Pengaruh Keberadaan Apoteker terhadap Mutu Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Wilayah Kabupaten Banyumas

  • Rr. Shinta Lian Hanggara Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia
  • Nabial Chiekal Gibran Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia
  • Anjar Mahardika Kusuma Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia
  • Githa Fungie Galistiani Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia
Keywords: Evaluation, Pharmaceutical services, Standard prosedures, Banyumas distric

Abstract

Due to complexity enhancement of health care services, pharmacists are required to provide their orientation to the patient.The objective of the study are to evaluate the pharmaceutical standard prosedures and measuring the effect of the pharmacist’s presence on the pharmacy services quality in the Community Health Centers (CHCs) of Banyumas districts. The study is an observational analytic categorical through cross sectional approach with colleting data technique is divided into two periods, through observation and structured interviews to the person in charge of pharmaceutical care unit. Based on the analysis, from 38 CHCs it’s found out that 24 (63,16%) CHCs have the pharmaceutical standard procedures and 14 (36,84%) CHCs doesn’t have it. However, of the 39 CHCs, there are 33 (84,61) CHCs that have pharmacist, 2 (6,06%) CHCs were categorized in a moderate quality and 31 (93,94%) of them categorized as having less quality. While the six (15,38%) CHCs that doesn’t have a qualified pharmacist categorized as having less quality. There are the presence of pharmacists towards the availability ofthe pharmaceutical standard prosedures, have p value of 0.363 (p>0.05) and the pharmaceutical services checklist with p value of 1.00 (p>0.05)at CHCs of Banyumas districts. Conclusionis pharmaceutical services in Banyumas district aren’t running optimally because presence of pharmacists hasn’t improve the quality

References

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman pelayanan kefarmasian di Puskesmas. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2006.

Saleh A. Evaluasi pelayanan kefarmasian di Puskesmas Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara [Thesis]. Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada; 2009.

Komalasari A. E. Pengaruh keberadaan apoteker terhadap tingkat kepuasan pasien

dalam pelayanan informasi obat di puskesmas Kabupaten Banyumas [Skripsi]. Purwokerto : Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto;2013.

Pusat Data dan Informasi. Profil Kesehatan tahun 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan; 2013.

Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. Profil Kesehatan Kabupaten Banyumas 2014: Banyumas Sehat dan Mandiri. Purwokerto: Dinkes Kab. Banyumas; 2014.

Notoatmodjo S. Metodelogi penelitian kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta; 2010.

Sabarguna BS. Manajemen pelayanan rumah sakit berbasis sistem informasi. Jakarta: Sagung Seto; 2008.

Hasibuan MSP. Manajemen sumber daya manusia. Jakarta: PT Bumi Aksara; 2014.

Marfinosa. Gambaran beban kerja karyawan di sub unit pembelian RS Haji Jakarta tahun 2003 [Skripsi]. Depok: Program Sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia; 2003.

Siagian SP. Teori motivasi dan aplikasinya. Jakarta : PT. Rineka Cipta; 2004.

Adryanto M. Tips and tricks for driving productivity: Strategi dan teknik mengelola kinerja untuk meningkatkan produktivitas, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama; 2012.

Suryani NMP, Wirasuta IMAG. Pengaruh konseling obat dalam home care terhadap kepatuhan pasien diabetes melitus tipe 2 dengan komplikasi hipertensi. Jurnal Farmasi Udayana. 2013;2(3).

Robbins SP. Psikologi organisasi Edisi ke-10 (terjemahan). Jakarta: Prenhallindo;2007.

Weiss SA, Tappen RM. Essentials of nursing leadership and management Ed. 3rd, Philadephia: Davis Company; 2004.

Siagian SP. Manajemen sumber daya manusia. Jakarta: PT Bumi Aksara; 2008.

Tampubolon BD. Analisis faktor gaya kepemimpinan dan faktor etos kerja terhadap kinerja pegawai pada organisasi yang telah menerapkan SNI 19-9001-2001. Jurnal Standardisasi. 2007;9(3):

-15.

Yuniarsih T. Manajemen sumber daya manusia. Bandung: Alfabeta; 2009.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman pelayanan kefarmasian di Puskesmas. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2008.

Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan

Kefarmasian. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2009.

Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 889/Menkes/PER/V/2011 tentang Registrasi, ijin praktik, dan ijin kerja tenaga kefarmasian. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2011.

Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2014 tentang Standar pelayanan kefarmasian di puskesmas. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2014.

Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Rl No. 1027/Menkes/SK/IX/2004 tentang Standar pelayanan kefarmasian di apotek. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2004.

Republik Indonesia. Peraturan Bupati Kabupaten Banyumas No. 89 tahun 2014 tentang tata kelola badan layanan umum daerah unit pelaksana teknis pusat kesehatan masyarakat kabupaten

banyumas. Pemerintah Kabupaten Banyumas; Banyumas: 2014.

Published
2017-02-28
How to Cite
1.
Hanggara RS, Gibran N, Kusuma A, Galistiani G. Pengaruh Keberadaan Apoteker terhadap Mutu Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Wilayah Kabupaten Banyumas. jki [Internet]. 28Feb.2017 [cited 20May2022];7(1):67-6. Available from: https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/jki/article/view/3478
Section
Articles