Gambaran Status Gizi pada Masyarakat dengan Penyakit Gigi dan Mulut di Indonesia

  • Indirawati Tjahja

Abstract

Abstract
Nutritional status is measured by weight in kilograms divided by height in squared meters. Normal standard for adults> 20 years old, normal is BMI between 20 and 25.0. If weight is less, BMI <20, moderate excess body weight or obesity when BMI > 30. One of the most common dental and oral diseases in the world, especially in Indonesia is dental caries disease .The disease is caused by plaque bacteria. Plaque that is not cleaned from the outer layer of the tooth will become a gathering place for microorganisms. The study aimed to see whether there was a relationship between BMI, age, sex, with dental and oral diseases, especially dental caries.The sample is a household member aged 15 years and above and numbered 722,329 people. The study design is cross sectional. Data were taken from secondary data of Riskesdas in 2013 in 33 (thirty three) provinces and 497 districts / cities in Indonesia. There is correlation between respondent's nutritional status with oral and dental health with p value: 0,000. There is a relationship between BMI, age, sex, dental and oral diseases, especially dental caries . To avoid obesity should be normal BMI, eat nutritious food and keep your oral and mouth hygiene by brushing your teeth twice a day, morning after breakfast and night before going to bed at night. And make regular visits to the dentist every 6 months.
Keywords : BMI, age, gender, dental caries

Abstrak
Status gizi diukur berdasarkan berat badan dalam kilogram dibagi tinggi badan dalam meter persegi. Standar normal untuk orang dewasa usia > 20 tahun, IMT normal adalah antara 20 dan 25,0.Bila berat badan kurang, IMT< 20, sedang berat badan berlebih atau obesitas bila IMT > 30. Salah satu penyakit gigi dan mulut yang banyak dialami oleh masyarakat di dunia khususnya di Indonesia adalah penyakit karies gigi. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri plak. Plak yang tidak dibersihkan dari lapisan luar gigi akan menjadi tempat berkumpulnya mikroorganisme. Penelitian bertujuan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara IMT, umur, jenis kelamin dengan penyakit karies gigi. Sampel adalah anggota rumah tangga yang berusia 15 tahun keatas dan berjumlah 722.329 orang. Disain penelitian adalah potong lintang. Data diambil dari data sekunder Riskesdas tahun 2013 di 33 (tiga puluh tiga) propinsi dan 497 kabupaten / kota di Indonesia. terdapat hubungan antara status gizi, umur, jenis kelamin responden dengan penyakit karies gigi dengan nilai p: 0,000. Terdapat hubungan antara IMT, umur, jenis kelamin, dan penyakit karies gigi. Agar terhindar dari kegemukan sebaiknya IMT normal, makan makanan yang bergizi dan menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan menyikat gigi dua kali sehari, pagi setelah makan pagi dan malam sebelum tidur malam. Serta melakukan kunjungan secara teratur ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.
Kata kunci : IMT, umur, jenis kelamin, karies gigi

References

Sharlin J, Edelstein S. Buku Ajar Gizi dalam Daur Kehidupan, Jakarta: (s.n);2011

Hujoel P.P and Lingstriom P. Nutrition, Dental Caries and Periodontal Disease:a narrative review. J.of Clinical Periodontology; 2017: 1-13.

Anonim. Info Kesehatan http://wwwhdiindonesia. com/infokesehatan.

Anonim. Kebutuhan Protein bagi Tubuh Per hari (http://www.gougle.com/kebutuhan protein bagi tubuh perhari.

Anonim, Berapa Banyak Lemak yang dikonsumsi setiap Hari (http://dunia fitnes.com/ berapa banyak lemak yang dikonsumsi setiap hari.

Tampubolon N.S. Dampak Karies Gigi dan Penyakit Periodontal Terhadap Kualitas Hidup Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar tetap dalam Bidang Ilmu Kedokteran Gigi Pencegahan/ Kesehatan Gigi Masyarakat Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara. Medan: USU; 2005.

Schlenker, Eleanor; GILBERT, Joyce Ann. Williams' Essentials of Nutrition and Diet Therapy. Elsevier Health Sciences, 2014.

Kementerian Kesehatan RI. Pokok–Pokok Hasil Riskesdas (Buku 1) Indonesia Tahun 2013. Jakarta, Kementerian Kesehatan RI; 2014.

Sutrisna B. Pengantar Metode Epidemiologi. Jakarta :Dian Rakyat ; 2010.

Hastomo S.P. Analisis Data Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Jakarta: FKMUI; 2007.

Suratri Lely M.A., Notohartojo I.T., Setiawaty V. Correlation Between Dental Health Maintenance Behavior with Dental Caries Status (DMF-T); Bali Medical Journal 2017:( 7)1: 56-60.

Willerhausen, Brita, et al. Association between body mass index and dental health in 1,290 children of elementary schools in a German city. Clinical oral investigations, 2007: (11).3; 195-200.

Anonim. Indeks Massa Tubuh. http:// www. perawatankesehatan.com/indeks massa tubuh.

Anonim. Kebutuhan Tubuh Akan Karbohidrat . (wwwinfogizi.com/1285/kebutuhan tubuh akan karbohidrat.hlml).

Wirakusumah ES. Tetap Bugar di Usia Lanjut. Jakarta: Trubus Agriwidya; 2000.

Nicolau B, Marcenes W at al. The Life Course Approach. Explaining The Association Between Height and Dental Caries in Brazilian Adolescents. London, Community Dent and Oral Epidemiology 2005; (33): 25-34.

Agtini DM. Pola Status Kesehatan Gigi dan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di Indonesia Pada Tahun 1990-2007. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 2009 XIX (3): 144- 153.

Kristanti dkk. Pemetaan Status Kesehatan Gigi dan Mulut di Indonesia. Kemenkes R.I. Jakarta: Badan Litbang Kesehatan; 2012.

Hobdel M et al. Global Goals for Oral Health 2020. International Dental Journal 2003; (53): 285-88.

Scoda R. Nutrition For Healthy Mouth. Second Ed. Philadelpia:Lippincott. William & Wilkins;2010.

Hujoel P.P . Vitamin D and dental Caries in Caries in Controlled clinical trials Systemic review and metaanalysis Nutrition Reviews 2013 :(71); 88- 97.

Hujoel P. Dietary Carbohydrates and dental systemic diseases. Journal of Dental Research. 2009; (88): 490-502.

Chapple IL at al. Adjunctive daily supplementation with encapsulated fruit vegetable and berry juice powder concentrates and clinical periodontal outcomes double blind RCT . Journal of Clinical Periodontology. 2012; (39):62-72.

Dietrich T, at all. Association between serum concentrations of 25 hydroxyvitamin D and gingival inflammation. American Journal of Clinical Nutrition. 2005;( 82): 575-580.

Krall et all.calcium and Vitamin D supplements reduce tooth loss in the elderly. American Journal of Medicine. 2001; (111) : 452-456.

Woelber et all. An Oral Health optimized diet can reduce gingival and periodontal Inflammation in humans. A randomized controled pilot study. BMC Oral Health. 2016; (17): 28.

Humberto at all.Relation between oral health and nutrition condition in the elderly.of Applied Oral Science. 2012; (20): 1 : 1-7.

Kusumawardani E. Buruknya Kesehatan Gigi dan Mulut, Memicu Penyakit Diabetes, Stroke dan Jantung. Yogyakarta : Penerbit Siklus; 2011.

Barnes IE and Walls A, Perawatan Gigi Terpadu Untuk Lansia (Gerodontology), terjemahan. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2006.

Hujoel PP. Nutrition, dental caries and periodontal disease: a narrative review Journal Clinical Periodontology. 2007; (44): S79-S84.

Published
2018-10-25
How to Cite
1.
Tjahja I. Gambaran Status Gizi pada Masyarakat dengan Penyakit Gigi dan Mulut di Indonesia. bpk [Internet]. 25Oct.2018 [cited 14Aug.2020];46(2):135-40. Available from: https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/bpk/article/view/310
Section
Articles