Pengendalian Diabetes Melitus Tipe 2 pada Pasien di Puskesmas Jayabaru Kota Banda Aceh

(The Achievement Control of Patients Type 2 Diabetes Mellitus in Puskesmas Jayabaru Banda Aceh)

  • Nur Ramadhan Balai Penelitian dan Pengembangan Biomedis Aceh, Badan Penelitian dan Pngembangan Kesehatan
  • Nelly Marissa Balai Penelitian dan Pengembangan Biomedis Aceh, Badan Penelitian dan Pngembangan Kesehatan
  • Eka Fitria Balai Penelitian dan Pengembangan Biomedis Aceh, Badan Penelitian dan Pngembangan Kesehatan
  • Veny Wilya Balai Penelitian dan Pengembangan Biomedis Aceh, Badan Penelitian dan Pngembangan Kesehatan
Keywords: Diabetes melitus tipe 2, HbA1c, gula darah puasa, gula darah 2 jam PP, IMT, type 2 diabetes mellitus, fasting plasma glucose, post prandial plasma glucose

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a metabolic disease that affects many people of the world, including Indonesia. To prevent complications, a good control of DM is needed by patients, one of them is controlling blood sugar and keeping blood pressure stable. DM is reported in Banda Aceh as one of diseases with the highest number of visits every year. The purpose of this study was to determine the achievements of DM control by patients with type 2 diabetes mellitus in Puskesmas Jayabaru Banda Aceh. The study used a cross sectional design and a sample of 85 patients with type 2 diabetes mellitus in Puskesmas Jayabaru in 2015. The results showed 81.2% HbA1c value ≥ 7%, 80% fasting plasma glucose (FPG) ≥ 100 mg/dl, 85.9% of the value post prandial plasma glucose ≥ 140 mg/dl and 58.8% blood pressure ≥ 130 mmHg. Of the 85 patients only 7 showed good DM control results. This illustrates that DM control achievement is still below the cut-off value set by PERKENI. Counseling to patients and families is needed to improve the management of type 2 DM by patients.

Abstrak

Abstrak Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang banyak diderita penduduk dunia, termasuk Indonesia. Untuk mencegah terjadi komplikasi diperlukan pengendalian DM yang baik oleh penderita, salah satunya dengan mengontrol gula darah dan menjaga tekanan darah tetap stabil. Penyakit DM dilaporkan di Kota Banda Aceh sebagai salah satu penyakit dengan angka kunjungan terbanyak setiap tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui capaian pengendalian DM oleh penderita DM tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Jayabaru Kota Banda Aceh. Penelitian menggunakan desain potong lintang dan sampel berjumlah 85 orang penderita DM tipe 2 di Puskesmas Jayabaru tahun 2015. Hasil penelitian menunjukkan 81,2% nilai HbA1c ≥ 7%, 80% nilai GDP ≥ 100 mg/dl, 85,9% nilai GD 2 jam PP ≥ 140 mg/dl, 58,8% dan tekanan darah ≥ 130. Dari 85 pasien hanya tujuh orang yang menunjukkan hasil pengendalian DM yang baik. Hal ini menggambarkan bahwa capaian pengendalian DM masih di bawah nilai cut off yang ditetapkan Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). Penyuluhan kepada pasien dan keluarga sangat dibutuhkan untuk memperbaiki pengelolaan DM tipe 2 oleh penderita.

References

PERKENI. Konsensus pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 di Indonesia 2011. Jakarta: PERKENI; 2011.

WHO. Global report on diabetes. Geneva, Switzerland: WHO; 2016.

Suyono. Penatalaksanaan diabetes mellitus terpadu. Jakarta: Penerbit FKUI; 2005.

Badan Litbang Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta: Badan Litbang Kesehatan; 2014.

Wild S, Roglic G, Green A, Sicree R, King H. Global prevalence of diabetes : estimates for the year 2000 and projections for 2030. Diabetes Care. 2004;27(5):1047-1053. doi:10.2337/diacare.27.5.1047.

Kocurek B. Promoting medication adherence in older adults and the rest of us. diabetes spectr. 2009;22(2):80-84. doi:10.2337/ diaspect.22.2.80.

Mahendra, Krisnatuti D, Tobing A, Alting BZA. Care your self : diabetes mellitus. Jakarta: Penebar Plus; 2008.

Basuki E. Penyuluhan diabetes mellitus. dalam penatalaksanaan diabetes mellitus terpadu. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2005.

Boyoh ME, Kaawoan A, Bidjuni H. Hubungan pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Poliklinik Endokrin Rumah Sakit Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Ejournal keperawatan. 2015;3(3):1-6.

Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh. Rekapan kunjungan, rujukan & 20 penyakit puskesmas tahun 2012. Banda Aceh Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh; 2013.

Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh. Laporan kasus penyakit tidak menular di Kota Banda Aceh. Banda Aceh: Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh; 2013.

Ramadhan N, Hanum S. Kontrol glikemik pada penderita diabetes. SEL. 2016;3(1):110.

Ramadhan N, Marissa N. Karakteristik penderita diabetes mellitus tipe 2 berdasarkan kadar Hba1c di Puskesmas Jayabaru Kota Banda Aceh. SEL. 2015;2(2):49-56. doi:10.22435/sel.v2i2.4637.49-56.

Soewondo P. Current practice in the management of type 2 diabetes in Indonesia: results from the international diabetes management practices study (IDMPS). J Indon Med Assoc. 2011;61(12):474-481.

Khattab M, Khader YS, Al-Khawaldeh A, Ajlouni K. Factors associated with poor glycemic control among patients with Type 2 diabetes. J Diabetes Complications.2010;24(2):84-89.doi:10.1016/j.jdiacomp.2008.12.008.

Chugh S. Jaypee gold standart mini atlas series diabetes. India: Jaypee Brothers Medical Publishers; 2011.

UK Prospective Diabetes Study (UKPDS) Group. Intensive blood-glucose control with sulphonylureas or insulin compared with conventional treatment and risk of complications in patients with type 2 diabetes (UKPDS 33). Lancet. 1998;352:837-853. doi:10.1016/S0140-6736(98)07019-6.

Begley J. HbA1c in diabetes. case studies using ifcc units. Ann Clin Biochem.2012;49(5):512-512.doi:10.1258/ acb.2012.201205.

Monnier L, Colette C. Target for glycemic control: concentrating on glucose. Diabetes Care. 2009;32 Suppl 2(9):S199-204. doi:10.2337/dc09-S310.

Cheung BMY, Li C. Diabetes and hypertension: is there a common metabolic pathway? Curr Atheroscler Rep. 2012;14(2):160-166. doi:10.1007/s11883- 012-0227-2.

Lansberg. Diabetes and hypertension: pathogenesis, preventio. Clin Exp Hypertens. 2004.https://www.ncbi.nlm.nih.gov/ pubmed/15702616.

Indriyani P, Supriyatno H, Santoso A. Pengaruh latihan fisik ; senam aerobik terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita DM tipe 2. Media Ners. 2007;1(2):89-99.

Ellis SE, Speroff T, Dittus RS, Brown A, Pichert JW, Elasy TA. Diabetes patient education: a meta-analysis and meta-regression. Patient Educ Couns. 2004;52(1):97-105. doi:10.1016/S07383991(03)00016-8.

Notoadmodjo. Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Jakarta: Rineka Cipta; 2003.

Heinrich E, de Nooijer J, Schaper NC, Schoonus-Spit MHG, Janssen MAJ, de Vries NK. Evaluation of the web-based Diabetes Interactive Education Programme (DIEP) for patients with type 2 diabetes. Patient Educ Couns. 2012;86(2):172-178. doi:10.1016/J. PEC.2011.04.032.

American Diabetes Association. Nutrition recommendations and principles for people with diabetes mellitus. Diabetes Care. 2000;23 Suppl 1:S43-6. http://www.ncbi. nlm.nih.gov/pubmed/12017676.

Sluik D, Buijsse B, Muckelbauer R, et al. physical activity and mortality in individuals with diabetes mellitus: a prospective study and meta-analysis. Arch Intern Med. 2012;172(17):1285-1295. doi:10.1001/ archinternmed.2012.3130.

Yoga A. Hubungan antara 4 pilar pengelolaan diabetes melitus dengan keberhasilan pengelolaan diabetes melitus tipe 2. Biochemistry. 2011.

Broadbent E, Donkin L, Stroh JC. Illness and treatment perceptions are associated with adherence to medications, diet, and exercise in diabetic patients. Diabetes Care. 2011;34(2):338-340.doi:10.2337/dc10-1779.

The Look AHEAD Research Group. Cardiovascular effects of intensive lifestyle intervention in type 2 diabetes. N Engl J Med. 2014;370(19):1866. doi:10.1056/ NEJMx140022.

Published
2018-12-31
Section
Articles