MALARIA DAN PERAN MEDIA KOMUNIKASI TERHADAP PEMAHAMAN TENTANG MALARIA PADA MASYARAKAT DI KABUPATEN NAGAN RAYA, ACEH

  • Veny Wilya
  • Andi Zulhaida
  • Yasir Yasir
Keywords: Media Komunikasi, Malaria, Nagan Raya

Abstract

Promosi kesehatan merupakan proses pemberdayaan masyarakat untuk memelihara, meningkatkan, melindungi dan mempengaruhi lingkungan, perilaku, serta kualitas kesehatan. Media sebagai alat bantu komunikasi diperlukan agar masyarakat mendapatkan informasi mengenai usaha pengendalian dan pencegahan malaria. Penelitian bertujuan untuk mengetahui peran media komunikasi dalam memahami konsep malaria. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain potong lintang. Pemilihan sampel dilakukan secara simple random sampling dengan besaran sampel menggunakan rumus lemeshow. Jumlah sampel pemeriksaan darah jari secara mikroskopis sebanyak 888 responden dan sampel wawancara sebanyak 232 responden dengan rincian Kecamatan Padang Panjang 82 responden, Beutong 75 responden, dan Alue Bilie 75 responden. Hasil pemeriksaan darah jari menunjukkan bahwa tidak ditemukan Plasmodium sp. pada responden di Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh. Hasil wawancara menunjukkan bahwa sebanyak 94,7% responden di Kecamatan Beutong, 85,30% responden di Kecamatan Alue Bilie, dan 76,80% di Kecamatan Padang Panjang memahami dengan baik konsep malaria. Media komunikasi yang paling berperan dalam penyebarluasan informasi di Kecamatan Padang Panjang (74,4%), Kecamatan Alue Bilie (45,3%), dan Kecamatan Beutong (42,7%) adalah televisi. Media yang mempunyai peran paling kecil di Kecamatan Beutong (1,3%) dan Padang Panjang (1,2%) adalah majalah, sedangkan di Kecamatan Alue Bilie (2,7%) adalah radio. Promosi kesehatan melalui media televisi perlu ditingkatkan karena dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

 

Health promotion is a process of society empowerment to maintain, improve, protect and influence environment, behavior, and health quality. Media as a communication tool is needed to get information of society about the effort of controlling and preventing malaria. The aim of this research was to know the role of communication media in understanding the concept of malaria. This research is  descriptive with cross sectional design. The sample selection was done by simple random sampling with sample size using lemeshow formula. Number of samples of microscopic blood examination were 888 respondents and 232 respondents were interviewed with details (Padang Panjang Sub-district 82 respondents, Beutong 75 respondents, and Alue Bilie 75 respondents). The result of finger blood examination showed that Plasmodium sp. was non found in respondents at Nagan Raya District Aceh Province. The interview result shows that 94,7% of respondents in Beutong Sub-district, 85,30% of respondents in Alue Bilie Sub-district, and 76,80% in Padang Panjang sub-district understand well malaria concept. The most communication media role of disseminating information in Padang Panjang Sub-district (74.4%), Alue Bilie Sub-district (45.3%), and Beutong Sub-district (42.7%) were television. The smallest media role in Beutong Sub-district (1.3%) and Padang Panjang (1.2%) was magazine, while in Alue Bilie Sub-district (2.7%) was radio. Health promotion through television media needs to be improved because it can reach all levels of society.

References

1. Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit dan Pengendalian Lingkungan. 2009. Pedoman Penatalaksanaan Kasus Malaria Di Indonesia. Jakarta : Subdit Malaria, P2B2.

2. Pemerintah Aceh. 2010. Peraturan Gubernur Aceh No.40 Tahun 2010 Tentang pedoman Eliminasi Malaria di Aceh. Hal 22.

3. Dinas Kesehatan Provinsi Aceh. 2011. Profil kesehatan Aceh data 2010. Provinsi Aceh.

4. [Kementrian Kesehatan R.I]. 2007. Riset kesehatan dasar 2007. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

5. [Kementrain Kesehatan RI].2011. Promosi kesehatan di daerah bermasalah kesehatan. Jakarta. Hal : 85.

6. Sub Direktorat Pengendalian Malaria. 2011. Buku saku menuju eliminasi malaria. Jakarta.

7. Suharjo., Supratman S., Manalu H., (2004). Pengetahuan dan persepsi masyarakat tentang malaria kaitannya dengan kondisi lingkungan di Kabupaten Banjarnegara. Jurnal Ekologi Kesehatan. 3 (1): 50.

8. Shinta. Supratman S. Titik S.S. (2005). Pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat terhadap malaria di daerah endemis, di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Jurnal Ekologi Kesehatan. 4 (2) : 258-259.

9. Sukowati S., Siti S.S, Enny W.L. 2003. Pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat tentang malaria di daerah Lombok Timur, NTB. Jurnal Ekologi Kesehatan. 2 (1) : 176.

10. Bowen HL. 2013. Impact of a mass media campaign on bed net use in Cameroon. Malar J.12 : 36.

11. Akay CS., Josef SBT., Victor DP. 2015. Gambaran pengetahuan masyarakat tentang penyakit malaria di Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara. Jurnal e-biomedik (eBM). 3 (1) : 435-441.

12. Trapsilowati W., Blondine CHP. 2010. Partisipasi masyarakat dalam pengendalian vector malaria menggunakan Bacillus thuringiensi H-14 galur local di Banjarnegara, Jawa Tengah. Media Litbang Kesehatam. XX (1) : 26 - 32

13. Wakefield MA, Loken B, Hornik RC. 2010. [Summary]. Use of mass media campaigns to change health behaviour.Lancet. 376:1261–1271.

14. Lemeshow, 1997. Besar Sampel Dalam Penelitian Kesehatan. Gadjah Mada Universitas Press. Yogyakarta. Alih Bahasa.

15. Rogers. Everett M., 2003. Diffusions of innovations . Fifth Edition. Simon & Schuster Publisher.

16. Laksono A.D., Ratna D.W. 2011. Analisis potensi penyebaran informasi kesehatan melalui jejaring sosial (studi kasus pada ‘forum jejaring peduli aids’). Buletin Penelitian Kesehatan. 14 (4). 358-365.
Published
2017-07-28
How to Cite
1.
Wilya V, Zulhaida A, Yasir Y. MALARIA DAN PERAN MEDIA KOMUNIKASI TERHADAP PEMAHAMAN TENTANG MALARIA PADA MASYARAKAT DI KABUPATEN NAGAN RAYA, ACEH. sel [Internet]. 28Jul.2017 [cited 27Sep.2021];4(1):45-. Available from: https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/sel/article/view/1447

Most read articles by the same author(s)