IDENTIFIKASI KONTAMINASI CACING USUS PADA MAKANAN SIAP SAJI DI KOTA BANDA ACEH

  • Faridah Hanum
  • Nurhayati Nurhayati
Keywords: soil transmitted helmints (STH), sayuran mentah, makanan siap saji

Abstract

Infeksi cacing usus merupakan salah satu masalah kesehatan di daerah tropis. Penyakit ini ditularkan melalui tanah, disebut soil transmitted helmints (STH). Sayuran yang disajikan mentah dapat menjadi agen transmisi telur cacing. Kota Banda Aceh sebagai representasi masyarakat Aceh sekaligus daerah wisata kuliner bagi wisatawan menyediakan banyak sekali menu sayuran sebagai pendamping menu makanan utama, misalnya Oen kayee lambai (lalapan khas Aceh) sampai aneka kuliner khas nusantara. Jenis kuliner baru seperti ayam penyet, ayam lepas, pecel lele, tahu goreng dan burger disajikan dengan sayuran mentah. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi kontaminasi STH pada sayuran mentah yang disajikan sebagai pendamping aneka kuliner di Kota Banda Aceh. Jenis penelitian adalah survey dengan pendekatan “Explanatory laboratory research”. Sampel dipilih sebanyak 33 warung kuliner berdasarkan total populasi warung pada titik-titik sentra kuliner di Banda Aceh, yaitu Peunayong, Simpang Surabaya dan Darussalam. Unit analisisnya adalah sayuran mentah, yaitu selada, kubis, kemangi, timun dan tomat; sumber air dan cara pengelolaan sayuran. Berdasarkan penelitian ditemukan 27.3% sampel positif. Hasil identifikasi telur STH adalah telur cacing gelang (Ascaris lumbricoides) dan cacing cambuk (Trichuris trichiura). Untuk itu diperlukan edukasi kemanan pangan dan penelitian lanjutan secara kimiawi pada sayuran yang disajikan bersama makanan siap saji.

 

Intestinal worm infection is one of the health problems in the tropics. The disease is transmitted through the soil, is called soil transmitted helmints. The vegetables were served raw can be the agent of the worm's egg transmission. Banda Aceh city as a representation of the Acehnese community as well as a culinary tourism area for tourists who provide vegetable menu as a main food menu companion, in example Oen kayee lambai to various national culinary specialties. New culinary types such as ayam penyet, ayam lepas, pecel lele, fried tofu and burgers were served with raw vegetables. This study aims to identify the soil transmitted helmints contamination on raw vegetables served as a culinary companion in Banda Aceh City. This research is a descriptive survey with laboratory approach. Samples were selected as many as 33 culinary stalls based on the total population of stalls at the culinary centers in Banda Aceh; Peunayong, Simpang Surabaya and Darussalam. The analysis unit is raw vegetables as lettuce, cabbage, basil, cucumber and tomato; water source and ways of vegetables manage. Based on the study found 27.3% positive samples. Type of worm eggs found are roundworm (Ascaris lumbricoides) and whipworm (Trichuris trichiura). Therefore, it is necessary to educate the food safety and the chemically advance research of on vegetables served with fast food.

References

1. Nugroho, dkk. Identifikasi kontaminasi telur Nematoda usus pada kubis (Brassica oleracea) warung makan lesehan Wonosari Gunung Kidul Yogyakarta. 2010. Jurnal KESMAS Vol. l4, No. 1, Januari 2010, pp. 1-9.
2. Suryani. Hubungan perilaku mencuci dengan kontaminasi telur nematoda usus pada kubis (Brassica oleracea) pedagang pecel lele di Kelurahan Warung Boto Kota Yogyakarta. Jurnal KESMAS Vol. 6, No,2 Juni 2012, pp. 162-232.
3. Purba. Pemeriksaan Escherichia coli dan larva cacing pada sayuran lalapan kemangi (Ocimum basilicum), kol (Brassicaolerace L. Var. Capitata. L), selada (Lactuca sativa L.), terong (Solanum melogena) yang dijual di Pasar Tradisonal, Supermarket dan Restoran di Kota Medan Tahun 2012. http://mutiaralib.webscom/documents/0805052.pdf.
4. Agustina. Cacingan bukan lagi penyakit orang-kampung. 2015. http://www.cnnindonesia.com.
5. Centers for Disease Control and Prevention, Parasites-Soil-Transmitted Helminths (STH). http://www.cdc.gov/parasites/sth/.
6. Verdira. Distribusi frekuensi Soil Transmitted Helminth pada sayuran selada (Lactuca sativa) yang dijual di pasar tradisonal dan pasar modern di Kota Padang. 2014. http//jurnal.fk.unand.ac.id.
7. Chandra, B. Pengantar Kesehatan Lingkungan, Penerbit Buku Kedokteran Jakarta: EGC, 2006.
8. Muhtadi, T.R. Ilmu pengetahuan bahan pangan, Penertbit Alfabeta, Bandung: 2010.
9. Sutio. Modul penuntun praktik parasitologi medik I (Helmintologi). Banda Aceh: Akademi Kesehatan Analis. 2011.
10. Slamet. Kesehatan lingkungan. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. 2004.
11. Suriawiria. Pencemaran makanan dan minuman, Bandung: Penerbit Angkasa. 2005.
12. Suyono, B. Ilmu kesehatan masyarakat dalam konteks kesehatan lingkungan. Jakarta: EGC, 2010.
13. Mulyanto, Ilmu lingkungan, Edisi I, Yogyakarta: Graha Ilmu. 2007.
Published
2017-11-24
How to Cite
1.
Hanum F, Nurhayati N. IDENTIFIKASI KONTAMINASI CACING USUS PADA MAKANAN SIAP SAJI DI KOTA BANDA ACEH. sel [Internet]. 24Nov.2017 [cited 27Sep.2021];4(2):65-2. Available from: https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/sel/article/view/1461