DETERMINAN KULTURAL DAN STRUKTURAL DALAM KEMITRAAN BIDAN DENGAN DUKUN BAYI (BHISA/SANDO) DI KABUPATEN WAKATOBI, SULAWESI TENGGARA

  • Luxi Riajuni Pasaribu
  • Lely Indrawati
Keywords: Bhisa/Shando, kemitraan bidan dan dukun bayi, kesehatan ibu dan anak

Abstract

Abstract

 

Background: Births assisted by skilled health personnel in health facilities is the prevention of maternal mortality. Wakatobi District has a low coverage of birth attendance by skilled health personnel, and the community has a powerful culture in all aspects of life, including visiting traditional birth attendants known as Bhisa/Sando in caring for women from pregnant to childbirth.

Objective: To identify the cultural and structural determinants that affect the partnership between Bhisa/Shando and midwives in maternal and child health services (MCH).

Methods: This study used an operational research design with a qualitative approach. A total of 68 informants were involved in focus group discussions, in-depth interviews, and participatory observations. Thematic analysis was used in processing all information.

Results: Cultural determinants that affect the partnership between Bhisa/Shando and midwives were hereditary traditions and a powerful belief in Bhisa/Shando's ability to take care for pregnant women, labor women, postpartum women, and newborns. Meanwhile, structural determinants included inadequate facilities and health personnel for MCH services and suboptimal supports from related parties. These results may cause the partnership between Bhisa/Shando and midwives will not be optimal.

Conclusion: Cultural and structural factors have a strong influence in realizing the partnership between Bhisa/Sando and midwives. The involvement of Bhisa/Sando in MCH services conducted by midwives, adequate MCH service infrastructure, and support from community leaders, cadres, and related agencies is essential to be carried out to improve Bhisa/Sando's partnership with midwives in improving MCH services.

 

Keywords: Bhisa/Shando, partnership of midwives and traditional birth attendants, maternal and child health

 

Abstrak

 

Latar belakang: Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan merupakan upaya untuk mencegah kematian ibu. Kabupaten Wakatobi memiliki cakupan penolong persalinan oleh tenaga kesehatan yang rendah, dan masyarakatnya memiliki budaya yang sangat kuat dalam segala aspek kehidupan, termasuk mendatangi dukun bayi yang disebut sebagai Bhisa/Sando dalam menangani ibu hamil hingga bersalin.

Tujuan: Mengidentifikasi determinan kultural dan struktural yang memengaruhi kemitraan antara Bhisa/Shando dengan bidan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA).

Metode: Studi ini menggunakan desain riset operasional dengan pendekatan kualitatif. Total 68 informan terlibat dalam diskusi grup terarah, wawancara mendalam, dan observasi partisipasi. Analisis tematik digunakan dalam mengolah seluruh informasi.

Hasil: Determinan kultural yang memengaruhi kemitraan antara Bhisa/Shando dengan bidan yaitu tradisi turun temurun dan kepercayaan yang kuat terhadap kemampuan Bhisa/Shando dalam menangani ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, dan bayi baru lahir. Sedangkan determinan struktural meliputi fasilitas dan tenaga kesehatan untuk pelayanan KIA yang belum memadai serta dukungan dari pihak terkait yang belum optimal. Hal ini menyebabkan kemitraan antara Bhisa/Shando dengan bidan belum optimal.

Kesimpulan: faktor kulturan dan struktural berpengaruh kuat dalam mewujudkan kemitraan antara Bhisa/Sando dengan bidan. Keterlibatan Bhisa/Sando dalam pelayanan KIA yang dilakukan bidan, infrastruktur pelayanan KIA yang memadai, dan dukungan dari tokoh masyarakat, kader, dan instansi terkait perlu dilakukan untuk meningkatkan kemitraan Bhisa/Sando dengan bidan dalam meningkatkan pelayanan KIA.

Kesimpulan: Kualitas hidup ibu hamil dan ibu nifas relatif sama dengan kecenderungan lebih rendah pada kualitas hidup ibu nifas

 

Kata kunci: Bhisa/Shando, kemitraan bidan dan dukun bayi, kesehatan ibu dan anak

References

1. UNICEF. 2008. State of the World’s Children 2008. p4. dalam World Vision. 2008. Reducing maternal, newborn, and child deaths in the Asia Pacific: strategies that work. World Vision and The Nossal Institute for Global Health. Melbourne.
2. Budihardja. 2011. Presentasi: kebijakan Kementerian Kesehatan dalam akselerasi penurunan Angka Kematian Ibu, disampaikan dalam Pertemuan Teknis Program Kesehatan Ibu, Bandung 16-19 Pebruari 2011.
3. Kementerian Kesehatan RI. 2012. Peraturan Menteri Kesehatan nomor 27 tahun 2012 tentang Penanggulangan Daerah Bermasalah Kesehatan. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta.
4. Kementerian Kesehatan RI. 2010. Buku I Pedoman Pendampingan Penanggulangan Daerah Bermasalah Kesehatan. Jakarta.
5. Badan Litbangkes. 2011. Buku saku Penanggulangan Daerah Bermasalah Kesehatan (PDBK). Kementerian Kesehatan RI. Jakarta.
6. Badan Litbangkes Departemen Kesehatan RI. 2009. Laporan hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2007. Badan Litbangkes. Jakarta.
7. Yussianto, A. 2010. Kesehatan Ibu: kemitraan bidan-dukun. Kementerian Kesehatan RI. Diunggah dari http://www.kesehatanibu.depkes.go.id/archives/126 pada 1 Nopember 2011
8. Dinas Kesehatan Kabupaten Wakatobi. 2010. Profil Kesehatan Kabupaten Wakatobi. Dinas Kesehatan Kabupaten Wakatobi. Wakatobi.
9. Pemerintah Daerah Kabupaten Wakatobi. Peta Wakatabi. Diunduh dari http://wakatobikab.go.id/statik/geografi.daerah/kondisi.geografi.daerah.html
10. World Health Organization. Social determinants of health [Internet]. Geneva: World Health Organization. 2016. Available from: www.who.int/topics/social_determinants/en/ dalam Firoz, T et all, 2016, Community perspective on the determinants of maternal health in rural Southern Mozambique: a qualitative study.
11. Antara Sultra. 2012. Populasi suku Bajo Wakatobi terbesar di Indoneia. didownload dari https://sultra.antaranews.com/berita/263753/populasi-suku-bajo-wakatobi-terbesar-di-indonesia#:~:text=Wangiwangi%20(ANTARA%20News)%20%2D%20Populasi,Bajo%20mencapai%2020.000%2Dan%20jiwa
12. Syukur., Muhammad. Sistem sosial dan kepercayaan Suku Bajo. Attoriolong Vol.IV, No.1 Januari Juni 2007.
13. Adimihardja K. Paraji: Tinjauan Antropologi Kesehatan Reproduksi. Dalam Sarwono P, editor. Bunga Rampai Obstetri dan Ginekologi Sosial. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Praworohardjo, 2005.
14. Khan, N., Shamaila K., Nabila K., dan Suleman K. 2013. Factor affecting utilization of maternal and child health services: District Swat KPK Pakistan. International Journal of Innovative Research and Development (www.ijird.com), Vol 2 (Issue 8), August 2013,. p.217-227
15. Anggorodi, Rina. Dukun Bayi dalam persalinan Masyarakat Indonesia. Makara, Kesehatan, V13 (1);juni p.9-14. 2009.
16. United Nation Development Programme (UNDP). Bureau for Development Policy. A Social determinant approach to maternal health roles for development actors (discussion paper). October, 2011.
17. Prasanti, Ditha., Indriani, Sri Seti. Komunikasi Terapeutik Bidan dan Paraji sebagai kader dalam optimalisasi pelayanan kesehatan ibu hamil. Jurnal Komunikator Vol 9 (1), Mei 2007.
18. Hayati, M., Harbiyah, Agustina. 2018. Kemitraan bidan dan dukun dalam pertolongan persalinan di Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil. Journal of Healthcare Technology and Medicine, Vol 4 (2), Oktober 2018, Universitas Ubudiyah Indonesia. e-ISSN: 2615-109X
19. Nanur, F.N., N.P. Widarini, M. Karmaya. 2016. Kemitraan dukun dengan bidan dalam pertolongan persalinan: studi kualitiatif di Kabupaten Manggarai Timur. Public Health and Preventive Medicine Archive, Vol 4 (1), Juli 2016, p27-34
20. Ali, Mukti. Mengkomunikasikan Pendidikan dan Melestarikan Kearifan Lokal Orang Bajo. Inferensi Jurnal Sosial dan Keagamaan vol 11 (1), Juni 2017. DOI:http://dx.doi.org/10.18326/infsl3.v11i1.187-206Website: http://inferensi.iainsalatiga.ac.id
Published
2021-08-30
How to Cite
1.
Pasaribu L, Indrawati L. DETERMINAN KULTURAL DAN STRUKTURAL DALAM KEMITRAAN BIDAN DENGAN DUKUN BAYI (BHISA/SANDO) DI KABUPATEN WAKATOBI, SULAWESI TENGGARA. kespro [Internet]. 30Aug.2021 [cited 26May2022];12(1):89-01. Available from: https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/kespro/article/view/4013