PENGARUH ASUPAN ZAT GIZI DAN JAMU PELANCAR AIR SUSU IBU (ASI) TERHADAP KADAR ZAT BESI (Fe) ASI IBU MENYUSUI

  • Enggar Wijayanti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional
  • Zuraida Zulkarnain Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional
Keywords: ibu menyusui, ASI, kadar zat besi, asupan gizi

Abstract

Latar belakang. Air Susu Ibu (ASI) mengandung makronutrien dan mikronutrien yang sangat penting bagi bayi yang baru lahir. Salah satu mikronutrien penting yang terdapat dalam ASI adalah zat besi (Fe). Asupan makanan ibu selama menyusui dan pemberian jamu pelancar ASI diduga berpengaruh terhadap kadar Fe pada ASI yang dihasilkan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh zat gizi (makronutrien dan mikronutrien) dari makanan yang dikonsumsi oleh ibu dan pemberian jamu pelancar ASI dengan kandungan Fe dalam ASI. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian kohort intervensi dan merupakan bagian dari penelitian “Observasi Klinik Formula Jamu Pelancar Air Susu Ibu (ASI)” yang dilakukan selama bulan Maret sampai Desember 2018. Penelitian ini dilakukan di tempat praktik 6 orang dokter Saintifikasi Jamu (SJ) di wilayah eks Karesidenan Surakarta. Subjek merupakan ibu menyusui berjumlah 34 orang berusia 17–40 tahun. Data kadar Fe dalam ASI dan konsumsi makanan ibu diambil pada hari sebelum perlakuan (hari ke-0) dan setelah 28 hari pemberian jamu pelancar ASI (hari ke-28). Data konsumsi makanan dikumpulkan melalui wawancara menggunakan formulir food recall  2X24 jam yang diambil pada satu hari kerja (Senin–Jumat) dan satu hari di akhir pekan (Sabtu–Minggu). Data selanjutnya, dianalisis dengan program Nutrisurvey 2007. Hasil. Penelitian ini mendapatkan tingkat konsumsi energi, protein, lemak, karbohidrat, zat besi, dan seng kecuali vitamin C dari subjek lebih rendah dari Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk ibu menyusui. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan tidak ada perbedaan kadar Fe ASI sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil uji regresi linier menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara kadar Fe dalam ASI dengan asupan zat gizi ibu (p>0,05). Kesimpulan. Asupan gizi ibu dan pemberian jamu pelancar ASI tidak berpengaruh terhadap kadar Fe dalam ASI.

References

1. Hannan MA, Faraji B, Tanguma J, Longoria N, Rodriguez RC. Maternal Milk Concentration of Zinc, Iron, Selenium, and Iodine and Its Relationship to Dietary Intakes. Biol Trace Elem Res. 2009;127:6-15.
2. Ernawati D, Ismarwati, Hutapea HP. Analisis Kandungan Fe dalam Air Susu Ibu (ASI) pada Ibu Menyusui. J Ners dan Kebidanan. 2019;6(1):51-5.
3. Ardiny F, Rahayuni A. Hubungan Status Gizi Ibu dengan Status Gizi Bayi Usia 5-6 Bulan yang Mendapat ASI Ekslusif. J Nutr Coll. 2013;2(4):600-7.
4. Aritonang E. Pengaruh Pemberian Mie Instan Fortifikasi pada Ibu Menyusui terhadap Kadar Zink dan Besi ASI serta Pertumbuhan Linier Bayi. Disertasi. Bogor: Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor, 2007.
5. Fly A. Minerals and Trace Elements in Milk. Advances in Food and Nutrition Research. 1992;36:209-52.
6. Chierici R, Saccomandi D, Vigi V. Dietary Supplements for the Lactating Mother: Influence on the Trace Element Content of Milk. Acta Paediatr Suppl. 1999;88(430):7-13.
7. Ejezie FE, Nwagha UI, Ikekpeazu EJ, Ozoemena OFN, Onwusi EA. Assessment of Iron Content of Breast Milk in Preterm and Term Mothers in Enugu Urban. Ann Med Heal Sci Res. 2011;1(1):85-90.
8. Ernawati F, Puspitasari DS, Herman S. Perbedaan Kadar Zat Besi ASI pada Ibu Menyusui Anemia dan Tidak Anemia. PGM. 2007;30(1):8-12.
9. Sekartini R, Oedjatmiko O, Wawolumaya C, Yuniar I, Dewi R, Nycane N, et al. Prevalensi Anemia Defisiensi Besi pada Bayi Usia 4–12 Bulan di Kecamatan Matraman dan Sekitarnya, Jakarta Timur. Sari Pediatri. 2005;7:2-8.
10. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia: Suplementasi Besi Untuk Anak. Jakarta: Badan Penerbit IDAI; 2011.
11. Gunadi D, Lubis B, Rosdiana N. Terapi dan Suplementasi Besi pada Anak. Sari Pediatri. 2009;11(3):207-11.
12. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Gizi Masyarakat. Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Anemia pada Remaja Putri dan Wanita Usia Subur (WUS). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2016.
13. WHO. Haemoglobin Concentrations for the Diagnosis of Anaemia and Assessment of Severity. 2011. Diunduh dari: http://www.who.int/vmnis/indicators/haemoglobin.pdf, tanggal 8 Oktober 2020.
14. Kanazawa M, Yoshiike N, Osaka T. Criteria and Classification of Obesity in Japan and Asia-Oceania. Asia Pac J Clin Nutr. 2002;11:732-7.
15. Cai C, Harding SV, Friel JK. Breast Milk Iron Concentrations may be Lower than Previously Reported : Implications for Exclusively Breastfed Infants. Matern Pediatr Nutr J. 2015;2(1):2-5.
16. Koreti S, Prasad N. Micronutrient Content of Breast Milk; Review Article. J Evol Med Dent Sci. 2014;3(7):1633–8.
17. Shashiraj, Faridi M, Singh O, Rusia U. Mother’s Iron Status, Breastmilk Iron and Lactoferrin - Are They Related?. Eur J Clin Nutr. 2006;60:903–8.
18. Fernández-sánchez ML, De RR, St F, González H, López-sastre JB, Fernández-colomer B, et al. Iron Content and its Speciation in Human Milk from Mothers of Preterm and Full-term Infants at Early Stages of Lactation : A Comparison with Commercial Infant Milk Formulas. Microchem J. 2012;105:108-14.
19. Hamdiyah. Perbedaan Konsentrasi Zinc pada Air Susu Ibu antara Status Gizi Baik dan Kurang Energi Kronik Postpartum. Tesis. Makassar: Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin, 2017.
20. Committee on Nutritional Status During Pregnancy and Lactation Institute of Medicine. Nutrition During Lactation. Washington, D.C.: National Academy Press; 1991.
21. Rasmussen KM. The Influence of Maternal Nutrition on Lactation. Annu Rev Nutr. 2014;12:103–17.
22. Ongosi AN. Nutrient Intake and Nutrition Knowledge of Lactating Women (0-6 Months Postpartum) in A Low Socio-Economic Area in Nairobi, Kenya. Dissertation. Pretoria: University of Pretoria, 2010.
23. Nikniaz L, Mahdavi R, Gargari BP, Gayem- SJ, Nikniaz Z. Maternal Body Mass Index, Dietary Intake and Socioeconomic Status: Differential Effects on Breast Milk Zinc, Copper, and Iron Content. Heal Promot Perspect. 2011;1(2):140-6.
24. Zaidan HK, Al-Terehi M, Mamoori AMJAL, Al-Shuhaib MBS, Al-Saadi AH, Gathwan KH. Detection Some Trace Elements in Human Milk and Effect of Some Factors on its Concentrations. J Biol Med Sci. 2013;1:6-12.
25. Kumar A, Rai AK, Basu S, Dash D, Singh JS. Cord Blood and Breast Milk Iron Status in Maternal Anemia. Pediatrics. 2008;121(3):e673-7.
26. Shrimpton R, Victora CG, Onis M De, Lima C, Blo M. Worldwide Timing of Growth Faltering : Implications for Nutritional Interventions. Pediatrics. 2001;107(5): e473-80.
27. Villalpando S, Latulippe ME, Rosas G, Irurita MJ, Picciano MF, O’Connor DL. Milk Folate but not Milk Iron Concentrations may be Inadequate for Some Infants in A Rural Farming Community in San Mateo, Capulhuac, Mexico. Am J Clin Nutr. 2003;78:782–9.
28. Asakura K, Sasaki S, Murakami K, Takahashi Y, Uenishi K, Yamakawa M, et al. Iron Intake does not Significantly Correlate with Iron Deficiency among Young Japanese Women : A Cross-Sectional Study. Public Health Nutr. 2008;12(9):1373-83.
Published
2021-07-30
How to Cite
1.
Wijayanti E, Zulkarnain Z. PENGARUH ASUPAN ZAT GIZI DAN JAMU PELANCAR AIR SUSU IBU (ASI) TERHADAP KADAR ZAT BESI (Fe) ASI IBU MENYUSUI. mgmi [Internet]. 30Jul.2021 [cited 24Jan.2022];12(2):107-18. Available from: https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/mgmi/article/view/3926