Pengembangan Modul Konseling Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR) bagi Bidan

  • Ferina Ferina Jurusan Kebidanan Bandung, Politeknik Kesehatan Bandung
  • Benny Hasan Purwara Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran
  • Elsa Pudji Setiawati Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran
  • Hadi Susiarno Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran
  • Muniroh Abdurrahman Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran
  • Hadyana Sukandar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran
Keywords: modul, konseling, Alat Kontrasepsi dalam Rahim, bidan

Abstract

Abstract

The participation of IUD contraception has not reached a satisfactory rate. The factor that caused this because acceptors did not receive side-effects, fears of sexual intercourse disorders and the risk of malignancy. Lack of information through counseling causes this problems. It caused the ability of midwives to do counseling is still low. The counseling guide available on the form of Family Planning Decision Making Tools (ABPK) with the form of structured counseling has not been able to encourage midwives to conduct counseling properly. Too many ABPK sheets make it difficult for midwives to apply counseling practices. The aim of this study was to develop a IUD counseling module. The research design used was exploratory qualitative with a narrative approach. Samples were selected by purposive sampling, consisting of two counseling experts, three obstetricians experts, three experts from midwifery person from an Indonesian language expert, eight midwives practitioners and eight women of reproductive age. Data was collected by in-depth interviews of experts. Data were processed through the stages of transcription, reduction, coding, categorization to form a theme. The theme obtained was then developed into a draft module with a narrative literature review approach to produce a draft module for IUD counseling. The validity test of qualitative data was carried out by triangulation through midwife group discussions, discussion groups of fertile age women, and expert judgement in April to July 2017. The results of this study are a prototype of the IUD counseling module that can be applied as a guide for midwives because this module does not only contain how the technique of counseling, what will be conveyed in counseling and what distinguishes it from the previous module, in this module there is preparation that strengthens an important midwife to carry out counseling.

Abstrak

Keikutsertaan kontrasepsi Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR) hingga saat ini belum memuaskan. Faktor yang menyebabkan diantaranya akseptor tidak menerima efek samping, khawatir gangguan hubungan seksual, dan risiko keganasan. Informasi melalui konseling yang kurang berkualitas menyebabkan masalah tersebut. Hal ini terjadi karena kemampuan bidan melakukan konseling masih rendah. Panduan konseling berupa Alat Bantu Pengambilan Keputusan ber-KB (ABPK) dengan bentuk konseling terstrukur belum mampu mendorong bidan melakukan konseling dengan baik. Lembar ABPK yang terlalu banyak menyulitkan bidan untuk konseling. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan modul konseling AKDR. Desain penelitian ini adalah exploratory qualitative dengan pendekatan naratif. Sampel dipilih dengan purposive sampling, terdiri dari 2 pakar konseling, 3 pakar Keluarga Berencana (KB)-dokter spesialis obstetri dan ginekologi, 3 pakar bidan, 1 pakar bahasa Indonesia, 8 praktisi bidan dan 8 Wanita Usia Subur (WUS). Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam untuk mendapatkan penjelasan yang memadai dari pakar. Data diolah melalui tahap transkripsi, reduksi, koding, kategorisasi hingga terbentuk tema. Tema yang diperoleh kemudian dikembangkan menjadi draf modul dengan pendekatan narrative literature review hingga dihasilkan draf modul konseling AKDR. Uji keabsahan data kualitatif dilakukan dengan triangulasi melalui diskusi kelompok bidan, diskusi kelompok WUS, dan expert judgement pada bulan April-Juli 2017. Hasil penelitian ini berupa prototipe modul konseling AKDR yang dapat diterapkan untuk menjadi panduan bagi bidan karena modul ini tidak hanya berisi bagaimana teknik konseling, informasi yang disampaikan dalam konseling dan yang membedakan dengan modul sebelumnya, dalam modul ini terdapat persiapan yang menguatkan seorang bidan penting melaksanakan konseling.

References

Buhling KJ, Zite NB, Lotke P, Black K, Group W. Worldwide Use of Intrauterine Contraception : a Review. Contraception. 2014;89(3):162-173.doi:10.1016/j. contraception.2013.11.011

Alnakash AH. Influence of IUD Perceptions on Method Discontinuation. Contraception. 2008;78:290-293.doi:10.1016/j. contraception.2008.05.009

Arsyaningsih N, Suhartono, Suherni T. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Pelayanan Konseling KB AKDR oleh Bidan di Wilayah Kerja Puskesmas Wiradesa Kabupaten Pekalongan Tahun 2013. J Kebidanan. 2014;3(6):17-29.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. Survei Demografi Dan Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2013.

Kurniawan R, Hardhana B, Yudianto, eds. Data Dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2018.

Kusumastuti, Purnami CT, Tjondrorini. Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pelayanan Kontrasepsi oleh Bidan di Kabupaten Kebumen. J Ilm Kesehat Keperawatan. 2015;11(2):91-103.

Tyler CP, Whiteman MK, Zapata LB, Curtis KM. Health Care Provider Attitudes and Practices Related to Intrauterine Devices for Nulliparous Women. Obstet Gynecol. 2012;119(4):762-771. doi:10.1097/ AOG.0b013e31824aca39

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan KB. Modul Diklat Teknis Penggunaan Alat Bantu Pengambilan Keputusan (ABPK) Dalam KIP/Konseling KB. 2nd ed. Jakarta: Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan KB Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional; 2015.

Rokhmah J. Evaluasi Penggunaan Alat Bantu Pengambilan Keputusan (ABPK) dalam Pelayanan Keluarga Berencana oleh Bidan Puskesmas di Kota Cirebon. 2014.

Cronin P, Ryan F, Coughlan M. Undertaking a literature review : a step-by-step approach. Br J Nurs.2008;17(1):38-43. doi:10.12968/ bjon.2008.17.1.28059

Cresswell JW. Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. 4th ed. (Knight V, ed.). Los Angeles: SAGE Publications; 2014.

Widayati RS, Widagdo L, Purnami CT. Analisis Pelaksanaan Konseling Kontrasepsi oleh Bidan di Wilayah Dinas Kesehatan Kota Surakarta. GASTER. 2014;11(2):78-87.

Dehlendorf C, Krajewski C, Borrero S. Contraceptive Counseling : Best Practices to Ensure Quality Communication and Enable Effective Contraceptive Use. Clin Obstet Gynecol. 2014;57(4):659-673.

Corey G. Theory and Practice of Counseling and Psychotherapy. 9th ed. (Dobrin S, ed.). Belmont, USA: Cengage Learning; 2013.

Nystul MS. Introduction to Counseling: An Art and Science Perspective. 5th ed. SAGE Publications; 2015.

Byrom S, Downe S. ‘She sort of shines’: midwives’ accounts of ‘good’ midwife- ry and ‘good’ leadership. Midwife- ry. 2010;26(1):126-137. doi:10.1016/j. midw.2008.01.011

Bluff R, Ed C, Midwifery FE. The ef- ficacy of midwifery role models. Mid- wifery. 2008;24:301-309. doi:10.1016/j. midw.2005.02.008

Published
2019-04-14
Section
Articles