Hubungan Gaya Hidup, Riwayat Penyakit, dan Ekonomi, Dengan Kejadian Strok Pada Suku Mandailing di RSUD Kota Padangsidimpuan Tahun 2017

  • Destanul Aulia
  • Sri Fajar Ayu
  • Nefonafratilova Nefonafratilova
Keywords: Ekonomi, Gaya Hidup, Riwayat Penyakit, Stroke, Suku Mandailing

Abstract

Faktor risiko stroke diklasifikasikan dalam dua bagian: dapat dan tidak dapat dimodifikasi, tidak dapat dimodifikasi seperti usia, jenis kelamin, keturunan, etnis dan lokasi geografis, dan faktor risiko yang dimodifikasi seperti hipertensi, penyakit kardiovaskular, diabetes mellitus, hiperkolesterolemia, stres berkepanjangan, merokok , faktor diet, alkohol, penggunaan narkotika, dan riwayat obesitas. Diet di negara berkembang telah berubah dari diet tradisional yang mengandung banyak karbohidrat dan serat seperti sayuran menjadi diet kebarat-baratan dengan komposisi makanan yang mengandung terlalu banyak lemak, gula, garam, dan mengandung lebih sedikit serat. Makanan Suku Mandailing terkenal dengan penggaram, kecap, banyak santan dan lemak, menyukai makanan olahan seperti ikan sale, kipang, alame, wajit dan diakhiri dengan menghisap rokok. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan metode case control. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh diet, riwayat penyakit, dan ekonomi dengan kejadian stroke untuk Suku Mandailing di RSUD Kota Padangsidimpuan 2017. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Variabel yang paling berpengaruh dalam kejadian stroke adalah diet dan hipertensi. Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan makan dengan kejadian stroke ρ = 0,029, hipertensi ρ = 0,032, merokok ρ = 0,032, dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara DM dengan kejadian stroke dengan ρ = 0,441. Variabel paling berpengaruh dalam kejadian stroke adalah kebiasaan makan dan hipertensi. Rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk makanan pemicu stroke adalah Rp 16.500/ hari/responden. 0,03% dari anggaran kesehatan Kota Padangsidimpuan dibelanjakan untuk penyakit stroke. Disarankan kepada dinas kesehatan dan masyarakat Kota Padangsidimpuan untuk meningkatkan gaya hidup sehat, mengurangi konsumsi garam, gula, dan tembakau secara berlebihan, memastikan asupan buah dan sayuran yang cukup, dan mengkonsumsi makanan rendah lemak, sehat sehingga mengurangi faktor risiko stroke.

References

1] Suyono, S. (2006). Diabetes Mellitus di Indonesia, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid III edisi IV. Jakarta: Departemen Ilmu. Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
2] Bulletin Kesehatan (2011). Gambaran Penyakit Tidak Menular. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI
3] Indrawati, L. (2009). Hubungan Pola Kebiasaan Konsumsi Makanan Masyarakat Miskin dengan Kejadian Hipertensi di Indonesia. Jakarta: Puslitbang Biomedis.
4] Indrawati, L. (2009). Hubungan Pola Kebiasaan Konsumsi Makanan Masyarakat Miskin dengan Kejadian Hipertensi di Indonesia. Jakarta: Puslitbang Biomedis
5] Indrawati, L. (2009). Hubungan Pola Kebiasaan Konsumsi Makanan Masyarakat Miskin dengan Kejadian Hipertensi di Indonesia. Jakarta: Puslitbang Biomedis
6] Poerwadi T. (2000). Beberapa Faktor Risiko Stroke. Lab / SMF Ilmu Penyakit Saraf FK UNAIR RSDS dalam Kumpulan Makalah Simposium Kewaspadaan dan Pencegahan Penyakit Stroke, Lumajang
7] Farida, A. (2009). Mengantisipasi Stroke. Yogyakarta: Buku Biru.
8] Lumantobing, SM. (2001). Stroke dalam Neurogeriatri. Jakarta: BP FKUI.Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
9] Almatsier, S. (2001). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
10] Manurung, M., 2014. Karakteristik Penderita Hipertensi Dengan Komplikasi Rawat Inap Di Rumah Sakit Umum Daerah Deli Serdang Kabupaten Deli Serdang Tahun 2014 Skripsi Mahasiswa FKM USU Medan
11] National Stroke Association. Stroke Prevention 2012; (online), (http://www.stroke.org, diakses 9 April 2014).
12] Kementrian Kesehatan. 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan. Riskesdas 2013.
13] Almatsier, S. (2004). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
14] Lumantobing, SM. (2001). Stroke dalam Neurogeriatri. Jakarta: BP FKUI. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
15] Warlow, CP., Dennis, MS., Van Gijn, J., Hankey,G.J. (1996). Stroke: A Practical Guide to Management. Oxford: Blackwell Sience.
16] Wahiduddin. (2010). Factor Resiko Kejadian Stroke pada Dewasa Awal di Kota Makasar. Jurnal Epidemiologi Universitas Hasanuddin
Published
2018-11-24
How to Cite
1.
Aulia D, Ayu S, Nefonafratilova N. Hubungan Gaya Hidup, Riwayat Penyakit, dan Ekonomi, Dengan Kejadian Strok Pada Suku Mandailing di RSUD Kota Padangsidimpuan Tahun 2017. sel [Internet]. 24Nov.2018 [cited 21Aug.2019];5(2):50-8. Available from: https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/sel/article/view/1480