DIET BERAS MERAH DAN BERAS PUTIH PRATANAK PADA TIKUS HIPERGLIKEMIA

  • Dita Kristanti Pusat Penelitian Teknologi Tepat Guna, LIPI
  • Viera Nu’riza Pratiwi
  • Endang S Rahayu
  • Mary Astuti
Keywords: glucose, hyperglycemia, precooked, red rice, white rice, glukosa, hiperglikemia, pratanak, beras merah, beras putih

Abstract

ABSTRACT

Hyperglycemia is a carbohydrate metabolism disorder causing diabetes. The difference in glycemic index (GI) in red rice and white rice causes different effects on blood glucose. Precooked rice processing causes starch retrogradation which can form Resistant Starch (RS) thereby lowering the GI of rice. Resistant starch is fermented into Short Chain Fatty Acids (SCFAs) and affects the colonic microbiota population. This study aims to determine the effect of precooked red rice and precooked white rice consumption on fasting blood glucose concentration, Ferric Reducing Ability on Plasma (FRAP) concentration, Escherichia coli, and Lactobacillus populations, and SCFAs digesta in hyperglycemic Wistar rats. This study was conducted using 24 male Wistar rats aged 8 weeks with a bodyweight of 200-220 grams. The rats were divided into 4 treatment groups: healthy (S), hyperglycemic (H), a hyperglycemic diet of precooked red rice (H+BMP), and hyperglycemic rats of precooked white rice diet (H+BPP). Consumption of precooked red rice (BMP) for 6 weeks was shown to reduce fasting blood glucose concentration (57.95%), while consumption of cooked white rice (BPP) actually increased fasting blood glucose concentration (4.16%) in hyperglycemic rats. Consumption of BMP also resulted in higher blood antioxidant capacity than BPP. However, consumption of BMP and BPP had no significant effect on the E. coli population, Lactobacillus population, and SCFAs digesta levels.

 

ABSTRAK

Hiperglikemia adalah suatu tanda gangguan metabolisme karbohidrat yang menyebabkan penyakit diabetes. Perbedaan Indeks Glikemik (IG) pada beras merah dan beras putih menyebabkan perbedaan efek pada glukosa darah. Pengolahan beras secara pratanak menyebabkan retrogradasi pati yang dapat membentuk Resistant Starch (RS) sehingga menurunkan IG pada beras. Resistant starch difermentasi menjadi Short Chain Fatty Acids (SCFAs) dan mempengaruhi populasi mikrobiota di kolon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi beras merah dan beras putih precooked terhadap konsentrasi glukosa darah puasa, konsentrasi Ferric Reducing Ability on Plasma (FRAP), populasi  Escherichia coli dan Lactobacillus, serta SCFAs digesta tikus Wistar hiperglikemia. Penelitian ini dilakukan menggunakan 24 ekor tikus putih Wistar jantan berumur 8 minggu dengan berat badan 200-220 gram. Tikus dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan: sehat (S), hiperglikemia (H), hiperglikemia diet beras merah pratanak (H+BMP), dan tikus hiperglikemia diet beras putih pratanak (H+BPP). Konsumsi beras merah pratanak (BMP) selama 6 minggu terbukti menurunkan konsentrasi glukosa darah puasa (57.95%), sedangkan konsumsi beras putih pratanak (BPP) justru meningkatkan konsentrasi glukosa darah puasa (4.16%) pada tikus hiperglikemia. Konsumsi BMP juga menghasilkan kapasitas antioksidan darah yang lebih tinggi dibandingkan BPP. Namun, konsumsi BMP dan BPP tidak berpengaruh nyata terhadap populasi E. coli, populasi Lactobacillus, dan kadar SCFAs digesta. [Penel Gizi Makan 2021, 44(2):93-104]

Published
2021-12-31
How to Cite
Kristanti, D., Pratiwi, V., Rahayu, E., & Astuti, M. (2021). DIET BERAS MERAH DAN BERAS PUTIH PRATANAK PADA TIKUS HIPERGLIKEMIA. Penelitian Gizi Dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research), 44(2), 93-104. https://doi.org/10.22435/pgm.v44i2.4421