
1.
Supranelfy Y, Oktarina R. Gambaran Perilaku Pencegahan Penyakit Malaria di Sumatera Selatan (Analisis Lanjut Riskesdas 2018). blb [Internet]. 30Jun.2021 [cited 19Oct.2021];17(1):19-8. Available from: https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/blb/article/view/3556
Section
Articles