Akses Remaja dengan Komplikasi Kehamilan terhadap Pelayanan Persalinan dan Kelangsungan Hidup Anak di Indonesia

Access of Adolescents with Pregnancy Complications to Delivery Services and Child Survival in Indonesia

  • Tin Afifah Pusat Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat, Badan Litbang Kesehatan
  • Novianti Novianti Pusat Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat, Badan Litbang Kesehatan
  • Suparmi Suparmi Pusat Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat, Badan Litbang Kesehatan
  • Kemal Nazaruddin Siregar Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia
  • Nurillah Amaliah Pusat Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat, Badan Litbang Kesehatan
  • Lamria Pangaribuan Pusat Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat, Badan Litbang Kesehatan
  • Ning Sulistiyoawati Pusat Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat, Badan Litbang Kesehatan
Keywords: Komplikasi kehamilan, kesehatan reproduksi remaja, pelayanan persalinan, kelangsungan hidup anak

Abstract

Abstract

Age-Specific Death Rate (ASDR) cases of maternal death are highest in the adolescent group (<20 years). Adolescent pregnancy is a risky pregnancy, so it is necessary to deliver at health facilities.   A complication of pregnancy in adolescents is also at risk of childhood mortality. The study aims to assess the access of pregnant adolescents with complications to delivery facilities and the relation with the survival of the child. This study is a secondary data analysis of the 2017 Indonesia Demographic and Health Survey (IDHS). The unit of analysis of live births five years preceding survey, and mother's age birth before 35 years (14,634 live births). There are 2 dependent variables: access to delivery services (skill birth attendant and health facilities); and survival of the child (neonatal, infant and under-five mortality). Interest variables is multiple high-risk category, a combination of morbidity status (complications during pregnancy) and age adolescents (<20 years) compared adults (20-34 years). Covariate variables are parity and characteristics (mother’s education, residence and wealth index). Statistical test with logistic regression, 95%CI. All pregnancies with complications were significant association with neonatal and infant mortality. Specifically adolescent pregnancy with complications is also significantly associated with under-five mortality. In adolescents with pregnancy complications had OR neonatal mortality=7.4, OR infant mortality=4.56 and OR infant mortality=3.73, compared with adults pregnant without complication. Pregnancies ages 20-34 with complications having neonatal OR=1.95 and OR infant mortality=1.64. Pregnant adolescents are significantly associated with facilities of delivery (OR<1). The conclusions are: the access of adolescents with pregnancy complications to childbirth at the health facility is still low; adolescent pregnancy with complications is significantly related to childhood mortality and the highest risk of neonatal mortality.

ABSTRAK 

Age Spesific Death Rate (ASDR) kasus kematian maternal tertinggi pada kelompok remaja (<20 tahun). Kehamilan pada usia remaja merupakan kehamilan berrisiko, sehingga mereka perlu akses ke fasilitas persalinan yang aman. Kehamilan dengan komplikasi pada remaja juga berisiko terhadap kematian anaknya. Tujuan studi untuk menilai akses remaja yang hamil dengan komplikasi terhadap pelayanan persalinan dan mengetahui status kelangsungan hidup anaknya. Studi ini merupakan analisis data sekunder Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017. Unit analisis adalah kelahiran hidup periode lima tahun sebelum survey dan saat dilahirkan usia ibu belum mencapai 35 tahun (14.634 kelahiran hidup). Variabel dependen yang diteliti ada 2: akses ke pelayanan persalinan (tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan); dan kelangsungan hidup anak (kematian: neonatal, bayi, dan balita). Variabel interes adalah status ganda yaitu kombinasi status komplikasi kehamilan dan umur risiko remaja dibandingkan umur tidak berisiko (20-34 tahun). Variabel kovariat: paritas dan karakteristik (pendidikan, tempat tinggal dan indeks kekayaan). Uji statistik dengan regresi logistik, 95%CI. Semua kehamilan dengan komplikasi berhubungan signifikan dengan kematian neonatal dan bayi bila dibandingkan dengan kehamilan usia 20-34 tanpa komplikasi. Khusus kehamilan remaja dengan komplikasi juga berhubungan signifikan dengan kematian balita. Pada remaja dengan komplikasi kehamilan mempunyai OR kematian neonatal=7,4, OR kematian bayi=4,56 dan OR kematian balita=3,73. Kehamilan usia 20-34 dengan komplikasi mempunyai OR neonatal=1,95 dan OR kematian bayi=1,64. Remaja hamil berhubungan signifikan dengan persalinan di fasyankes (OR<1). Kesimpulan studi ini adalah akses remaja dengan kehamilan komplikasi terhadap persalinan di fasyankes masih rendah. Kehamilan remaja dengan komplikasi berhubungan signifikan dengan kematian anak, dan risiko paling tinggi terhadap kematian neonatus. 

 

References

WHO. Sustainable Development Goals (SDGs) [Internet]. Available from: www. who.int

McCarthy J, Maine D. A Framework for Analyzing the Determinants of Maternal Mortality. Stud Fam Plann. 1992 Jan 1;23:23– 33.

Royston, Erica, Amrstrong S. Preventing Maternal Deaths [Internet]. Switzerland: World Health Organization; 1989. 233 p. Available from: https://apps.who.int/iris/ handle/10665/39933

Kirbas A, Gulerman HC, Daglar K. Pregnancy in AdolescenceL Is it an Obstetrical Risk? J Pediatr Adolesc Gynecol [Internet]. 2016;29(4):367–71. Available from: https:// www.sciencedirect.com/science/article/abs/ pii/S1083318815004489

Vargas L, De Felice F, Petrillo A. Editorial journal of Multicriteria Decision Analysis Special Issue on “Industrial and Manufacturing Engineering: Theory and Application using AHP/ANP.” J Multi- Criteria Decis Anal. 2017;24(5–6):201–2.

WHO. WHO Guidelines on Preventing Early Pregnancy and Poor Reproductive Outcomes Among Adolescents in Developing Countries [Internet]. Geneva: WHO press; 2011. Available from: https://www.who. int/immunization/hpv/target/preventing_ early_pregnancy_and_poor_reproductive_ outcomes_who_2006.pdf

Flemin N, Natalia Ng, Osborne C, Biederman S, Yasseen AS, Jessica DY, White RR, Walker M. Adolescent Pregnancy Outcomes in the Province of Ontario: A Cohort Study. J od Pediatr Adolesc Gynecol Canada [Internet]. 35(3):234–45. Available from: https://www. sciencedirect.com/science/article/abs/pii/ S1701216315309956

Ghose S, John LB. Obstetrics and Psychosocial Outcome of Teenage Pregnancy. J Evol Med Dent Sci. 2013;2(45 November 11):8745–8.

Momeni M, Esfandyarpour M, Danaei M. The Neglected Sociobehavioral Risk Factors of Low Birth Weight. Soc Determ Heal. 2016;1(3):97–103.

Azevedo WF De, Diniz MB, Evangelista CB. Complications in Adolescent Pregnancy: Systematic Review of the Literature. SciELOo Paulo). 2015;13(55 11):618–26.

BPS. Angka Kematian Ibu Menurut Region: SUPAS 2015.

BKKBN. BPS. Kementerian Kesehatan. ICF. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2017. Jakarta; BKKBN. BPS. Kementerian Kesehatan; 2018.

Afifah T, Tejayanti T, Saptarini I, Rizkianti A, Usman Y, Senewe FP, et al. Maternal Death in Indonesia: Follow-Up Study of the 2010 Indonesia Population Census. J Kesehat Reproduksi [Internet]. 2016;7(1):1– 13. Available from: http://ejournal.litbang.kemkes.go.id/index.php/kespro/article/ view/5102

Anggondowati T, El-Mohandes AAE, Qomariyah SN, Kiely M, Ryon JJ, Gipson RF, et al. Maternal characteristics and obstetrical complications impact neonatal outcomes in Indonesia: A prospective study. BMC Pregnancy Childbirth [Internet]. 2017;17(1):1–12. Available from: https:// bmcpregnancychildbirth.biomedcentral.com/ articles/10.1186/s12884-017-1280-1

Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 97 Tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, Dan Masa Sesudah Melahirkan, Penyelenggaraan Pelayanan Kontrasepsi, Serta Pelayanan Kesehatan Seksual. Jakarta : Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI; 2014.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Laporan_Nasional_RKD2018_ FINAL.pdf [Internet]. Jakarta, Indonesia: Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2018. Available from: http://labmandat.litbang.depkes. go.id/images/download/laporan/RKD/2018/ Laporan_Nasional_RKD2018_FINAL.pdf

Kementerian Sekretariat Negara RI. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2016 Tentang Fasilitas Pelayanan Kesehatan [Internet]. 2016. Available from: https:// peraturan.bpk.go.id/Home/Details/5768/pp- no-47-tahun-2016

Surbakti P. Survei Sosial Ekonomi Nasional. Suatu Sumber Data Berkesinambungan untuk Analisis Kesejahteraan Rakyat di Indonesia. Jakarta: Biro Pusat Statistik; 1995.

Menteri Kesehatan. Paparan Menteri Kesehatan pada Hari Kesehatan Nasional, Bintaro, 12 November 2019. 2019.

H. Setyowati ER et al. Faktor Determinan dan Resiko Kehamilan Remaja di Kecamatan Magelang Selatan Tahun 2017,. In: Proceeding The 6Th University Research Colloquium 2017, Univeritas Muhammadiyah Magelang. Magelang; 2017. p. 377–84.

Aryastami NK, Shankar A, Kusumawardani N, Besral B, Jahari AB, Achadi E. Low birth weight was the most dominant predictor associated with stunting among children aged 12–23 months in Indonesia. BMC Nutr. 2017;3(1):16.

WHO. Adolescence Pregnancy [Internet]. Key Fact. Available from: https://www.who. int/news-room/fact-sheets/detail/adolescent- pregnancy

Mayor S. Pregnancy and childbirth are leading causes of death in teenage girls in developing countries BMJ. BMJ. 2004;328(1152).

Widyawati E, Pierewan AC. Determinan Pernikahan Usia Dini Di Indonesia. SOCIA J Ilmu-Ilmu Sos. 2017;14(1).

Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 97 Tahun 2014. Jakarta : Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI; 2014.

Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Rencana Strategi Kementerian Kesehatan 2015-2019. Jakarta : Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI; 2014.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Petunjuk Teknis Penggunaan Buku KIA. Kementrian Kesehatan RI. Jakarta: Direktorat Bina Kesehatan Anak; 2015.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil [Internet]. Jakarta, Indonesia: Dirjen Bina Gizi - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2011. Available from: https:// libportal.jica.go.jp/library/Archive/ Indonesia/232i.pdf

Siswanto. Laporan Survei Indikator Kesehatan Nasional ( Sirkesnas ) 2016 Laporan Survei Indikator Kesehatan Nasional ( Sirkesnas ) 2016 Rangkuman Eksekutif [Internet]. 2019. Available from: https://www.litbang.kemkes. go.id/laporan-hasil-riset-lainnya/

IR. Zukrufiana., HF, Kurniawati. A. A Systematic Literatur Reveiw-Experience Antenatal Care in Adolescent Pregnancy: Book Of AbstractThe 5th Universitas Ahman Dahlan Public Health Cobference (UPHEC) 2019. Yogyakarta: Faculty Public Health, University Ahmad Dahlan; 2019. 67 p.

Afifah T. Perkawinan Dini dan Dampak Status Gizi pada Anak (Analisis Data Riskesdas 2010). Gizi Indones. 2011;34(2):109–19.

Published
2020-01-15
Section
Articles