HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG IODIUM DENGAN KETERSEDIAAN GARAM BERIODIUM DI RUMAH TANGGA

  • Yayuk Hartriyanti Departemen Gizi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada
  • Adi Utarini Departemen Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada
  • Djoko Agus Purwanto Fakultas Farmasi Universitas Airlangga
  • Budi Wikeko Departemen Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
  • Susetyowati Susetyowati Departemen Gizi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada
  • Toto Sudargo Departemen Gizi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada
  • A.Fahmy Arif Tsani Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro
Keywords: GAKI, asupan, iodium, pengetahuan, garam

Abstract

Latar Belakang. Iodium merupakan mikronutrien penting terutama bagi perkembangan otak janin dan anak. Iodium berperan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan sebagian besar organ terutama otak. Konsumsi iodium yang rendah dalam jangka panjang merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan gangguan akibat kekurangan iodium (GAKI). Tingkat pengetahuan mengenai GAKI dan garam beriodium berpengaruh terhadap ketersediaan dan praktik penggunaan garam beriodium. Pemerintah telah mengupayakan penanggulangan GAKI melalui fortifikasi garam dengan iodium. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan ibu tentang iodium dengan ketersediaan garam beriodium di rumah tangga dan faktor yang memengaruhinya. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional. Data diambil dari 198 rumah tangga menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Penilaian pengetahuan ibu dilakukan dengan menggunakan kuesioner dalam bentuk pertanyaan tertutup. Sementara itu, penilaian ketersediaan garam diperoleh dengan pengujian kandungan iodium (KIO3). Uji statistik yang digunakan adalah chi-square test/fisher’s exact test dan Mann Whitney U/Kruskal Wallis untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil. Sebagian besar responden tinggal di daerah dataran tinggi (74,2%), berpendidikan SD (47,5%) dan bekerja sebagai petani (41,4%). Karakteristik lokasi geografi tempat tinggal responden berhubungan dengan pengetahuan responden mengenai GAKI serta dampak dan faktor risiko GAKI (p=0,023 dan p<0,001), sedangkan pekerjaan responden berhubungan dengan pengetahuan mengenai dampak dan faktor risiko GAKI (p=0,020). Tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan pemenuhan syarat mutu kandungan KIO3 pada garam yang digunakan di rumah tangga. Namun ada kecenderungan responden yang mempunyai garam dengan KIO3 sesuai, lebih banyak pada responden dengan pengetahuan yang baik. Kesimpulan. Responden dengan pengetahuan baik lebih banyak yang memiliki garam dengan kadar iodium sesuai standar. Perlu adanya program edukasi mengenai GAKI, penggunaan dan penyimpanan garam beriodium, serta faktor penyebab penurunan kualitas garam di rumah tangga.

References

Ahad F, Ganie SA. Iodine, Iodine Metabolism and Iodine Deficiency Disorders. Indian J Endocrinol Metab. 2010;14(1):13–7.

Bernal J, Nunez J. Thyroid Hormone Action and Brain Development. Trends Endocrinol Metab. 2000;133:390–8.

Stipanuk MH. Biochemical and Psychological Aspect of Human Nutrition. 3rd Edition. Philadelphia: Saunders; 2000.

Sihotang U, Sudargo T, Widagdo D. Asupan Yodium dan Asupan Goitrogenik Hubungannya dengan Status Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) pada Anak Sekolah Dasar di Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara. J Gizi Klin Indones. 2008;5(2):60–70.

Kapil U. Health Consequences of Iodine Deficiency. Sultan Qaboos Univ Med J. 2007;7(3):267–72.

Astutik VY. Tingkat Pengetahuan, Pola Kebiasaan Lingkungan Hidup Berhubungan dengan Motivasi Ibu dalam Memilih Kondisi Garam. Jurnal Care. 2017;5(2):220-30.

Amalia L, Permatasari II, Khomsan A, Riyadi H. Pengetahuan, Sikap, dan Praktek Gizi Ibu terkait Iodium dan Pemilihan Jenis Garam Rumah Tangga di Wilayah Pegunungan Cianjur. J Gizi dan Pangan. 2015;10(2):133–40.

Mulyantoro DK, Triastuti A, Setyani A. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang GAKI, Sikap dan Praktek dengan Kualitas Garam Beriodium di Rumah Tangga. MGMI. 2014;5(2):125–38.

Wirakusuma I. Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Ibu Rumah Tangga terhadap Penggunaan Garam Beriodium di Wilayah Kerja Puskesmas Petang II, Kabupaten Badung. Laporan Penelitian. Denpasar; 2016.

Setiarini EA, Jazilah J, Waryana W. Tingkat Pengetahuan GAKI dengan Penanganan Garam Beriodium oleh Ibu Rumah Tangga di Desa Belah, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan. MGMI. 2010;2(1):39–45.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI. Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2013.

Tim GAKY Provinsi Jawa Tengah. Surveilans GAKI di Jawa Tengah. Semarang: Tim GAKY Provinsi Jawa Tengah; 2014.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan RI. Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 2004. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan RI; 2004.

Susanto DH, Suryana M, Wahyudin A, Septyani S, Yulisa, Vera. Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Ibu Rumah Tangga Mengenai Konsumsi Yodium dan Faktor yang Berhubungan di Kelurahan Kelapa Dua Jakarta Barat. J Kedokt Meditek. 2011;17(45):11–20.

Wang Z, Wu Y, Shi Z, Song J, Wang G, Xu C, et al. Association of Iodine-related Knowledge, Attitudes and Behaviours with Urinary Iodine Excretion in Pregnant Women with Mild Iodine Deficiency. J Hum Nutr Diet. 2021;34(2):314–23.

Setyani A, Nurcahyani YD, Mulyantoro DK. Faktor Sosial Ekonomi yang Berhubungan dengan Kadar Iodium dalam Garam Rumah Tangga. MGMI. 2015;7(1):25–34.

Khan JR, Biswas RK, Sheikh MT, Huq M. Factors associated with The Availability of Iodized Salt at Household Level: A Case Study in Bangladesh. Public Health Nutr. 2019;22(10):1815–23.

Akbar H, Nur H, Sarman, Paundanan M. Pengetahuan Ibu Berkaitan dengan Penggunaan Garam Beryodium di Tingkat Rumah Tangga di Desa Muntoi Kecamatan Passi Barat. Info Kesehatan. 2021;11(2):389–93.

Handayani E, Saraswati DD, Munayarokh. Perbedaan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil tentang Penggunaan Garam Beriodium di Wilayah Puskesmas Borobudur Kabupaten Magelang Tahun 2013. J Kebidanan. 2013;2(5):20–27.

Tariku WB, Mazengia AL. Knowledge and Utilization of Iodized Salt and Its Associated Factors at Household Level in Mecha District, Northwest Ethiopia. Journal of Nutrition and Metabolism. 2019:1-8.

Donuata AZ. Faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan garam beryodium di Desa Fatukoto, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Prop. NTT. Skripsi. Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada; 2008.

Irawati TE. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Konsumsi Garam Beryodium dan Kaitannya dengan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium Ibu Hamil di Wilayah Kabupaten Gunung Kidul. Tesis. Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada; 2005.

Saleh M, Picauly I, Ludji IDR. Mother’s Behavior, Family Income and Availability of Iodized Salt in the Household. Humanist Netw Sci Technol. 2018;2(4):508–11.

WHO/UNICEF/ICCIDD. Assessment of Iodine Deficiency Disorders and Monitoring their Elimination 2nd ed. USA: WHO; 2001.

Diosady LL, Alberti JO, Mannar MGV, FitzGerald S. Stability of Iodine in Iodized Salt Used for Correction of Iodine Deficiency Disorders II. Food and Nutrition Bulletin. 1998;19(3):249–50.

Published
2021-12-06
How to Cite
1.
Hartriyanti Y, Utarini A, Purwanto D, Wikeko B, Susetyowati S, Sudargo T, Tsani A. HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG IODIUM DENGAN KETERSEDIAAN GARAM BERIODIUM DI RUMAH TANGGA. mgmi [Internet]. 6Dec.2021 [cited 20May2022];13(1):25-6. Available from: https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/mgmi/article/view/4424