SENSITIVITAS DAN SPESIFISITAS INSTRUMEN SKRINING HIPOTIROID UNTUK DIAGNOSIS HIPOTIROID PADA ANAK BATITA DI DAERAH ENDEMIK GAKI

  • Yusi Dwi Nurcahyani
  • Donny Kristanto Mulyantoro
  • Prihatin Broto Sukandar
  • Mohamad Samsudin
  • Nur Ihsan
Keywords: instrumen skrining hipotiroid, sensitivitas, spesifisitas, anak batita

Abstract

Latar Belakang. Penemuan kasus dan pengobatan dini hipotiroid pada anak batita sangat penting karena keterlambatan hal tersebut menyebabkan kelainan intelektual dan atau fungsi neurologis yang menetap. Penegakan diagnosis hipotiroid lebih akurat dengan pemeriksaan laboratorium, tetapi akan mahal dan kurang praktis jika di lakukan di lapangan. Instrumen skrining hipotiroid dapat digunakan sebagai alternatif untuk mendeteksi hipotiroid pada anak batita. Instrumen seharusnya mudah, murah, dan memberikan hasil diagnostik yang dapat diandalkan. Tujuan. Tujuan penelitian untuk mendapatkan sensitifitas dan spesifisitas instrumen skrining hipotiroid. Metode. Penelitian observasional dengan desain uji diagnostik ini dilakukan di kabupaten Magelang, Wonosobo, Temanggung, Purworejo, Situbondo dan Jember, selama 10 bulan. Variabel yang dianalisis adalah 26 gejala hipotiroid pada anak batita. Baku emas berdasarkan pemeriksaan laboratorium kadar TSH dan fT4. Analisis untuk mendapatkan nilai sensitifitas dan spesitifitas dilakukan tabulasi silang dengan tingkat kemaknaan 5%. Hasil. Nilai sensitivitas dan spesifisitas instrumen skrining hipotiroid (ISH) dengan cut off >5 dibandingkan dengan baku emas rendah (Se 26,3, Sp 90,3; area under curve (AUC) 58,3%). Kekuatan hubungan antara skor ISH dengan cut off >5 dibandingkan baku emas adalah OR 3,329 (1,621-6,835; 95% CI). Uji multivariat mengoreksi probabilitas anak batita yang mempunyai skor ISH >5 untuk menjadi hipotiroid 2,253 (1,011-5,022 95% CI) dan terjadi peningkatan area under the curve (AUC) menjadi 70%. Kesimpulan. Instrumen skrining hipotiroid pada anak batita kurang sensitif dan kurang spesifik untuk mendiagnosis hipotiroid.

References

Delange F, Hetzel BS. The Scientific Basis for the Elimination of Brain Damage Due to Iodium Deficiency. In: Hetzel BS, editor. Towards the Global Elimination of Brain Damage Due to Iodium Deficiency: A Global Program for Human Development with a Model Applicable to a Variety of Health, Social and Environmental Problems. New York: Oxford University Press; 2004. p. 151.

Bettendorf M. Thyroid Disorders in Children from Birth to Adolescence. Eur J Nucl Med. 2005; 29 (Suppl. 2): S439–S446.

Moog NK, Entringer S, Heim C, Wadhwa PD, Kathmann N, Buss C. Influence of Maternal Thyroid Hormones during Gestation on Fetal Brain Development. Neuroscience. 2017; 342: 68-100.

Brown RS. The Thyroid. In: Brook CGD, Clayton PE, Brown RS, editors. Brook’s Clinical Pediatric Endocrinology 6th edition. London: Willey & Blackwell; 2009. p. 250.

Compos MLP, Musso M, Keselman A, Gruneiro L, Bergada I, Chiesa A. Cognitive Profiles of Patients with Early Detected and Treated Congenital Hypothyroidism. Arch Argent Pediatr. 2017;115(1): 12-7.

Ford G, LaFranchi SH. Screening for Congenital Hypothyroidism: A Worldwide View of Strategies. Best Practice & Research Clinical Endocrinology & Metabolism. Clin Endocrinol & Metab. 2014; 28 (2): 175-87.

Rustama DS, Fadil MR, Harahap ER, Primadi A. Newborn Screening in Indonesia. Southeast. 2003; 34 (supp 3): 76-80.

Dussault JH. Neonatal Screening for Congenital Hypothyroidism. Clinics in Laboratory Medicine. 1993; 13: 645-50.

Diaz A, Diaz EGL. Hypothyroidism. Pediatrics in Review. 2014; 35: 336-49.

Counts D, Varma SK. Hypothyroidism in Children. Pediatric Review. 2009; 30: 251-8.

Sastroasmoro S, Ismael S. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis. Jakarta: Bina Rupa Aksara; 2011.

Grant DB, Smith I, Fuggle PW, Tokar S, Chapple J. Congenital Hypothyroidism Detected by Neonatal Screening: Relationship between Biochemical Severity and Early Clinical Features. Arch Dis Child. 1992; 67: 87-90.

Deliana M, Batubara JRL, Tridjaja B, Pulungan AB. Hipotiroidisme Kongenital di Bagian Ilmu Kesehatan Anak RS Ciptomangunkusumo Jakarta, Tahun 1992-2002. Sari Pediatri. 2003; 5 (2): 79–84.

Wirawan A, Sunartini, Suryawan B, Soetjiningsih. Tumbuh Kembang Anak Hipotiroid Kongenital yang Diterapi Dini dengan Levo-tiroksin dan Dosis Awal Tinggi. Sari Pediatri. 2013; 15 (2): 79–84.

Dinkes Propinsi Jawa Tengah. Evaluasi Program Penanggulangan GAKY di Daerah Endemis di Jawa Tengah Tahun 2004. Laporan. Semarang: Dinkes Propinsi Jawa Tengah; 2004.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI. Hasil Riset Kesehatan Dasar Nasional. Laporan. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2007.

Dahlan MS. Besar Sampel dan Cara Pengambilan Sampel dalam Penelitian Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika; 2010.

Hetzel BS. SOS for a Billion - The Nature and Magnitude of the Iodine Deficiency Disorders. In: Hetzel BS, Pandav CS, editors. SOS for a Billion - The Conquest of Iodine Deficiency Disorders, 2nd ed. Delhi: Oxford Univ.Press; 1996. p. 18.

Völzke H, Lüdemann J, Robinson DM, Spieker KW, Schwahn C, Kramer A, et al. The Prevalence of Undiagnosed Thyroid Disorders in a Previously Iodine-Deficient Area. Thyroid. 2003; 13 (8): 803-10.

Hunter I, Greene SA, McDonald M, Morris AD. Prevalence and Aetiology of Hyperthyroidism in The Young. Arch Dis Child. 2000; 83: 207-10.

Rustama DS. Neonatal Hypotiroidism. Jurnal GAKY Indonesia. 2002; 2(1): 25-31.

Zimmermann MB. The Role of Iodine in Human Growth and Development. Semin Cell Dev Biol. 2011; 22 (6): 645-52.

Susanto R. Kelainan Tiroid Masa Bayi. Thyroidology Update. Semarang: 21-22 Nopember 2009.

Canaris GJ, Steiner JF, Ridgway EC. Do Traditional Symptoms of Hypothyroidism Correlate with Biochemical Disease? J Gen Intern Med. 1997; 12: 544–50.

Ayna B, Tumen DS, Celenk S, Bolgul B. Dental Treatment Way of Congenital Hypothyroidism: Case Report. International Dental and Medical Disorders. 2008; 1: 34-6.

Zulewski H, Muller B, Exer P, Miserez AR, Staub JJ. Estimation of Tissue Hypothyroidism by A New Clinical Score: Evaluation of Patients with Various Grades of Hypothyroidism and Controls. JCEM. 1997; 82 (3): 771-6.

Samsudin M, Kumorowulan S, Supadmi S. Nilai Diagnostik Indikator Fisik Dibandingkan Baku Emas untuk Menegakkan Diagnosis Terduga Kretin pada Batita. MGMI. 2014; 5 (2): 111-24.

Canaris GJ, Manowitz NR, Mayor G, Ridgway EC. The Colorado Thyroid Disease Prevalence Study. Arch Intern Med. 2000; 160: 526–34.

Baker-Henningham H, Grantham-McGregor S. Gizi dan Perkembangan Anak. Dalam: Gibney MJ, Margetts BM, Kearney JM, Arab L, editors. Gizi Kesehatan Masyarakat. Alih Bahasa: Hartono A. Jakarta: EGC; 2009.

Damanik PEG, Siregar MA, Aritonang EY. Hubungan Status Gizi, Pemberian Asi Eksklusif, Status Imunisasi Dasar dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Anak Usia 12-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Glugur Darat Kota Medan. 2015. Diunduh dari http://jurnal.usu.ac.id/index.php/gkre/article/view/8580 tanggal 8 Mei 2017.

Depkes RI. Pelayanan Kesehatan Neonatal Esensial. Jakarta: Departemen Kesehatan; 2005.

Salawati L. Hubungan Usia, Paritas Dan Pekerjaan Ibu Hamil Dengan Bayi Berat Lahir Rendah. J Kedokteran Syiah Kual. 2012; 12 (3): 138-42.

Published
2018-12-12
How to Cite
1.
Nurcahyani Y, Mulyantoro D, Sukandar P, Samsudin M, Ihsan N. SENSITIVITAS DAN SPESIFISITAS INSTRUMEN SKRINING HIPOTIROID UNTUK DIAGNOSIS HIPOTIROID PADA ANAK BATITA DI DAERAH ENDEMIK GAKI. mgmi [Internet]. 12Dec.2018 [cited 19May2022];8(2):89-02. Available from: https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/mgmi/article/view/520