STANDAR KUANTITAS ANTENATAL CARE DAN SOSIAL BUDAYA DENGAN RISIKO ANEMIA PADA KEHAMILAN

  • Mitra Mitra STIKes Hang Tuah Pekanbaru
  • Novita Yanti STIKes Hang Tuah Pekanbaru
  • Nurlisis Nurlisis STIKes Hang Tuah Pekanbaru
  • Oktavia Dewi STIKes Hang Tuah Pekanbaru
  • Hastuti Marllina STIKes Hang Tuah Pekanbaru
Keywords: Anemia pada kehamilan, Standar kuantitas Antenatal Care, Sosial Budaya

Abstract

Abstract

 

Background: There was an increase of anemia in pregnant women and maternal death due to obstetric hemorrhage with hemoglobin (Hb) levels during pregnancy <10 gr/dl in Indragiri Hilir District, Riau Province.

Objective: This study aimed to analyze the association between standard of antenatal care (ANC) and socio-cultural factors and the risk of anemia during pregnancy.

Methods: A cross-sectional design was used in this study. This study included 172 pregnant women in the 2nd and 3rd trimesters from the Sungai Piring Public Health Center's working area. Data of Hb level of pregnant women was obtained from the maternal register and the MCH book. Data on the quantity of ANC, socio-cultural, adherence to iron-folic acid tablet consumption, and characteristics of pregnant women were collected through questionnaire interviews. Bivariate and multivariate analyses were conducted by using chi-square test and multiple logistic regressions respectively.

Results: As many as 71.5% of pregnant women experienced anemia. Anemia in pregnant women was significantly associated with standard of ANC quantity, sociocultural status, and economic status (p<0.05). Inadequate ANC, poor socio-cultural, and low economic status increased the risk of anemia in pregnant women by 6.6 times, 11.4 times, and 3 times respectively.

Conclusion: Standard of ANC quantity, socio-cultural, and economic status were dominant factors for anemia in pregnancy. Home visits or counseling through messaging applications can be carried out by health workers for pregnant mothers who do not attend ANC visits.

 

Keywords: Anemia, antenatal care, pregnancy, socio-culture

 

Abstrak

 

Latar belakang: Terjadi peningkatan kasus anemia ibu hamil dan adanya kasus kematian ibu akibat perdarahan dengan kadar haemoglobin (Hb) darah saat hamil di bawah 10gr/dl di Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau.

Tujuan: Menganalisis hubungan antara standar antenatal care (ANC) dan sosial budaya dengan risiko anemia pada kehamilan.

Metode: Studi ini menggunakan desain cross sectional. Sampel studi yaitu 172 ibu hamil trimester dua dan tiga di wilayah kerja Puskesmas Sungai Piring. Data kadar hemoglobin (Hb) darah ibu hamil diperoleh dari register ibu dan Buku KIA. Data kuantitas ANC, sosial budaya, kepatuhan konsumsi tablet tambah darah, dan karakteristik ibu hamil dikumpulkan melalui wawancara kuesioner. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi square dan multivariat dengan uji regresi logistik ganda.

Hasil: Sebanyak 71,5% ibu hamil mengalamani anemia. Kuantitas ANC, sosial budaya, dan status ekonomi berhubungan signifikan dengan anemia pada ibu hamil (p<0,05). Ibu hamil dengan kuantitas ANC tidak sesuai standar, sosial budaya tidak baik, dan status ekonomi rendah berpeluang berturut-turut sebesar 6,6 kali, 11,4 kali, dan 3 kali untuk mengalami anemia.

Kesimpulan: Standar kuantitas ANC, sosial budaya, dan status ekonomi merupakan variabel yang dominan terhadap anemia pada kehamilan. Kunjungan rumah atau konseling melalui aplikasi perpesanan dapat dilakukan oleh petugas kesehatan bagi ibu yang tidak melakukan ANC.

 

Kata kunci: Anemia, antenatal care, kehamilan, sosial budaya

References

1. Astutik, Ertiana. Anemia dalam Kehamilan. Jawa Timur: CP.Pustaka Abadi; 2018. 1–118 p.
2. Guspaneza E. ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI INDONESIA ( ANALISIS DATA SDKI 2017 ) Analysis of Factors Causing Anemia Event in Pregnant Mathers in Indonesia ( Data Analysis of 2017 IDHS ). 2019;5(2):399–406.
3. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia tahun 2018. Riset Kesehatan Dasar 2018. 2019. p. 182–3.
4. Solehati T, Sari CWM, Lukman M, Kosasih CE. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Deteksi Dini Dan Pencegahan Anemia Dalam Upaya Menurunkan Aki Pada Kader Posyandu. J Keperawatan Komprehensif. 2018;4(1):7.
5. Revi Juliana Sinaga NH. Determinan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Tunggakjati Kecamatan Karawang Barat Tahun 2019. 2019;3(2):179–92.
6. Kemenkes RI. Survey Demogragi Dan Kesehatan (SDKI). 2018;1–606.
7. Elvanita. Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Siak Hulu 1 dan III Tahun 2018. J Phot. 2018;9(15):7.
8. Pasmawati RDH. Determinan Anemia Ibu Hamil Trimester II dan III di Indonesia ( Analisis Data Riset Kesehatan Dasar ). 2019;10(April):127–33.
9. Stephen G, Mgongo M, Hussein Hashim T, Katanga J, Stray-Pedersen B, Msuya SE. Anaemia in Pregnancy: Prevalence, Risk Factors, and Adverse Perinatal Outcomes in Northern Tanzania. Anemia. 2018;2018:1–9.
10. Fekede Weldekidan D. Determinants of Anemia among Pregnant Women Attending Antenatal Clinic in Public Health Facilities at Durame Town: Unmatched Case Control Study. Anemia. 2018;2018:1–9.
11. Taufiq M. Hubungan kebiasaan konsumsi teh dengan kadar HB pada ibu hamil di klinik bersalin Hj. Riana Medan Tahun 2016. 2016;1–17.
12. Darmina dkk. Pola makan dan pola pencrian pengobatan ibu hamil dalam persepsi budaya suku muna kabupaten muna. J Chem Inf Model. 2016;1–17.
13. Susanto DB. Fakta Buah dan Sayur Beracun. Jakarta: C-Klik Media; 2018. p. 1–128.
14. Lebso M dkk. Prevalence of anemia and associated factors among pregnant women in Southern Ethiopia: A community based cross-sectional study. PLoS One. 2017;12(12):1–11.
15. Bekele A, Tilahun M, Mekuria A. Prevalence of Anemia and Its Associated Factors among Pregnant Women Attending Antenatal Care in Health Institutions of Arba Minch Town, Gamo Gofa Zone, Ethiopia: A Cross-Sectional Study. Anemia. 2016;2016.
16. Handayani TR. Determinan kejadian anemia defisiensi zat besi pada ibu hamil di puskesmas nagswidak Palembang Tahun 2017. 2017;5:1–12.
17. Mansoben N. Hubungan Persepsi Ibu Tentang Peran Petugas Kesehatan Dengan Kepatuhan Ibu Hamil Dalam Mengkonsumsi Tablet Besi. J Elektron Ris Kesehat. 2017;7(9):1–5.
18. Bakta M. Hematologi Klinik Ringkas. Jakarta: EGC; 2012.
Published
2021-08-30
How to Cite
1.
Mitra M, Yanti N, Nurlisis N, Dewi O, Marllina H. STANDAR KUANTITAS ANTENATAL CARE DAN SOSIAL BUDAYA DENGAN RISIKO ANEMIA PADA KEHAMILAN. kespro [Internet]. 30Aug.2021 [cited 26May2022];12(1):51-3. Available from: https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/kespro/article/view/4386