Kondisi Kesehatan Masyarakat yang Bermukim di Daerah Tertinggal : Kasus dari Bengkulu, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur

The Health of People who Live in Remote Areas: Lessons from Bengkulu, South Sulawesi, and East Nusa Tenggara

  • Prastuti Soewondo Kelompok Kerja Kebijakan Asuransi Kesehtan,Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K)
  • Meliyanni Johar Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia
  • Retno Pujisubekti Kelompok Kerja Kebijakan Asuransi Kesehtan,Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K)
  • Halimah Halimah Kelompok Kerja Kebijakan Asuransi Kesehtan,Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K)
  • Dwi Oktiana Irawati Kelompok Kerja Kebijakan Asuransi Kesehtan,Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K)
Keywords: Daerah tertinggal, Perilaku Hidup Bersih Sehat, Pengetahuan Kesehatan, utilisasi fasilitas kesehatan

Abstract

Abstract

 The condition of public health in disadvantaged areas has become a public highlight lately such as the high prevalence of child malnutrition and infectious diseases. This can be related to the lack of utilization of health services and the health behavior of the community itself. This study aims to provide a more comprehensive picture of clean and healthy living behaviors, health conditions, and the use of health services in disadvantages areas. Inference is made based on primary data collected at the household-level and public primary health centre in areas  classified as disadvantaged, border and outer islands (DTPK) based on Presidential Decree Number 131 year 2015, and areas with the need for health workers, some of which are locations for the Nusantara Sehat (NS) program placement This study uses quantitative methods and analysis used in the form of descriptive analysis. The results show that most households have adopted some of the clean healthy behaviors that were implemented by the Ministry of Health. Almost all households know the location of the public health centre for treatment, but 47% of patients did not find a doctor when visiting the public health centre.It was also found that 36% of households choose to seek selt-medication when sick. For maternal and child health, it is known that already 66% of deliveries are assisted by midwives, and most of children under five years have received basic immunisation. What still needs to be improved is the knowledge of health and housing infrastucture that supports clean and healthy living. Suggestion for  policymakers to equalize the distribution of health workers and to innovate health promotion programs in advantaged areas.

Abstrak

Kondisi kesehatan masyarakat di daerah tertinggal menjadi soroton publik belakangan ini seperti tingginya prevalensi gizi buruk pada balita maupun penyakit infeksi. Hal tersebut bisa dikaitkan dengan kurangnya pemanfaatan pelayanan kesehatan maupun perilaku kesehatan masyarakat itu sendiri. Kajian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang perilaku hidup bersih dan sehat, kondisi kesehatan, serta penggunaan pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. Inferensi dibuat berdasarkan data primer yang dikoleksi di tingkat rumah tangga dan puskesmas di daerah yang tergolong daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan terluar (DTPK) berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 131 tahun 2015 dan daerah berkebutuhan tenaga kesehatan yang beberapa diantaranya menjadi lokasi penempatan program Nusantara Sehat. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan analisis yang digunakan berupa analisis deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar rumah tangga telah mengadopsi sebagian perilaku hidup bersih dan sehat seperti yang dicanangkan Kementrian Kesehatan RI. Hampir semua rumah tangga mengetahui lokasi Puskesmas untuk berobat, tetapi 47% pasien tidak menemukan dokter saat berkunjung ke puskesmas. Ditemukan juga bahwa 36% rumah tangga memilih untuk berobat sendiri ketika sakit. Untuk kesehatan ibu dan anak, diketahui bahwa sudah 66% persalinan dibantu oleh bidan dan sebagian besar balita telah menerima imunisasi dasar. Hal yang masih perlu ditingkatkan adalah pengetahuan tentang kesehatan dan prasarana rumah yang menunjang perilaku hidup bersih sehat. Saran bagi pembuat kebijakan untuk melakukan pemerataan distribusi tenaga kesehatan maupun menginovasikan program promotif kesehatan di daerah tertinggal.

References

Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. 100 Kabupaten/Kota Prioritas untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting) Volume 2. Jakarta : Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan; 2017.

Yen TS. Kurus, Gizi Buruk, Stunting: Wajah Ngeri Anak Indonesia [Internet]. Kompas. com. Jakarta; 2018 [cited 2018 Sep 11]. Available from: https://lifestyle.kompas. com/read/2018/07/23/073018120/kurus-gizi- buruk-stunting-wajah-ngeri-anak-indonesia

Susilawaty D. WHO: 7,8 Juta Balita di Indonesia Penderita Stunting [Internet]. Republika. Jakarta; 2018 [cited 2018 Sep 10]. Available from: https://www.republika.co.id/ berita/nasional/umum/18/01/24/p30s85396- who-78-juta-balita-di-indonesia-penderita- stunting

Nurhajati N. Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Masyarakat Desa Samir dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat. J Publicana. 2015;8(1):107–26.

Grafika D, Sabilu Y, Munandar S. Faktor Risiko Kurangnya Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (Phbs) Tatanan Rumah Tangga Terhadap Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Benu-Benua Kota Kendari Tahun 2017. J Ilm Mhs Kesehat Masy. 2017;2(7).

Tampubolon DM. Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Infeksi Kecacingan yang ditularkan Melalui Tanah Pada Murid Sekolah Dasar Swasta Yayasan Pendidikan Duta Harapan Bukit Sion Kecamatan Medan Denai Tahun 2018 [Internet]. Universitas Sumatera Utara; 2018 [cited 2019 Jun 7]. Available from: http://repositori.usu.ac.id/ handle/123456789/8131

Kementerian Kesehatan. Cegah Stunting dengan Perbaikan Pola Makan, Pola Asuh dan Sanitasi (2). Jakarta : Kementerian Kesehatan; 2018.

Kementerian Kesehatan. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan; 2018.

Centers for Disease Control and Prevention. Health effects of secondhand smoke [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. [cited 2018 Sep 10]. Available from: https://www.cdc.gov/tobacco/data_ statistics/fact_sheets/secondhand_smoke/ health_effects/index.htm

Saulyte J, Regueira C, Montes-Martínez A, Khudyakov P, Takkouche B. Active or Passive Exposure to Tobacco Smoking and Allergic Rhinitis, Allergic Dermatitis, and Food Allergy in Adults and Children:A Systematic Review and Meta-Analysis. Novotny TE, editor. PLoS Med. 2014 Mar 11;11(3):e1001611.

Tiesler CMT, Chen C-M, Sausenthaler S, Herbarth O, Lehmann I, Schaaf B, et al. Passive Smoking and Behavioural Problems in Children: Results from the LISAplus prospective birth cohort study. Environ Res. 2011 Nov;111(8):1173–9.

Tsai C-H, Huang J-H, Hwang B-F, Lee YL. Household Environmental Tobacco Smoke and Risks of Asthma, Wheeze and Bronchitic Symptoms among Children in Taiwan. Respir Res. 2010 Jan 29;11(1):11.

Au N, Johnston DW. Self-assessed Health: What does it mean and what does it hide? Soc Sci Med. 2014 Nov;121:21–8.

Doiron D, Fiebig DG, Johar M, Suziedelyte A. Does Self-assessed Health Measure Health? Appl Econ. 2015 Jan 8;47(2):180– 94.

Magee CA, Caputi P, Iverson DC. Relationships between Self-Rated Health, Quality of Life and Sleep Duration in Middle Aged and Elderly Australians. Sleep Med. 2011 Apr;12(4):346–50.

Borgonovi F. Doing Well by Doing Good. The Relationship between Formal Volunteering and Self-reported Health and Happiness. Soc Sci Med. 2008 Jun;66(11):2321–34.

World Health Organization. Smoking prevalence, total, ages 15+. The Worldbank; 2018.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2018.

Hanandita W. Essays on Poverty and Health in Indonesia. University of Manchester; 2016.

Zulaikha T. Tabel Berat Badan Ideal Bayi Sesuai dengan Umur [Internet]. PanduanBPJS.com. 2016 [cited 2018 Sep 11]. Available from: https://www.panduanbpjs. com/tabel-berat-badan-ideal-bayi-sesuai- dengan-umur/

Kementerian Kesehatan. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2018 Tentang Penugasan Khusus Tenaga Kesehatan dalam Mendukung Program Nusantara Sehat. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2018.

Published
2019-12-31
Section
Articles