Pengaruh Riwayat Pemberian Asi Dan Mp-ASI Terhadap Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak (Usia 12-24 Bulan) Di Kota Banda Aceh

  • Suryana Suryana
  • Yulia Fitri
Keywords: Riwayat Pemberian ASI, Makanan Pendamping ASI, Pertumbuhan dan Perkembangan, Anak

Abstract

Proses penting dalam pemenuhan gizi balita untuk pertumbuhan dan perkembangan adalah pemberian ASI dan MP-ASI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh riwayat ASI dan MP-ASI terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak usia 12-24 bulan. Penelitian ini menggunakan desain Cross Secsional Study. Penelitian dilakukan di Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh. Sampel adalah baduta usia 12-24 bulan yang berjumlah 77 orang yang diambil dengan tehnik pengambilan stratified random sampling. Penelitian menggunakan data primer yang terdiri dari data riwayat pemberian ASI, MP-ASI, pertumbuhan dengan indeks PB/U dan perkembangan baduta usia 12-24 bulan. Pertumbuhan dinilai melalui Z-skor tinggi badan (PB) menurut umur standar WHO. Perkembangan diukur menggunakan test Denver II. Analisis data menggunakan program SPSS versi 16.0 dengan chi-square test. Proporsi sampel pada riwayat ASI kurang baik, pemberian MP-ASI kurang tepat, stunting, dan perkembangan yang meragukan/menyimpang berturut-turut adalah  37,7%, 44.1%, 57.1%, 42.9%.  Terdapat pengaruh antara riwayat pemberian ASI terhadap pertumbuhan (P=0.000), (OR = 6.7,  95% CI:2.1- 20.6), perkembangan (p=0.000), (OR 20.8, 95% CI:6.2-69.4). Terdapat pengaruh antara pemberian MP-ASI terhadap pertumbuhan (P=0.000), (OR=4.887, 95% CI:1.7-13.6), perkembangan (p=0.000), (OR = 16.5, 95% CI:5.3-51.3). Kesimpulannya terdapat pengaruh antara riwayat pemberian ASI dan pemberian MP-ASi terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak usia 12-24 bulan. Perlu ditingkatkan pemberian ASI yang baik serta pemberian MP-ASI yang tepat untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal.

References

1. Khomsan A, Anwar F, Sukandar D. 2004.Pangan dan Gizi untuk Kualitas Hidup. Jakarta(ID): Grasindo
2. Aritonang, 2012. Memantau Dan Menilai Status Gizi Anak, Aplikasi Standar Who-Antro 2005, Leutikabooks Dengan Cebios.
3. [Balitbangkes] Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI (ID). 2010. Riset Kesehatan Dasar 2013 Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
4. Budiman B, Syarief NS, Soekatri MYE. 2013. Perkembangan Mental Bayi dan Anak Indonesia: Hasil SEANUTS Indonesia. Gizi Indon 203; 36(2):153-160.
5. Harahap H, Budiman B, Widodo Y, 2018. Gangguan Pertumbuhan Dan Perkembangan Pada Anak Usia 0,5-1,9 Tahun Terkait Dengan Asupan Makanan Dan Pengasuhan Yang Kurang. Journal of The Indonesian Nutrition Association. Gizi Indon 2018, 41(1):49-58
6. Kramer MS, Guo T, Platt RW, Sykoyskaya Z, Dzikoyich I, Collet JP, Shapiro S, Chalmers B, Hodnett E, Vanilovich I, Mezen I, Ducruet T, Shishko G, Bogdanovich N, 2003. Infant growth and health outcomes associated with 3 compared with 6 mo of exclusive breastfeeding
7. Oddy WH, Kendali GE, Li J, Jacoby P, Robinson M, Pysch BAH, De klerk NH, Silbum SR, Zubrick S, Landau LI, et al, 2012. The long-term effects of breastfeeding on child and adolescent mental health: a pregnancy cohort study followed for 14 years. The Journal of Pediatrics. 156(4): 568-574.
8. Arif,N. 2009. Panduan Ibu Cerdas ASI dan Tumbuh Kembang. Yogjakarta: Media. Pressindo
9. [Depkes RI] Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2005. Pedoman Pelaksanaan: Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak. Jakarta (ID): Departemen Kesehatan RI.
10. [Kemenkes RI] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2010a. Penuntun Hidup Sehat. Jakarta (ID): UNICEF Indonesia.
11. Mufida L, Widyaningsih TD, Maligan JM. 2015. Prinsip dasar makanan pendamping air susu ibu untuk bayi 6-24 bulan: kajian pustaka. Jurnal Pangan dan Agroindustri. 3(4): 1646-1651.
12. Supariasa IDN, Bakri B, Fajar I. 2002. Penilaian Status Gizi. Jakarta (ID): EGC.
13. Ahmad A, Suryana, Fitri Y. 2011. Asi Ekslusif anemia dan Stunting Pada Anak Baduta (6-24 Bulan) di Kecamatan darul Imarah kabupaten Aceh Besar. Jurnal Nasuwakes. Vol 4, Nomor 1 tahun 2011.
14. McGregor SG, Cheung YB, Cueto S, Glewwe P, Richter L, Strupp B. 2007. Development potential in the first 5 years for children in developing countries. The Lancet. 369(9555): 60-70.
15. Tasnim S. 2014. Effect of breastfeeding on child development: at birth and beyond. South East Asia Journal of Public Health. 4(1): 4-8.
16. Megawati RA, Notoatmojo H. Rohmani A. 2012. Hubungan pola pemberian asi dan karakteristik ibu dengan tumbuh kembang bayi 0-6 bulan di Desa Bajomulyo, Juwana. Jurnal Kedokteran Muhammadiyah. 1(1): 30-37.
17. Jedrychowski W, Perera F, Jankowski J, Butscher M, Mroz E, Flak E, Kaim I, Lisowska-Miszczyk I, Skarupa A, Sowa A. 2012. Effect of exclusive breastfeeding on the development of children’s cognitive function in the Krakow prospective birth cohort study. Eur J Pediatr. 171(1): 151-158.
18. Anugraheni HS. 2012. Faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 12-36 bulan di Kecamatan Pati, Kabupaten Pati [artikel penelitian]. Semarang (ID): Universitas Diponegoro.
19. Widodo Y. 2011. Cakupan pemberian asi eksklusif: akurasi dan interpretasi data survei dan laporan program. Jurnal Gizi Indonesia. 34(2): 101-108.
20. Grant A. 2004. Healthy Baby & Toddler Foods. London (UK): Octapus Publishing Group Ltd.
21. Amelia SWN, Suherni, Margono. 2013. Usia pemberian makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) dengan gangguan perkembangan motorik halus bayi. Jurnal Ilmu Kebidanan. 1(1): 1-6.
Published
2019-09-02
How to Cite
1.
Suryana S, Fitri Y. Pengaruh Riwayat Pemberian Asi Dan Mp-ASI Terhadap Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak (Usia 12-24 Bulan) Di Kota Banda Aceh. sel [Internet]. 2Sep.2019 [cited 22Feb.2020];6(1):25-4. Available from: https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/sel/article/view/1723