Gambaran status gizi dan faktor risiko kecacingan pada anak cacingan di masyarakat Dayak Meratus, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan

  • Annida Annida Balai Litbangkes Tanah Bumbu
  • Deni Fakhrizal
  • Juhairiyah Juhairiyah
  • Budi Hairani Balai Litbangkes Tanah Bumbu
Keywords: helminthiasis, nutritional status, risk factors

Abstract

Helminthiasis is a disease caused by intestinal parasite helminth with a high prevalence and spread throughout Indonesia, not deadly but secretly and slowly affect the health and productivity of patients through the decline in nutritional status. Slow and less symptom-prone effects cause the disease to be neglected among other diseases. This research is descriptive observational with cross sectional design, to know the description of nutritional status and risk factors of helminthiasis at elementary school children suffering from helminth in Meratus Dayak community, conducted in April 2017 at SDN Loksado and SDN Tanuhi, Loksado Subdistrict, Hulu Sungai Selatan Regency, South Kalimantan Province. The results showed 6.5% of helminthiasis occurred in the Dayak community in the Loksado Subdistrict. Helminthiasis consists caused by hookworm (58.33%), Enterobius (16.66), Hymenolepis (8.33%), Trichuris (8.33%), and mix infection of hookworm and enterobius (8.33%). However, this helminthiasis has not had an impact on the patient's nutritional status and progressed without symptoms, indicated by the nutritional status of patients who are mostly in the normal category until the fat. Although helminthiasis is not a deadly disease and is emergency, but the risk factor of helminthiasis in the patient can cause chronic infestation and transmission to other children.

Keywords          : helminthiasis, nutritional status, risk factors

References

Jaya IKS dan Romadilah. Hubungan Infeksi Kecacingan dan Personal Higiene dengan Kadar Hemoglobin (Hb) Siswa SDN 51 Cakranegara Kota Mataram. Media Bina Ilmiah. 2013. 7(1):16-22.

Hidayati RN, Riyanto S, dan Rahma A. Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Infeksi Kecacingan dengan Status Gizi, Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Gambut Kabupaten Banjar Tahun 2015. Jurkessia. 2015. VI(1):26-31.

Anthonie RM, Mayutu N, dan Onibala F. Hubungan Kecacingan dengan Status Gizi pada Murid SD di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Ejournal Keperawatan (e-Kp). 2013. 1(1):1-6.

Idris SA dan Fusvita A. Identifikasi Telur Nematoda Usus (Soil Transmitted Helminths) pada Anak di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Puluwatu. Biowallacea. 2017. 4(1):566-71.

Sandjaja B. Parasitologi Kedokteran: Buku 2, Helminthologi Kedokteran. Prestasi Pustaka, Jakarta. 2007.

Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. Keputusan Menteri Kesehatan tentang Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta. 2010.

Hamzah PK, Kusnanto H, dan Widarsih D. Skrining Kecacingan pada Anak Sekolah Dasar Daerah Perdesaan di Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah Indonesia. Jurnal Ilmu Kesehatan. 2017. 1(1): 92-8.

Handayani D, Ramdja M, dan Nurdianthi IF. Hubungan Infeksi Soil Transmitted Helmiths (STH) dengan Prestasi Belajar pada Siswa SDN 169 di Kelurahan Gandus Kecamatan Gandus Kota Palembang. Majalah Kedokteran Sriwijaya, 47(2), 2015. 91-96.

Sirajudin S dan Masni. Kejadian Anemia pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. 9(3), 2015, 264-269.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tentang Penanggulangan Kecacingan. Jakarta. 2017.

Triyono A. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Buang Air Besar Masyarakat Nelayan di Kampung Garapan Desa Tanjung Pasir Kabupaten Tangerang Propinsi Banten. Forum Ilmiah. 11(3), 2014, 374-365.

Aryanti S, Lesmana SD, Maryanti E. Infestasi Soil Transmitted Helminths dan Perilaku Higiene pada Murid Kelas I Sekolah Dasar di Pesisir Sungai Siak Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru. JOM FK, 2(1), 2015, 1-13.

Chadijah S, Sumolang PPF, Veridiana NN. Hubungan pengetahuan, perilaku dan sanitasi lingkungan dengan angka kecacingan pada anak sekolah dasar di Kota Palu. Media Litbangkes. 2014;24(1):50-6.

Purnamasari, D, A., Dardjito, E., dan Titin, 2014, Hubungan Tingkat Konsumsi Protein dan Kalsium Dengan Status Gizi Pada Anak Sekolah, Jurnal Kesmas Indo, Vol 7: ISSN 2085-9929.

Leonard C, Buntoro IF, Davidz IKLA. Hubungan Infeksi Parasit Usus dengan Status Gizi Siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri Pasir Panjang Kota Kupang Tahun 2015. Cendana Medical Journal. 5(2), 2015. 187-195.

Manuhutu R, Purnamasari DU, Dardjito E. Pengaruh Tingkat Konsumsi Energi, Protein, Lemak, dan Status Kecacingan terhadap Status Gizi pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 01 Limpakuwus. Jurnal Kesmas Indonesia. 8(3). 2017. 37-46.

Roebiakto E, Supriyadi YJ. Risiko Infeksi Kecacingan pada Penambang Intan Tradisional di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru. Medical Laboratory Technology Journal. 2(1), 2016, 17-24.

Azizaturridha A, Istiana, dan Hayatie L. Pengaruh Infeksi Kecacingan terhadap Status Gizi pada Anak di SDN 2 Barabai Darat Kalimantan Selatan Tahun 2015. Berkala Kedokteran, Vol 12 (2). 2016. 165-173.

Renanti R, Rusjdi SR, SY E. Hubungan Infeksi Soil Transmitted Helmith dengan Status Gizi pada Murid SDN 29 Purus Padang. Jurnal Kesehatan Andalas 4(2), 2015, 353-358.

Published
2019-01-28
How to Cite
1.
Annida A, Fakhrizal D, Juhairiyah J, Hairani B. Gambaran status gizi dan faktor risiko kecacingan pada anak cacingan di masyarakat Dayak Meratus, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. jhecds [Internet]. 28Jan.2019 [cited 1Dec.2020];4(2):54-. Available from: https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/jhecds/article/view/218