Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/mpk <p><strong>ISSN Media Cetak : <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi">0853-9987</a></strong> <br> <strong>ISSN Media Elektronik : <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1368762356&amp;1&amp;&amp;">2338-3445</a></strong></p> <p>Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Media of Health Research and Development) is one of the journals published by the Agency for Health Research and Development ( National Institute of Health Research and Development ) , Ministry of Health of the Republic of Indonesia. This journal article is a form of research results , research reports and assessments / reviews related to the efforts of health in Indonesia .<br>Media Research and Development of Health published 4 times a year and has been accredited Indonesian Institute of Sciences ( LIPI ) by Decree No. 396/AU2/P2MI/04/2012 . This journal was first published in March 1991.</p> <p>Media of Health Research and Development currently has been registered on the sites: <a href="http://isjd.pdii.lipi.go.id/index.php/Search.html?act=jurnal" target="_blank" rel="nofollow noopener">Indonesian Scientific Journal Database</a>; <a href="http://www.portalgaruda.org/?ref=browse&amp;mod=viewjournal&amp;journal=4883" target="_blank" rel="nofollow noopener">Indonesian Publication Index</a>; <a href="http://www.drji.org/Search.aspx?q=Media%20Litbang%20Kesehatan&amp;id=0" rel="nofollow">Directory of Research Journals Indexing</a>; <a href="http://www.getcited.org/pub/103518859" rel="nofollow">getCITED;</a> <a href="https://doaj.org/search?source={%22query%22%3A{%22filtered%22%3A{%22filter%22%3A{%22bool%22%3A{%22must%22%3A[{%22term%22%3A{%22_type%22%3A%22journal%22}}]}}%2C%22query%22%3A{%22query_string%22%3A{%22query%22%3A%22media%20penelitian%20dan%20pengembangan%20kesehatan%22%2C%22default_operator%22%3A%22AND%22}}}}%2C%22from%22%3A0%2C%22size%22%3A10}#.UrPuLeIpWkw" target="_blank" rel="nofollow noopener">Directory of Open Access Journals</a>; <a href="https://scholar.google.com/citations?user=ZOsOcfAAAAAJ&amp;hl=en" rel="nofollow">Google Scholar</a>; <a href="http://www.oaji.net/journal-detail.html?number=209" target="_blank" rel="nofollow noopener">Open Academic Journals Index</a>; <a href="http://www.isurs.org/master_list.php?topic_id=12" rel="nofollow">International Society of Universal Research in Sciences</a>; <a href="http://www.base-search.net/Search/Results?lookfor=media+penelitian+kesehatan&amp;type=all&amp;ling=1&amp;name=&amp;thes=&amp;refid=dcresen&amp;newsearch=1" rel="nofollow">Bielefeld Academic Search Engine</a> (BASE); <a href="http://www.journaltocs.ac.uk/index.php?action=browse&amp;subAction=pub&amp;publisherID=2692&amp;journalID=28981&amp;pageb=1&amp;userQueryID=3766&amp;sort=&amp;local_page=1&amp;sorType=&amp;sorCol=1" rel="nofollow">JournalTOCs</a>; and <a href="http://www.citefactor.org/journal.aspx?search=media%20penelitian%20dan%20pengembangan%20kesehatan" target="_blank" rel="nofollow noopener">Citefactor</a>. Media of Health Research and Development is being reviewed by <a href="http://uifactor.org/UnderReviewJournals.aspx" target="_blank" rel="nofollow noopener">Universal Impact Factor</a>.</p> <p>During 2014 Media Health Research and Development has published 28 research and review articles.</p> <p>See Google Scholar Profile for Media Health Research and Development by <a href="https://scholar.google.com/citations?user=ZOsOcfAAAAAJ&amp;hl=en">clicking here</a>.</p> <ul> <li class="show">Total Citations : 2320</li> <li class="show">h-index : 22</li> <li class="show">i10-index : 71</li> </ul> Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan en-US Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan 0853-9987 Tingkat Stres Pelajar Sekolah Menengah Saat Pembelajaran Jarak Jauh Pada Masa Pandemi Covid-19 https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/mpk/article/view/4375 <p><em>The COVID-19 pandemic that occurred in 2020 led to the implementation of the Distance</em>&nbsp;<em>Learning (PJJ) system for students in Indonesia. The learning system that changes suddenly&nbsp;</em><em>can trigger stress levels in students. This study aims to determine the factors that influence the&nbsp;</em><em>occurrence of stress in high school students during PJJ in Jabodetabek. This study used a&nbsp;</em><em>cross sectional study design and was conducted in October – November 2020. Sampling used a&nbsp;</em><em>voluntary sampling technique. Junior and senior high school students in Jakarta, Bogor, Depok,&nbsp;</em><em>Tangerang, and Bekasi (n=414) participated in this study. Data was collected by filling out&nbsp;</em><em>online questionnaires. Multivariate analysis was performed by logistic regression. During PJJ,&nbsp;</em><em>50.5% of students experienced severe stress. The results of the multivariate analysis showed&nbsp;</em><em>that female students (OR=2.444, 95% CI: 1.526 – 3.913); difficulty in accessing learning (OR=&nbsp;</em><em>4.244, 95% CI: 2.666 – 6.756); and poor level of understanding of the material (OR= 2.657,&nbsp;</em><em>95% CI 1.541 – 4.582) affected the stress level of students during PJJ. We concluded that&nbsp;</em><em>severe stress during PJJ was quite high in middle school participants. Female students,&nbsp;</em><em>difficulty of access, and level of understanding of the material were significantly associated with</em><br><em>the stress level of participants. The variable most related to student’s stress was difficulty in&nbsp;</em><em>accessing learning material. It is better if the education provider ensure that every student easily&nbsp;</em><em>to access learning, evaluates the PJJ method regularly, improves students; stress management&nbsp;</em><em>skills, creates a supportive educational environment, and pays attention to the learning media&nbsp;</em><em>used.</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Pandemi COVID-19 yang terjadi pada tahun 2020 menyebabkan diberlakukannya sistem&nbsp;Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada pelajar di Indonesia. Sistem pembelajaran yang berubah&nbsp;secara tiba-tiba dapat memicu tingkat stres pada pelajar. Penelitian ini bertujuan untuk&nbsp;mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stres pada pelajar sekolah menengah&nbsp;selama PJJ di Jabodetabek. Studi ini menggunakan desain cross sectional dan dilakukan pada&nbsp;bulan Oktober – November 2020. Teknik voluntary sampling digunakan dalam pemilihan<br>responden. Pelajar Sekolah Menengah Pertama dan Atas di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang,&nbsp;dan Bekasi (n=414) berpartisipasi dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan&nbsp;pengisian kuesioner secara online. Analisis multivariat dilakukan dengan regresi logistik.&nbsp;Selama PJJ, 50,5% pelajar mengalami stres berat. Hasil analisis multivariat menunjukkan&nbsp;pelajar perempuan (OR=2,444, 95% CI: 1,526-3,913); kesulitan dalam mengakses&nbsp;pembelajaran (OR= 4,244, 95% CI: 2,666-6,756); dan tingkat pemahaman materi yang kurang<br>(OR= 2,657, 95% CI: 1,541-4,582) mempengaruhi tingkat stres pada pelajar selama PJJ. Kami&nbsp;menyimpulkan bahwa stres berat saat PJJ cukup tinggi pada responden pelajar menengah.&nbsp;Pelajar perempuan, kesulitan akses, berhubungan dengan stress pelajar adalah&nbsp;kesulitan dalam mengakses pembelajaran. Sebaiknya pihak penyelenggara pendidikan&nbsp;memastikan setiap pelajar mudah mengakses pembelajaran, mengevaluasi metode PJJ secara&nbsp;berkala, meningkatkan keterampilan manajemen stres siswa, menciptakan lingkungan&nbsp;pendidikan yang mendukung, dan memperhatikan media pembelajaran yang digunakan.&nbsp;</p> Fidah Syadidurrahmah Hany Fauzia Rahmah Hoirun Nisa ##submission.copyrightStatement## 2022-07-21 2022-07-21 32 2 10.22435/mpk.v32i2.4375 Kohort Retrospektif: Mortalitas COVID-19 pada Kelompok Lanjut Usia di Provinsi Bali Tahun 2020 https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/mpk/article/view/5413 <p><em>COVID-19 adalah penyakit menular baru yang disebabkan oleh novel coronavirus SARS-CoV-2 dan memiliki spektrum manifestasi yang luas mulai dari infeksi tanpa gejala hingga pneumonia berat dan gagal napas. Lansia (usia </em> <em>) menjadi kelompok yang paling berisiko tinggi mengalami kematian jika terinfeksi COVID-19. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kematian pasien COVID-19 pada kelompok lansia di Provinsi Bali Tahun 2020. Penelitian dengan desain kohort retrospektif ini melibatkan 720 pasien terkonfirmasi COVID-19 pada kelompok lansia yang dipilih dengan metode simple random sampling. Analisis multivariable dengan Regresi Poisson. Data dikumpulkan dengan mengakses sistem pendataan terintegrasi COVID-19 di Provinsi Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komorbid hipertensi (IRR=2,8; p-value = &lt;0,001; 95%CI= 1,642 – 4,818), diabetes mellitus (IRR=2,36; p-value = 0,001; 95%CI= 1,432 – 3,810), gangguan jantung (IRR=3,07; p-value = 0,001; 95%CI= 1,592 – 5,932), gangguan ginjal (IRR=3,31; p-value = &lt;0,001; 95%CI= 1,788 – 6,134), gejala sulit bernafas (IRR=1,73; p-value = 0,022; 95%CI= 1,082–2,775), dan tempat perawatan (IRR=4,56; p-value = 0,001, 95%CI=1,901 – 10,967) merupakan variable yang paling berpengaruh terhadap kematian pasien COVID-19 pada kelompok lansia di Provinsi Bali Tahun 2020. Pasien usia lanjut, dengan faktor risiko tersebut harus dipertimbangkan lebih serius dalam penangannya. Pemantauan ketat dan pengobatan tepat waktu menjadi solusi dalam meningkatkan pemulihan pasien.</em></p> Ni Luh Putu Suariyani Ni Made Nujita Mahartati ##submission.copyrightStatement## 2022-07-21 2022-07-21 32 2 10.22435/mpk.v32i2.5413 Pola Spasial Temporal Kasus Demam Berdarah Dengue di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2011-2016 https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/mpk/article/view/2617 <p><em>Dengue Fever is a disease neglected tropical diseases are still a major problem in the field of</em>&nbsp;<em>public health, especially the tropics and subtropics. The spatial distribution of dengue fever&nbsp;</em><em>cases and a location-based early warning system have not yet been developed properly.&nbsp;</em><em>Modeling the spatial epidemiology of dengue is one of the applications of Geographic&nbsp;</em><em>Information Systems (GIS). GIS can be used to determine the spatial patterns of temporal&nbsp;</em><em>occurrence of dengue cases. The purpose of this study is to determine the spatial-temporal&nbsp;</em><em>patterns of dengue cases based on the spatial statistical analysis in Palu 2011-2016. This&nbsp;</em><em>study was an observational study with the cross-sectional design. . Samples of dengue cases&nbsp;</em><em>were all reported from 2011 to June 2016 and were analyzed statistically using the average</em><br><em>nearest neighbor and space-time permutation. Estimation The results showed the spatial&nbsp;</em><em>pattern of dengue cases from 2011- June 2016 tend to cluster. Clustering of dengue cases&nbsp;</em><em>from 2011-2016 obtained two regions with significant clusters. The first cluster region has a&nbsp;</em><em>p-value of 0.021.Time occurrence of dengue cases that have significant value from 1 March&nbsp;</em><em>to 30 November 2011 with a total of 25 cases. Furthermore, for the second cluster showed a&nbsp;</em><em>p-value of 0.037 with a span of the case from 1 May - June 30, 2013, with 17 cases. The&nbsp;</em><em>main cluster locations or those that are spatially and temporally significant are located in six&nbsp;</em><em>villages and become a priority in dengue controlling. The implementation of the eradication of&nbsp;</em><em>dengue mosquito nests with the 3M plus movement and the one house one inspector&nbsp;</em><em>movement was carried out intensively by prioritizing areas with significant clusters.&nbsp;</em><em>Surveillance of cases and disease vectors should be improved and developed using GIS.&nbsp;</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Demam Berdarah Dengue merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi&nbsp;masalah utama di bidang kesehatan masyarakat khususnya negara-negara tropis dan&nbsp;subtropis. Distribusi spasial kasus demam berdarah dan sistem kewaspadaan dini berbasis&nbsp;lokasi sampai saat ini belum dikembangkan dengan baik. Pemodelan spasial epidemiologi&nbsp;DBD merupakan salah satu aplikasi dari Sistem Informasi Geografis (SIG). SIG dapat&nbsp;digunakan untuk menentukan pola spasial temporal kejadian kasus DBD. Tujuan dari&nbsp;penelitian ini adalah menentukan pola spasial-temporal kasus DBD berdasarkan analisis&nbsp;spasial statistik di Kota Palu Tahun 2011-2016. Penelitian ini merupakan penelitian&nbsp;observasional dengan menggunakan studi potong lintang. Sampel kasus DBD adalah semua&nbsp;yang dilaporkan dari tahun 2011 sampai dengan Juni 2016 dan dianalisis secara spasial&nbsp;statistik menggunakan average nearest neighbour dan space-time permutation. Estimation.&nbsp;Hasil penelitian menunjukkan pola spasial kasus DBD Tahun 2011- Juni 2016 cenderung&nbsp;mengelompok. Untuk pengelompokan kasus DBD Tahun 2011-2016 secara spasial-temporal&nbsp;didapatkan dua daerah dengan klaster yang signifikan. Wilayah klaster tersebut memiliki p-value 0,021 untuk wilayah pertama. Waktu kejadian kasus DBD yang memiliki nilai signifikan&nbsp;tersebut antara rentang waktu 1 Maret – 30 November 2011 dengan jumlah 25 kasus.&nbsp;Selanjutnya untuk klaster kedua didapatkan hasil p-value 0,037 dengan rentang waktu kasus&nbsp;1 Mei – 30 Juni 2013 dengan jumlah 17 kasus. Lokasi klaster utama atau yang signifikan&nbsp;secara spasial temporal terdapat di enam kelurahan dan menjadi prioritas dalam&nbsp;pengendalian DBD. Pelaksanaan pemberantasan sarang nyamuk DBD dengan gerakan 3M&nbsp;plus dan gerakan satu rumah satu jumantik secara intensif dilakukan dengan&nbsp;memprioritaskan daerah dengan klaster yang signifikan. Surveilans kasus dan vektor&nbsp;penyakit harus ditingkatkan dan dikembangkan dengan memanfaatkan SIG.</p> Mujiyanto Mujiyanto Made Agus Nurjana Yuyun Srikandi Hayani Anastasia Ni Nyoman Veridiana Ade Kurniawan Nurul Hidayah Sitti Chadijah Rosmini Rosmini ##submission.copyrightStatement## 2022-07-21 2022-07-21 32 2 10.22435/mpk.v32i2.2617 Penyebaran Kasus Difteri Beserta Faktor Risikonya di Daerah Kejadian Luar Biasa (KLB) di Indonesia https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/mpk/article/view/5219 <p><em>Diphtheria is a Re-emerging Disease. This disease is caused by a bacterium called&nbsp;Corynebacterium diphtheriae which contains an exotoxin that has fatal consequences. This&nbsp;disease can cause plague with the legal basis Law no. 4 1984 on Infection Deseas Outbreak.&nbsp;These diseases were transmitted through air, airborne, or direct contact with the patient. The&nbsp;research was conducted in several provinces that had experienced an Outbreak (KLB) of&nbsp;Diptheria. This research purposes are to give information about the swab test result of&nbsp;correspondents from areas affected by an Outbreak or Kejadian Luar Biasa (KLB) and to&nbsp;discover the relationship between factors that influence the occurrence of diphtheria in&nbsp;Indonesia. The method used is cross-sectional, the type of laboratory and field research.&nbsp;The specimens in this research include 178 people&amp;#39;s throats that have Diphtheria and the&nbsp;close related person who has direct contact with the patient. Different identification is done</em><br><em>by examining swab specimens from suspected cases and contacts. Specimens are examined&nbsp;by the culture of each specimen and accompanied by questioner which contains information&nbsp;such as demographic information (age, gender, parental occupation, living environment),&nbsp;disease symptoms, and immunization history. Data analysis was carried out descriptively&nbsp;and cross-tabulation to determine the characteristics and the relationship between the&nbsp;dependent variable and the independent variable using the SPSS 017.00 program. The result</em><br><em>of this research include, the number of specimens that have positive diphtheria are 5.2%,&nbsp;the type of diphthery that founded is type C. grafis, intermedius and mitis sub-type&nbsp;diphtheria. The origin of diphteria patient are from East Java and Banten region. The results&nbsp;of the analysis obtained are that there is a significant relationship between respondents who&nbsp;have had a bleeding throat and the incidence of diphtheria.</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>&nbsp;</p> <p>Difteri merupakan penyakit Re-Emerging Diseases. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri&nbsp;<em>Corynebacterium diphtheria</em> yang mengandung eksotoksin yang dapat menyebabkan kefatalan.&nbsp;Penyakit ini termasuk penyakit&nbsp;<br>yang dapat menyebabkan wabah. Dasar hukumnya adalah&nbsp;Undang-Undang No. 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular. Cara penularan melalui&nbsp;udara atau airborne diseases atau kontak langsung dengan penderita, penelitian dilakukan di&nbsp;beberapa Provinsi yang pernah mengalami KLB difteri. Tujuan penelitian adalah untuk&nbsp;menginformasikan hasil identifikasi swab dari responden di daerah Kejadian Luar Biasa (KLB),<br>serta hubungan antara faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya difteri di Indonesia. Metode&nbsp;yang digunakan adalah potong lintang, jenis penelitian laboratorium dan lapangan. Spesimen&nbsp;berupa swab tenggorok sebanyak 178 spesimen swab tenggorok dari kasus difteri dan orang&nbsp;dekat yang pernah kontak dengan kasus. Identifikasi difteri dilakukan dengan memeriksa&nbsp;spesimen swab dari kasus suspek dan orang kontak. Specimen diperiksa secara kultur dan setiap&nbsp;spesimen disertai kuesionernya yang berisi data demografi (umur, jenis kelamin, pekerjaan orang&nbsp;tua, lingkungan tempat tinggal), gejala penyakit dan riwayat imunisasi. Analisa data dilakukan&nbsp;secara deskriptif dan tabulasi silang untuk mengetahui karakteristik dan hubungan antara varibel&nbsp;dependen dan variabel independen dengan meggunakan program SPSS 017.00. Hasil yang<br>diperoleh jumlah spesimen yang positip difteri sebanyak 5,2 %. Jenis difteri yang ditemukan&nbsp;adalah C.diphtheriae sub tipe gravis , intermedius dan mitis. Asal penderita difteri dari Provinsi&nbsp;Jawa Timur dan Provinsi Banten. Hasil analisa yang diperoleh adalah terdapat hubungan yang&nbsp;bermakna antara responden yang pernah sakit tenggorok yang berdarah dengan kejadian&nbsp;penyakit difteri.</p> Noer Endah Pracoyo Kambang Sariadji ##submission.copyrightStatement## 2022-07-21 2022-07-21 32 2 10.22435/mpk.v32i2.5219 Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Oleh Pemulung Di Bantargebang, Kota Bekasi Tahun 2020 https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/mpk/article/view/4725 <p><em><span lang="IN">Scavengers are people who have a high risk of exposure to diseases due to unhealthy environmental conditions. This requires scavengers to take advantage of health services in order to get optimal examinations. The purpose of this study was to determine Related Factors To The Utilization Of Health Services By Scavengers At Landfill Area Of Sumurbatu Village, Bantargebang Sub-District, Bekasi City In 2020. The quantitative research method with cross-sectional design used random sampling techniques. The number of samples was 150 families in the landfill area of Sumurbatu Village. Measuring instrument in the form of a questionnaire with data collection techniques in the interviews form. Data analysis used chi-square analysis and multiple logistic regression analysis. The results showed that the variables related to the utilization of health services were knowledge variable (p = 0.001), number of families (p = 0.021), perception of pain (p = 0.001), and family support (p = 0.030). And the variables that were not related to the utilization of health services were ownership of health insurance (p = 0.750), transportation (p = 0.297), distance (0.340), health information (p = 0.538), and attitudes of health workers (p = 1,000). As well as the dominant variable related to the utilization of health services, that is knowledge (p = 0.000) with OR 12.876. It is hope that primary health care and health workers can involve more scavenger groups and communities around the landfill area in their work programs, such as providing health information</span>.</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p></p> <p>Pemulung merupakan masyarakat yang memiliki risiko tinggi terpapar penyakit karena berada di kondisi lingkungan yang kurang sehat. Hal tersebut mengharuskan pemulung untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan agar mendapatkan pemeriksaan yang optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui&nbsp; faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh pemulung di TPA Kelurahan Sumurbatu Kecamatan Bantargebang Kota Bekasi Tahun 2020. Metode penelitian kuantitatif dengan design cross-secional, menggunakan teknik random sampling. Jumlah sampel sebanyak 150 KK di wilayah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kelurahan Sumurbatu. Alat ukur dalam bentuk kuesioner dengan teknik pengambilan data berupa wawancara. Analisis data menggunakan analisis chi-square dan analisis regresi logistik berganda. Hasil menunjukan bahwa variabel yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan yaitu variabel pengetahuan (p=0,001), jumlah keluarga (p=0,021), persepsi sakit (p=0,001), dan dukungan keluarga (p=0,030). Dan Variabel yang tidak berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan yaitu kepemilikan jaminan kesehatan (p=0,750), transportasi (p=0,297), jarak (0,340), informasi kesehatan (p=0,538), dan sikap petugas kesehatan (p=1,000). Serta variabel dominan yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan yaitu pengetahuan (p=0,001) dengan OR 12,876. Puskesmas dan petugas kesehatan diharapkan dapat lebih banyak melibatkan kelompok pemulung dan masyarakat di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dalam program kerjanya, seperti pemberian informasi kesehatan dan juga dapat melakukan pengecekan kesehatan agar pemulung mengetahui kondisi kesehatannya.</p> <p>&nbsp;</p> Dhea Julia Lestari Putri Permatasari Chahya Kharin Herbawani Chaya Arbitera ##submission.copyrightStatement## 2022-07-21 2022-07-21 32 2 10.22435/mpk.v32i2.4725 Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kecemasan Pegawai Kantor Kesehatan Pelabuhan Terkait Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/mpk/article/view/4666 <p><em>The number of positively confirmed cases of COVID-19 is influenced by several factors, both internal and external factors. The high number of cases and the number of health workers infected with COVID-19 make employees who handle COVID-19 at the Port Health Office (KKP) experience psychological disorders. There has been no specific report on the exposure status of COVID-19 for employees who serve in high-risk places, such as KKP. This research article aims to find out the factors related to the anxiety levels of port health office employees related to Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). This research is observational cross sectional design analytics. The research population is the State Civil Apparatus at Port Health Offices throughout Indonesia. Respondents who met the criteria were 533 employees. Simple random sampling technique. The study data was collected using a modified Zung Self-rating Anxiety Scale (ZSAS) questionnaire. The data is collected online using google form. Using univariate and bivariate analysis using the Chi-Square test. From the results of bivariate analysis continued with multivariate analysis to find out the factors that affect the level of anxiety of KKP employees related to COVID-19. The results of the analysis of multiple logistic regressions on age, sex, health conditions, environment and availability of infrastructure facilities obtained factors that significantly affect the level of anxiety with α&lt;0.05 are gender (α&lt;0,000), environment (α&lt;0.017), and health conditions (α&lt;00,043). The sex factor had the strongest influence with the largest beta coefficient (0.154). Anxiety can have a negative impact on health workers who deal with COVID-19. It is recommended that the government facilitate more in mental or psychological maintenance, especially in health workers such as counseling services, mental health screening.</em></p> <p><strong><em>Abstrak</em></strong></p> <p><em></em></p> <p>Banyaknya kasus terkonfirmasi positif COVID-19 dipengaruhi beberapa faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Tingginya kasus dan banyaknya petugas kesehatan yang terinfeksi COVID-19 membuat pegawai yang menangani COVID-19 di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) mengalami gangguan psikologis. Belum ada laporan khusus mengenai status keterpaparan COVID-19 bagi pegawai yang bertugas di tempat berisiko tinggi, seperti KKP. Artikel penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan&nbsp; pegawai kantor kesehatan pelabuhan terkait <em>Coronavirus Disease</em> 2019 (COVID-19). Penelitian ini adalah observasional analitik desain <em>cross sectional</em>. Populasi penelitian adalah Aparatur Sipil Negara di Kantor Kesehatan Pelabuhan di seluruh Indonesia. Responden yang memenuhi kriteria adalah 533 pegawai. Teknik sampling simple random sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner&nbsp; <em>Zung Self-rating Anxiety Scale</em><em> (ZSAS)</em> yang telah dimodifikasi. Data tersebut dikumpulkan dengan angket online menggunakan <em>google form</em>. Menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji <em>Chi-Square</em>. Dari hasil analisis bivariat dilanjutkan dengan multivariat analisis untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kecemasan pegawai KKP terkait COVID-19.&nbsp; Hasil analisis regresi logistik ganda terhadap usia, jenis kelamin, kondisi kesehatan, lingkungan dan ketersediaan sarana prasarana didapatkan faktor-faktor yang berpengaruh bermakna terhadap tingkat kecemasan dengan α&lt;0,05 adalah jenis kelamin (α&lt;0,000), lingkungan (α&lt;0,017), dan kondisi kesehatan (α&lt;0,043). Faktor jenis kelamin mempunyai pengaruh paling kuat dengan koefisien beta terbesar (0,154). Kecemasan dapat berdampak negatif pada tenaga kesehatan yang menangani COVID-19. Disarankan agar pemerintah lebih memfasilitasi dalam pemeliharaan mental atau psikologis khususnya pada tenaga kesehatan seperti pelayanan konseling, screening kesehatan mental.</p> Arisca Dewi Safitri Ari Udijono Nissa Kusariana Lintang Dian Saraswati ##submission.copyrightStatement## 2022-07-21 2022-07-21 32 2 10.22435/mpk.v32i2.4666 Gambaran Layanan Keselamatan dan Kesehatan Pengunjung Wisata di Jawa Tengah https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/mpk/article/view/4569 <p><em>Indonesia tourism industry has been increasing into 8.5% per year before the pandemic covid-19. However,&nbsp;</em><em>t</em><em>here are many accidents and disease incidents while travelling</em><em> primarily in Central Java. Central Java is one of the strategic tourism spots</em><em>, which </em><em>is easly to access by public transportation.</em><em> For that</em><em> reason</em><em>, more intensive attention to the safety and health of visitors is needed. This study aims to provide an overview of the availability of health and safety services at tourist attractions in Central Java. Th</em><em>is</em><em> qualitative research </em><em>uses</em><em> in-depth interviews with 25 managers, namely public relations staff, marketing, tour guides and managers, and observation at 19 selected tourist attractions purposively. </em><em>Data were analysed using thematic analysis supported by Atlas.ti 7. </em><em>Most tourist attractions have safety information and first aid kit, but</em><em> not for</em><em> health information and services. Completeness of health and safety information and services depends on its resources. Some tourist attractions are equipped with health service posts and safety guards, but many do not. Only one tourist spot has been fitted with a health service post, health worker, ambulance, lactation room, hazard prevention equipment and safety supervisor, as many foreign tourists visit this site. Health and safety information and services vary among tourist spot. Most tourism managers have not prioritized health and safety information and services. The health and safety regulations</em><em> and standards</em><em> are needed to improve the quality of tourism in Indonesia.</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p></p> <p>Industri pariwisata di Indonesia mengalami peningkatan hingga 8.5% per tahun sebelum masa pandemi covid dan dimungkinkan akan meningkat bila pandemic covid dapat terkendali. Tetapi kejadian kecelakaan dan munculnyapenyakit saat berwisata juga semakin banyak terjadi khususnya di Jawa Tengah. Jawa Tengah merupakan tempat tujuan wisata strategis karena mudah aksesnya, sehingga layanan keselamatan dan Kesehatan menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran informasi dan layanan kesehatan dan keselamatan wisata di Jawa Tengah. Metode kualitatif dipilih dengan wawancara mendalam kepada 25 pengelola yang terdiri daristaf humas, marketing, tour guide dan pengelolanya, serta observasi di 19 tempat wisata yang dipilih secara purposif. Sebagian besar tempat wisata memiliki informasi keselamatan, standar P3K dan asuransi kesehatan, tetapi&nbsp; informasi dan layanan Kesehatan kebanyakan belum tersedia. Kelengkapan informasi dan layanan Kesehatan serta keselamatan wisata terlihat beragam antar tempat wisata, karena tergantung dari sumber daya masing-masing. Beberapa tempat wisata sudah dilengkapi dengan pos pelayanan kesehatan dan petugas penjaga keselamatan, tetapi lebih banyak yang belum memiliki. Hanya satu tempat wisata yang telah lengkap dengan pos pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan, ambulance, ruang laktasi,&nbsp; peralatan pencegahan bahaya dan petugas pengawas keselamatan, hal ini karena tempat wisata tersebut banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Kurangnya layanan Kesehatan dan keselamatan wisata, mulai dari yang tidak tersedia sama sekali sampai dengan yang relatif lengkap, disebabkan karena. kebanyakan pengelola wisata masih belum memprioritaskan aspek informasi dan layanan kesehatan bagi wisatawannya. Oleh karena itu perlu regulasi dan standard kesehatan dan keselamatan pariwisata yang harus dipatuhi oleh pengelola untuk meningkatkan kualitas kepariwisataan di Indonesia.</p> <p>&nbsp;</p> Zahroh Shaluhiyah Antono Suryoputro Aditya Kusumawati ##submission.copyrightStatement## 2022-07-21 2022-07-21 32 2 10.22435/mpk.v32i2.4569 Hubungan Sikap, Persepsi Kontrol Perilaku, Pengetahuan, dan Kesediaan Membayar Dengan Intensi Vaksinasi Covid-19 Pada Masyarakat Pulau Jawa Tahun 2020 https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/mpk/article/view/4179 <p><em>Pandemi </em><em>Coronavirus disease 2019</em><em> (COVID-19)</em><em> masih meluas penyebarannya di dunia, termasuk Indonesia. Pengembangan vaksin COVID-19 dan uji klinis sedang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk </em><em>mengetahui hubungan sikap, persepsi kontrol perilaku, pengetahuan terkait COVID-19, serta kesediaan untuk membayar dengan intensi terhadap vaksinasi COVID-19. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2020 di 6 provinsi di wilayah Pulau Jawa (Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta) secara cross-sectional dengan teknik voluntary sampling. Jumlah responden sebanyak 424 yang dikumpulkan melalui kuesioner daring. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi square dan uji regresi logistik biner. Hasil utama penelitian ini menunjukkan bahwa sikap (OR= 10,206; 95% CI: 6,416-16,233), persepsi kontrol perilaku (OR= 7,336; 95% CI: 4,703 - 11,444), dan kesediaan untuk membayar (OR= 4,230; 95% CI: 2,760-6,482) memiliki hubungan signifikan dengan intensi vaksinasi COVID-19 (p-value &lt; 0,05). Pengetahuan terkait COVID-19 tidak memiliki hubungan signifikan dengan intensi vaksinasi COVID-19 (p-value &gt; 0,05). Sebagian besar responden tidak bersedia untuk membayar vaksin COVID-19 (49,1%). Sedangkan, dari 36,3% responden yang bersedia membayar vaksin COVID-19 memilih jumlah maksimal yang ingin mereka bayarkan sejumlah Rp 100.000 – Rp 500.000 ($7,06 - $35,31). Sebagian besar masyarakat Pulau Jawa memiliki intensi vaksinasi COVID-19. Sikap positif terhadap vaksin COVID-19, persepsi kontrol perilaku, dan kesediaan untuk membayar memiliki hubungan dengan intensi vaksinasi COVID-19.</em></p> Hoirun Nisa ##submission.copyrightStatement## 2022-08-16 2022-08-16 32 2 10.22435/mpk.v32i1.4179