SOSIODEMOGRAFI STUNTING PADA BALITA DI INDONESIA

  • Sudikno sudikno
  • Yekti Widodo
  • Irlina Raswanti Irawan
  • Doddy Izwardy
  • Vivi Setiawaty
  • Budi Setyawati
  • Yunita Diana Sari
  • Dyah Santi Puspitasari
  • Feri Ahmadi
  • Rika Rachmawati
  • Amalia Safitri
  • Nurilah Amaliah
  • Prisca Petty Arfines
  • Bunga Christitha Rosha
  • Aditianti Aditianti
  • Elisa Diana Julianti
  • Joko Pambudi
  • Nuzuliyati Nurhidayati
  • Febriani Febriani
Keywords: sociodemography, stunting, children underfive, sosiodemografi, balita

Abstract

ABSTRACT

The problem of stunting in children under five (0-59 months) is still a public health problem, especially in developing countries. This study aims to measure the prevalence of stunting and determine its sociodemography risk factors in Indonesia. This study was a nationwide survey in 514 districts consisting of 32,000 census blocks (320,000 households). The study design was cross-sectional. The population of this study was all families of children under five in all districts in Indonesia. The sample was households with children under five which were visited by Susenas (National Sociodemographic Survey) in March 2019. The data collected were the length/height of children under-five of age, gender, age (months), region (rural and urban), all provinces which were divided into 7 regions. (Java-Bali, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Papua), and diarrhea. The results showed that the prevalence of stunting in children under five (0-59 months) was 27.6 percent. Multivariate regression analysis showed that children 12 month old and older, living in rural areas (AOR=1,444; 95% CI: 1,442-1,447), in the Nusa Tenggara region (AOR=1,874; 95% CI: 1,866-1,882), and suffering from diarrhea (AOR=1,409; 95%CI: 1,401-1,417)  were more at risk of becoming stunted.

 

ABSTRAK

Masalah stunting pada balita (0-59 bulan) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat terutama di negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi stunting dan faktor risiko stunting menurut sosiodemografi di Indonesia. Penelitian ini merupakan survei nasional di 514 kabupaten/kota yang terdiri dari 32.000 blok sensus (320.000 rumah tangga). Desain penelitian adalah cross-sectional. Populasi dari penelitian ini adalah semua keluarga balita yang ada di seluruh kabupaten/ kota di Indonesia. Sampel adalah rumah tangga yang memiliki balita yang dikunjungi oleh Susenas Maret 2019. Data yang dikumpulkan adalah panjang/tinggi badan balita, jenis kelamin, umur (bulan), wilayah (perdesaan dan perkotaan), provinsi yang dibagi dalam 7 wilayah (Jawa bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Papua), dan penyakit diare pada balita. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting pada balita (0-59 bulan) sebesar 27,6 persen. Analisis regresi multivariate menunjukkan bahwa balita yang berumur lebih dari 11 bulan, tinggal di perdesaan (AOR=1,444; 95% CI: 1,442-1,447), wilayah Nusa Tenggara (AOR=1,874; 95% CI: 1,866-1,882) dan yang menderita diare (AOR=1,409; 95%CI: 1,401-1,417)  lebih berisiko untuk menjadi stunting. [Penel Gizi Makan 2021, 44(1):71-78]

Published
2021-12-31
How to Cite
sudikno, S., Widodo, Y., Irawan, I., Izwardy, D., Setiawaty, V., Setyawati, B., Sari, Y., Puspitasari, D., Ahmadi, F., Rachmawati, R., Safitri, A., Amaliah, N., Arfines, P., Rosha, B., Aditianti, A., Julianti, E., Pambudi, J., Nurhidayati, N., & Febriani, F. (2021). SOSIODEMOGRAFI STUNTING PADA BALITA DI INDONESIA. Penelitian Gizi Dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research), 44(2), 71-78. https://doi.org/10.22435/pgm.v44i2.4953