Epidemiologi, diagnosis, dan pencegahan Leptospirosis

  • Wening Widjajanti Salatiga
Keywords: epidemiologi, diagnosis, pencegahan, leptospirosis

Abstract

Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira dan ditularkan oleh tikus. Penyakit ini kebanyakan ditemukan di wilayah tropis dan sub tropis pada musim penghujan. Leptospirosis terjadi karena adanya interaksi yang kompleks antara pembawa penyakit, tuan rumah/pejamu dan lingkungan. Bakteri Leptospira dapat menginfeksi manusia melalui luka yang ada di kulit dan mukosa tubuhnya. Manusia dengan perilaku kesehatan yang buruk berpotensi untuk terinfeksi bakteri ini. Demikian juga dengan sanitasi yang buruk mendukung terjadinya kasus leptospirosis pada manusia. Diagnosis leptospirosis dilakukan dengan Rapid Diagnostic Test, Polymerase Chain Reaction, Microscopic
Agglutination Test, dan lainnya. Pengobatan leptospirosis berupa doksisiklin dan penisilin G intravena. Hemodialisis dan pemberian ventilasi pernafasan mekanis diberikan jika terjadi gagal ginjal dan perdarahan pada paru-paru. Pencegahan leptospirosis dilakukan dengan pencegahan pada hewan sebagai sumber infeksi, jalur penularan dan manusia.

Published
2020-02-07
How to Cite
1.
Widjajanti W. Epidemiologi, diagnosis, dan pencegahan Leptospirosis. jhecds [Internet]. 7Feb.2020 [cited 21Sep.2020];5(2):62-8. Available from: https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/jhecds/article/view/174