Fluktuasi iklim dan kejadian malaria sebelum eliminasi di Kabupaten Sumba Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur

  • Fridolin Mau
  • Mefi Mariana Tallan Loka Litbangkes Waikabubak
  • Anderias Karniawan Bullu Loka Litbangkes Waikabubak
Keywords: kelembaban, malaria, curah hujan, suhu udara

Abstract

Perubahan iklim dapat meningkatkan penyakit yang ditularkan melalui vektor antara lain malaria. Hubungan antara iklim, kesehatan manusia dan penyakit sudah dikenal luas. Perubahan iklim merupakan faktor penting terjadinya penyebaran berbagai jenis penyakit seperti malaria.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan pola penularan malaria dan menganalisis dampak faktor iklim terhadap penularan malaria di Kabupaten Sumba Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur. Artikel ini merupakan analisis data sekunder yaitu data kejadian malaria, curah hujan, suhu dan kelembaban. Data dianalisis menggunakan microsoft excel untuk melihat gambaran kecenderungan kejadian malaria per bulan dan analisis bivariat Pearson Correlation  Hasil analisis menunjukkan kecenderungan kejadian malaria per seribu penduduk dinyatakan dalam Annual Parasite Incidence (API) selama lima tahun (2013-2019) mengalami fluktuasi berturut-turut 38,1‰, 34,9‰, 9,4‰, 16,1‰, 30,2‰, 7,6‰ dan 6,4‰. Hasil penelitian menunjukkan nilai API cenderung menurun setiap tahunnya. Hasil analisis statistic terdapat pengaruh antara curah hujan dan suhu terhadap nilai API di Kabupaten Sumba Timur. Curah hujan dan Suhu perlu diwaspadai dalam upaya menurunkan kejaidan malaria, khususnya terhadap nilai API.Kesimpulan menunjukan bahwa fluktuasi curah hujan dan temperatur secara langsung berpebgaruh terhadap  dinamika penularan malaria di Kabupaten Sumba Timur

Published
2021-03-01
How to Cite
1.
Mau F, Tallan M, Bullu A. Fluktuasi iklim dan kejadian malaria sebelum eliminasi di Kabupaten Sumba Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur. jhecds [Internet]. 1Mar.2021 [cited 1Jul.2022];6(2):42-8. Available from: https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/jhecds/article/view/3615