Determinasi Penyebab Stunting di Provinsi Aceh

  • raisuli ramadhan
  • Nur Ramadhan
  • Eka Fitria
Keywords: Stunting, Asi Ekslusif, Pengangguran, Pertumbuhan Ekonomi

Abstract

Stunting (bertubuh pendek) merupakan salah satu masalah serius kesehatan masyarakat yang dihadapi oleh Indonesia, khususnya di provinsi Aceh. Penyebab utama dari stanting diketahui karena kekurangan gizi pada anak di usia dibawah lima tahun. Determninasi faktor penyebab stunting pada anak di provinsi aceh sangat diperlukan untuk membantu perencana pengelolaan kesehatan masyarakat, dalam upaya menurunkan masalah stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama yang berhubungan dengan stunting pada anak-anak dibawah umur lima tahun di Aceh. Penelitian menggunakan metode survei dari bagian pemantauan status gizi yang dilakukan dalam tahun 2017 di Provinsi Aceh dengan metode wawancara, pengukuran berat badan dan pengukuran tinggi badan.. Responden ditetapkan pada anak yang diasuh ibu yang berumur produktif antara 18-50 tahun. Parameter stunting diidentifikasi dari faktor ASI ekslusif, pertumbuhan ekonomi, dan pengangguran. Data dianalisis dengan menggunakan SPSS versi 15.0 for windows . Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi , stunting sebesar 35,7% pada anak dibawah lima tahun. Faktor resiko stunting diketahui ASI Ekslusif nilai koefisien regresinya 0,48, pengangguran nilai koefisien regresinya 0,401 dan pertumbuhan ekonomi nilai koefisien regresinya 0,188. Penyebab utama terjadinya stanting adalah pemberian Air Susu Ibu ekslusif, sedangkan pengangguran bukan merupakan faktor yang signifikan terjadinya stunting.

References

Aceh, Poltekkes Kemenkes, Masalah Status, Gizi Balita, and Aceh Hasil. 2017. “Laporan Survey Pemantauan Status Gizi Provinsi Aceh.” http://dinkes.acehprov.go.id.
Aridiyah, Farah Okky, Ninna Rohmawati, and Mury Ririanty. 2015. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada Anak Balita Di Wilayah Pedesaan Dan Perkotaan (The Factors Affecting Stunting on Toddlers in Rural and Urban Areas).” E-Jurnal Pustaka Kesehatan 3 (1): 163–70.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2013. “Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013.” Laporan Nasional 2013, 1–384. https://doi.org/1 Desember 2013.
Bappeda. 2015. “Tujuan Perekonomian Menurut Lapangan Usaha.” Bapeda Aceh Dan BPS Aceh.
Bappeda, Aceh. 2013. “Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh.” Qanun Aceh Nomor 12.
Bishwakarma, R. 2011. “Spatial Inequality in Children Nutrition in Nepal: Implications of Regional Context and Individual/Household Composition.” (Disertasi, University of Maryland, College Park, United States.
Gür, Emel, Günay Can, Semra Akkuş, Gökmen Ercan, Ahmet Arvas, Şima Güzelöz, and Serdar Çifçili. 2006. “Is Undernutrition a Problem among Turkish School Children?: Which Factors Have an Influence on It?” Journal of Tropical Pediatrics 52 (6): 421–26. https://doi.org/10.1093/tropej/fml031.
Jonadi, Arius. 2012. “Analisis Pertumbuhan Ekonomi Dan Kemiskinan Di Indonesia.” Jurnal Kajian Ekonomi 1 (April): 140–64.
Kusumawardhani, Intan. 2017. “ASI Eksklusif, Panjang Badan Lahir, Berat Badan Lahir Rendah Sebagai Faktor Risiko Terjadinya Stunting Pada Anak Usia 6-24 Bulan Di Puskesmas Lendah II Kulon Progo,” 2–3.
Linghard R, Alade M. 1990. “Delivery Self Attachment.” The Lancet, 336.
Ni’mah, Khoirun, and siti rahayu Nadhiroh. 2010. “Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian.” Media Gizi Indonesia 1: 13–19.
Paudel, R., Pradhan, B., Wagle, R. R., Pahari, D.P., & Onta S. R. 2012. “Risk Factors for Stunting among Children: A Community Based Case Control Study in Nepal.” Kathmandu University Medical Journal 10 (3): 18–24.
Rosha, Bunga Ch, Dwi Sisca, Kumala Putri, Indri Yunita, and Surya Putri. 2013. “Determinan Status Gizi Pendek Anak Balita Dengan Riwayat Berat Badan Lahir Rendah (Bblr) Di Indonesia (Analisis Data Riskesdas 2007-2010).” Jurnal Ekologi Kesehatan 12 (3): 195–205.
Saad, W. Kamel Kalakech. 2009. “The Nature of Government Expenditure and Its Impact on Sustainable Economic Growth.” Middle Eastern Finance and Economics.
Sandra Fikawati, Ahmad Syafiq. 2009. “Penyebab Keberhasilan Dan Kegagalan Praktik Pemberian ASI Eksklusif.” GIZI KESEHATAN MASYARAKAT 4.
Sekretariat Wakil Presiden RI. 2017. “100 Kabupaten/Kota Prioritas Untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting).”
Subramanyam, Malavika A., Ichiro Kawachi, Lisa F. Berkman, and S. V. Subramanian. 2011. “Is Economic Growth Associated with Reduction in Child Undernutrition in India?” PLoS Medicine 8 (3). https://doi.org/10.1371/journal.pmed.1000424.
Sukirno, S. 1996. “Ekonomi Pembangunan Proses, Masalah Dan Dasar Kebijaksanaan.” Jakarta: LPFE UI Dengan Bina Grafika.
UNICEF. 2013. “Improving Child Nutrition, the Achievable Imperative for Global Progress.” New York: United Nations Children’s Fund.
WHO. 2007. “Growth Reference 5-19 Years.” Jewena. WHO Interim Guidelines.
WHO dan Unicef. 2012. “UNICEF -WHO-World Bank Joint Child Malnutrition Estimates.” UNICEF, New York; WHO, Geneva; The World Bank, Washington, DC.
Widodo, Rahayu. 2010. “Pemberian Makan, Suplemen Dan Obat Pada Anak.” Jakarta : EGC.
Published
2018-11-29
How to Cite
1.
ramadhan raisuli, Ramadhan N, Fitria E. Determinasi Penyebab Stunting di Provinsi Aceh. sel [Internet]. 29Nov.2018 [cited 27May2019];5(2):68-6. Available from: https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/sel/article/view/1595