Hubungan antara Karakteristik dan Kepatuhan Melakukan Pemeriksaan pada Akseptor Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR) di Puskesmas Kecamatan Pulogadung Jakarta Timur

  • Rachel Remalia Napitupulu Mahasiswa S1 Keperawatan STIK St. Carolus, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat 10440, Indonesia
  • Adeline Lebuan Dosen Keperawatan STIK St. Carolus, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat 10440
Keywords: Usia, pendidikan, pekerjaan, dan kepatuhan pemeriksaan AKDR, Age, education, work, and Compliance Examination of IUD Acceptor

Abstract

Abstrak

Tingginya laju pertumbuhan penduduk masih merupakan masalah utama yang sedang dihadapi oleh negara berkembang, termasuk Indonesia. Pemerintah memiliki program yang bertujuan untuk menyeimbangkan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia, yakni melalui program keluarga berencana (KB). Salah satu metode KB yang efektif adalah alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR). Pemeriksaan AKDR sendiri memiliki tahapan-tahapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik dan kepatuhan pemeriksaan pada akseptor AKDR di Puskesmas Kecamatan Pulogadung Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian potong-lintang terhadap 85 data rekam medik akseptor yang melakukan pemeriksaan AKDR di Puskesmas Kecamatan Pulogadung bulan Januari hingga Desember 2018. Teknik pengambilan sampel secara total sampling. Hasil penelitian menunjukkan persentase terbesar akseptor AKDR berusia 20-35 tahun (60,0%), pendidikan lanjutan (tamat SLTA, D3, S1) (63,5%), tidak bekerja (72,9%) dan tidak patuh memeriksakan AKDR, yaitu (50,6%). Kesimpulan penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan kepatuhan pemeriksaan AKDR (p=0,092). Tetapi, terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan (p=0,000), pekerjaan (p=0,000), kepatuhan pemeriksaan AKDR di Puskesmas Kecamatan Pulogadung Jakarta Timur.

Kata kunci: Usia, pendidikan, pekerjaan, dan kepatuhan pemeriksaan AKDR

Abstract

The high rate of population growth is still the main problem being faced by developing countries including Indonesia. The government has a program that aims to balance the rate of population growth in Indonesia, namely through family planning programs. The IUD is one of the most effective birth control methods. The IUD examination itself has stages. Therefore this study aims to determine the relationship of characteristics and compliance of examinations in IUD acceptors in Pulogadung District Health Center, East Jakarta. This study uses retrospective design and uses medical records of acceptors who conduct IUD examinations in Pulogadung District Health Center from January to December 2018. The sample in this study was 85 medical records using a total sampling technique. The conclusion of the study showed that the largest percentage of IUD acceptor age was 20-35 years (60.0%), secondary education (high school graduation, D3, S1) (63.5%), not working (72.9%) and not obeying the IUD is (50.6%). There was no significant relationship between age and compliance with the IUD examination (p = 0.092). But there is a significant relationship between education (p = 0,000), employment (p = 0,000), and compliance with the IUD examination at Pulo Gadung Sub-District Health Center, East Jakarta.

Keywords: Age, education, work, and Compliance Examination of IUD Acceptor

References

Handayani S. Buku Ajar Pelayanan Keluarga Berencana. Yogyakarta: Pustaka Rihama; 2010.

Indonesia, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012. Jakarta: BKKBN, BPS, Kemenkes, Measure DHS, ICF International, 2013.

Arum DNS. Panduan Lengkap Pelayanan KB Terkini. Yogyakarta: Nuha Medika; 2011.

Indonesia, Direktorat Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kedeputian Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan Bappenas. Laporan Akhir Evaluasi Pelayanan Keluarga Berencana bagi Masyarakat Miskin (Keluarga Prasejahtera/KPS dan Keluarga Sejahtera-I/KS-I). Jakarta: Bappenas, 2010.

Indonesia, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: BKKBN; 2012.

Indonesia, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi, Edisi 3. Jakarta: Bina Pusaka; 2014.

Wawan A, Dewi M. Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Manusia. Yogyakarta: Nuha Medika; 2011.

Leveno KJ et al. Obstetri Williams, Edisi 21. Jakarta : EGC; 2009.

Notoatmodjo, S. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta;2014.

Suherman RM, Widjajanegara H, Yuniarti L. Hubungan karakteristik akseptor dengan pemilihan metode kontrasepsi: Studi di Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka. Bandung Meeting on Global Medicine & Health (BaMGMH). 2017; 1(1):99–105.

Roeroe RL, Kandou GD, Ratag GE. Faktor yang berhubungan dengan tindakan akseptor Keluarga Berencana (KB) dalam memilih Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR) di BLU RSUP Prof Kandou Malalayang Manado. Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropik 2013; 1(1): 29-33.

Polit DF, Beck CT. Nursing Research: Generating and Assessing Evidence for Nursing Practice, Ninth Edition. Philadelphia: Wolters Kluwer Health/Lippincott Williams & Wilkins; 2012.

Amrina S. Gambaran Pengetahuan, Sikap, Perilaku Ibu Usia Subur tentang AKDR dalam Program Keluarga Berencana di Kelurahan 30 Ilir. [Skripsi]. Jakarta: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah, 2011.

Fatimah D. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR) di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur. [Skripsi]. Jakarta: Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah, 2013.

Sari NH, Rodiani. Hubungan tingkat pengetahuan ibu terhadap penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR). Majority. 2015; 4(9): 108-112.

Published
2020-05-07
How to Cite
Napitupulu, R., & Lebuan, A. (2020). Hubungan antara Karakteristik dan Kepatuhan Melakukan Pemeriksaan pada Akseptor Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR) di Puskesmas Kecamatan Pulogadung Jakarta Timur. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan, 4(1), 1-6. https://doi.org/10.22435/jpppk.v4i1.2169
Section
Articles