Kajian Tumbuhan Obat yang Banyak Digunakan untuk Aprodisiaka oleh Beberapa Etnis Indonesia

  • Fauzi Fauzi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
  • Harto Widodo Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
  • Sari Haryanti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Keywords: Tumbuhan obat, aprodisiaka, etnis, indonesia

Abstract

Abstract

Sexual disorders in men can cause depression, stress, unable to have children so thatit disrupts family harmony. To overcome this problem, various ethnic groups from generation to generation utilize the plants around them. Any substance that arousing sexual desire or libido is known as aphrodisiac. This article aims to find out the types of plants and plants that are often used by various ethnic groups in Indonesia for aphrodisiacs. Data were obtained from Data Management Laboratory of NIHRD Republic of Indonesia. The method was carried out through literature review with searches from various references and analysis of data from community-based ethnomedicine and medicinal plant sexploration activities in Indonesiain 2012, 2015, and 2017. Based on data analysis, it was identified 204 types of plants used for aphrodisiacs included in 78 families. There are five families of plants that are widely used, namely Zingiberaceae, Euphorbiaceae, Arecaceae, Fabaceae, and Rubiaceae. The type of plant that is often used isImperata cylindrica (L.) Raeusch. (19 ethnicities), Zingiber officinale Roscoe. (used in 17 ethnicities) Areca catechu L. (14 ethnicitiies), Eurycoma longifolia Jack. (10 ethnicities), and Piper nigrum L. (9 ethnicities). Based on literature studies, plants that have been carried out pre-clinical testing as aphrodisiacs are Zingiber officinale Roscoe., Eurycoma longifolia Jack, and Piper nigrum

Abstrak

Gangguan seksual pada pria dapat menyebabkan depresi, stres, dan tidak dapat memiliki keturunan sehingga mengganggu keharmonisan rumah tangga. Untuk mengatasai masalah tersebut, berbagai etnis di Indonesia secara turun temurun memanfaatkan tumbuhan di sekitar mereka. Suatu bahan yang memiliki efek membangkitkan gairah seksual atau libido dikenal dengan sebutan aprodisiaka. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui golongan famili dan jenis tumbuhan yang sering digunakan berbagai etnis di Indonesia untuk aprodisiaka. Data diperoleh dari Laboratorium Manajeman Data, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI. Metode dilakukan melalui tinjauan literatur dengan penelusuran dari berbagai referensi dan analisis data hasil kegiatan eksplorasi pengetahuan lokal etnomedisin dan tumbuhan obat berbasis komunitas di Indonesia yang dilaksanakan pada tahun 2012, 2015, dan 2017. Berdasarkan analisis data, teridentifikasi 204 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan untuk aprodisiaka yang termasuk ke dalam 78 famili. Terdapat lima famili tumbuhan yang banyak digunakan, yaitu Zingiberaceae, Euphorbiaceae, Arecaceae, Fabaceae, dan Rubiaceae. Jenis tumbuhan yang sering digunakan adalah Imperata cylindrica (L.) Raeusch. (digunakan oleh 19 etnis), Zingiber officinale Roscoe. (17 etnis), Areca catechu L.(14 etnis), Eurycoma longifolia Jack. (10 etnis), dan Piper nigrum L. (9 etnis). Berdasarkan studi literatur, tumbuhan yang sudah dilakukan uji praklinik sebagai aprodisiaka adalah Zingiber officinale Roscoe, Eurycoma longifolia Jack, dan Piper nigrum L.

References

Pallavi KJ, Ramandeep S, Sarabjeet S, Karam S, Mamta F, Vinod S. Aphrodisiac Agents From Medicinal Plants: Review. JChem PharmRes. 2011;3(2):911–21.

Boddi V, Fanni E, Castellini G, Fisher AD, Corona G, Mario M. Conflicts Within the Family and Within the Couple as Contextual Factors in the Determinism of Male Sexual Dysfunction. J Sex Med. 2015;12(12):2425– 35.

Ardiyanto D, Aries Mana T. Kadar Testosteron Darah Pasien Setelah Pemberian Jamu Aprodisiaka Di Rumah Riset Jamu“Hortus Medicus” Tawangmangu. J Sains dan Kesehat. 2015 Mar;1(5):263–7.

Yakubu MT, Akanji MA, Oladiji AT. Male sexual dysfunction and methods used in assessing medicinal plants with aphrodisiac potentials. Pharmacognosy. 2007;1(1):49– 56.

Word Health Organitation (WHO). WH. Defining sexual health: report of a technical consultation on sexual health In: WHO Press. 2006. p. 28–31.

Rahayu M, Sunarti S, Sulistiarini D, Prawiroatmodjo S. Pemanfaatan Tumbuhan Obat secara Tradisional oleh Masyarakat Lokal di Pulau Wawonii, Sulawesi Tenggara Traditonal. Biodiversitas. 2006;7(3):245–50.

Balitbangkes. Laporan Nasional Riskesdas 2013. Jakarta: Balitbangkes; 2013.

Sinambela J. Standarisasi sediaan obat herba. In: seminar dan pameran nasional POKJANAS TOI. 2003.

Jumiarni WO, Oom K. Masyarakat Suku Muna Di Permukiman Kota Wuna Inventory of Medicinal Plants As Utilized By Muna Tribe in. Tradit Med. 2017;22(1):45–56.

Anandita DW, Nurlaila, Pramono S. Pengaruh Minyak Atsiri dan Ekstrak Etanolik Bebas Minyak Atsiri Dari Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Rosc. klon merah) Terhadap Efek Aprodisiaka pada Tikus Jantan. Maj Obat Tradis. 2012;17(1):8–14.

Shishovska M, Arsova - Sarafinovska Z, Memeti S. A Simple Method for Determina- tion of Protodioscin in Tribulus terrestris L. and Pharmaceuticals by High-Performance Liquid Chromatography Using Diode-Array Detection. J Chem Eng Res Updat [Inter- net]. 2015;2(1):12–21. Available from: http:// www.avantipublishers.com/downloads/ jceruv2n1a2/

Gauthaman K, Adaikan PG, Prasad RNV. Aphrodisiac properties of Tribulus terrestrisextract (Protodioscin) in normal and castrated rats. Life Sci. 2002;71(12):1385–

Widodo H, Rahmah A, Kasiamdari RS. Hubungan Fenetik Aksesi Purwoceng (Pimpinella pruatjan Molkenb.) Berdasarkan Karakter Morfologi. Jurnal Tumbuh Obat Indonesia. 2015;7(2):48–55.

Satyaningtijas AS, Maheshwari H, Achmadi P, Pribadi WA. Ekstrak Etanol Purwoceng Reproduction Performance of Pregnant Rat Administered with. 1978;35–7.

Rahardjo M. Tanaman Obat Afrodisiak. Warta Peneliti dan Pengembangan Tanam. 2010;16(2):1–35.

Suzery M, Achman T, Riwanto I, Wibowo S, Hadiyanto. Effect of Purwoceng extracts (Pimpinella alpina Molk) on erectile function biomarker enhancement. Pakistan J Med Heal Sci. 2017;11(3):1182–7.

Widiyastuti Y, Widodo H, Wahyono S, Haryanti S, Supriyati N et al. Vademekum tanaman obat untuk saintifikasi jamu. 2016.

Hidayat S, Rachmadiyanto AN. Utilization of Alang-alang (Imperata cylindrica (L.) Raeusch.) as Traditional Medicine in Indonesian Archipelago. Proc 1st SATREPS Conf [Internet]. 2017;1(0):82–9. Available from: http://jurnal2.krbogor.lipi.go.id/index. php/satrep/article/view/382

Subositi D, Widodo H. Keragaman Genetik Alang-alang (Imperata cylindrica (L.) Beauv.) Berdasarkan Marka Inter-Simple Sequence Repeats (ISSR). Ber Biol. 2018;17(2):115–22.

Susilo S, Hargono Dini NS. Vademekum bahan obat alam. 1989.

Kamtchouing P, Mbongue-Fandio GY, Dimo T, Jatsa HB. Evaluation of androgenic activity of Zingiber officinale extract in male rats. Asian J Androl. 2002;4(2002):299–301.

Eid BG, Mosli H, Hasan A, El-Bassossy HM. Ginger Ingredients Alleviate Diabetic Prostatic Complications: Effect on Oxidative Stress and Fibrosis. Evidence-based Complement Altern Med. 2017;2017.

Baiti M, Lipinwati, Elrifda S. (Areca catechu L.) Terhadap Pertumbuhan Staphylococus Aureus Secara In Vitro masalah yang men- jadi perhatian global. Salah satu penatalaksa- naan penderita penyakit pengobatan sedikit infeksi adalah dengan tidak secara resisten terapi mengakibatkan dengan. Jambi Med J. 2018;6(1):10–9.

Syamsuhidayat SS dan Hutapea R. Inventaris tanaman obat Indonesia. 1991. 25. Dalimarta S. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. 2009.

Yulineri T, Kasim E. Selenium dari Ekstrak Biji dan Akar Pinang (Areca catechu L.) yang Difermentasi dengan Konsorsium Acetobacter– Saccharomyces sebagai Antiseptik Obat Kumur. Biodiversitas, J Biol Divers [Internet]. 2006;7(1):18–20. Available from: http://biodiversitas.mipa.uns.ac.id/D/ D0701/D070106.pdf

Reena R. Nelson A, Antonysamy MSI. Aphrodisiac Effect of Areca catechu L. and Pedalium murex in Rats. J Mens health. 2013;10(2).

Rehman SU, Choe K, Yoo HH. Review on a traditional herbal medicine, Eurycoma longifolia Jack (Tongkat Ali): Its traditional uses, chemistry, evidence-based pharmacology and toxicology. Molecules. 2016;21(3).

Lakshmi SM, Nagasree YB, Sreelekha K, Madhavi N, Reddy CS. Aphrodisiac agents from medicinal plants: an ethnopharmacological and phytochemical review. J Pharm Res [Internet]. 2012;55(22):845–8. Available from: http:// jprsolutions.info/newfiles/journal-file- 56ab18826eaf09.19525404.pdf

Jodion M, Rosa S. Efek Pemberian Ekstrak Akar Pasak Bumi (Eurycoma longifolia Jack) Pada Tahap Prakopulasi Terhadap Fertilitas Mencit (Mus musculus L.) Betina. Biospecies. 2009;2(2):24–30.

Supriyadi. Tumbuhan obat Indonesia penggunaan dan khasiatnya. 2001.

Backer CA. BV. Flora of Java (Spermathopytes only) Vol I. 1968.

Trivedi MN, Khemani A, Vachhani UD, Shah CP SD. Pharmacognostic, phytochemical analysis and antimicrobial activity of twom piper species. Pharm Glob. 2011;2(7).

Sutyarso, Kanedi M, Rosa E. Effects of Black Pepper (Piper nigrum Linn.) Extract on Sexual Drive in Male Mice. Res J Med Plant [Internet]. 2015;9(1):42–7. Available from: http://www.scialert.net/ abstract/?doi=rjmp.2015.42.47

Chauhan NS, Sharma V, Dixit VK, Thakur M. A review on plants used for improvement of sexual performance and virility. Biomed Res Int. 2014;14(4):19.

Akinola OB, OS Oladosu, DosumuOOD. Ethanolextract of the leaves of Psidium guajava Linn enhances spermoutput in healthy wistar rats. African J Med Andm Sci. 2007;36(2):137–40.

Tedong L, Djomeni DP, Dzeufiet TD. Effect of leaf Anacardium occidentale L. (Anacar- diaceae) hexane extract onreproductive func- tion in streptozotocin-induced diabetic rats. Phytotherapie. 2007;5(4):182–93.

Sudwan P, Saenphet K, Aritajat S, Sitasuwan N. Effects of Boesenbergia rotunda (L.) Mansf. on sexual behaviour of male rats. Asian J Androl. 2007;9(6):849–55.

Akram M, Asif HM, Akhtar N, Shah PA, Uzair M, Shaheen G, et al. Tribulus terres- tris Linn.: A review article. J Med Plants [In- ternet]. 2011;5(16):3601–5. Available from: https://docs.google.com/viewer?url=http:// www.academicjournals.org/jmpr/PDF/pd- f2011/18Aug/Akram et al.pdf

Published
2019-04-14
Section
Articles