PENGARUH ASUPAN ENERGI DAN PROTEIN IBU HAMIL SELAMA TRIMESTER III TERHADAP KELUARAN KEHAMILAN: STUDI KOHORT

  • Nora Usrina Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh
  • Faisal Bin Abdurrahman Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh
  • Asnawi Abdullah Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh,
  • Radhiah Zakaria Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh
  • Maidar Maidar Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh
Keywords: Asupan Energi, Asupan Protein, Berat Badan Lahir, Panjang Badan Lahir.

Abstract

Status gizi ibu selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Pola konsumsi makan ibu selama hamil berpengaruh terhapat kejadian BBLR dan panjang badan lahir pendek. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh asupan gizi energi dan protein ibu hamil selama trimester III terhadap keluaran kehamilan. Penelitian ini menggunakan metode studi kohort selama 3 bulan. Sampel dalam penelitian ini yaitu ibu hamil trimester III yang berjumlah 31 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Analisis data yang digunakan yaitu uji regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh asupan energi (koef=0,829; 95% CI: 0,3 – 1,3; p-valuer=0,003) dan asupan protein (koef=11,69; 95%CI: 2,4 – 20,9; p-value=0,015) selama trimester III terhadap berat badan bayi saat lahir. Selain itu, terdapat pengaruh asupan energi (koef=0,003; 95% CI: 0,001 – 0,01; p-valuer=0,004) dan asupan protein (koef=0,053; 95%CI: 0,01 – 0,1; p-value=0,012) selama trimester III terhadap panjang badan bayi saat lahir. Penelitian ini menunjukkan bahwa asupan energi dan protein berpengaruh terhadap hasil keluaran kehamilan, sehingga diharapkan ibu hamil dapat memenuhi kebutuhan asupan makanan terutama selama kehamilan trimester III.

References

1. Vohr BR, Poggi Davis E, Wanke CA, Krebs NF. Neurodevelopment: The Impact of Nutrition and Inflammation During Preconception and Pregnancy in Low-Resource Settings. Pediatrics. Apr 2017;139(Suppl 1):S38-s49. doi:10.1542/peds.2016-2828F

2. Chairunnita H, Dwiriani CM. Model Penduga Berat Bayi Lahir Berdasarkan Pengukuran Lingkar Panggul Ibu Hamil. Jurnal Gizi dan Pangan. 2006:17 – 25.

3. Ojofeitimi EO OP, Sanusi RA, Orji EO, Akinlo A, Liasu SA, Owolabi OO. Poor Dietary Intake of Energy and Retinol among Pregnant Women: Implications for Pregnancy Outcome in Southwest Nigeria. 2008:480-484.

4. Riskesdas. Riset Kesehatan Dasar. 2018.

5. Dinkes Aceh. Profil Kesehatan Aceh tahun 2018. Banda Aceh: Dinkes Aceh. 2018;

6. Kibret KT, Chojenta C, Gresham E, Tegegne TK, Loxton D. Maternal dietary patterns and risk of adverse pregnancy (hypertensive disorders of pregnancy and gestational diabetes mellitus) and birth (preterm birth and low birth weight) outcomes: a systematic review and meta-analysis. Public health nutrition. 2019;22(3):506-520.

7. Gresham E, Byles JE, Bisquera A, Hure AJ. Effects of dietary interventions on neonatal and infant outcomes: a systematic review and meta-analysis. The American journal of clinical nutrition. 2014;100(5):1298-1321.

8. Lubis Z. Status gizi ibu hamil serta pengaruhnya terhadap bayi yang dilahirkan. Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. 2003;

9. Huda SN, Kartasurya MI, Sulistiyani S. Perilaku Berpantang Makan Pada Ibu Hamil Sebagai Faktor Risiko Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Di Masyarakat Suku Dayak Kabupaten Sintang Kalimantan Barat. Universitas Diponegoro; 2019.

10. Fitri I, Wiji RN. Asupan zat gizi makro dan kenaikan berat badan selama hamil terhadap luaran kehamilan. Jurnal Gizi Klinik Indonesia. 2018;15(2):66-74.

11. Lestari H, Afa JR. Hubungan Tingkat Asupan Energi, Protein, Zat Besi (Fe), Seng (Zn), Asam Folat, Dan Vitamin A Ibu Hamil Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Bayi Di Wilayah Kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari Tahun 2017. (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat). 2018;2(7)

12. GUSTO study group. Maternal protein intake during pregnancy is not associated with offspring birth weight in a multiethnic Asian population. The Journal of nutrition. 2015;145(6):1303-1310.

13. Almatsier S. Prinsip dasar ilmu gizi. Gramedia Pustaka Utama; 2011.

14. Ibrahim M, Proverawati A. Nutrisi janin dan ibu hamil. Yogyakarta: Nuha Medika. 2010;

15. Ratnasari D, Suhartono S, Rahfiludin MZ. Faktor risiko kejadian berat badan lahir rendah di area pertanian (studi di kabupaten Brebes). Jurnal Gizi dan Pangan. 2017;12(1):41-48.

16. Ota E, Hori H, Mori R, Tobe-Gai R, Farrar D. Antenatal dietary education and supplementation to increase energy and protein intake. The Cochrane database of systematic reviews. Jun 2 2015;(6):Cd000032. doi:10.1002/14651858.CD000032.pub3

17. Wu G, Bazer FW, Cudd TA, Meininger CJ, Spencer TE. Maternal nutrition and fetal development. The Journal of nutrition. 2004;134(9):2169-2172.

18. Hjertholm KG, Iversen PO, Holmboe‐Ottesen G, et al. Maternal dietary intake during pregnancy and its association to birth size in rural Malawi: A cross‐sectional study. Maternal & child nutrition. 2018;14(1):e12433.

19. Ruchayati F. Hubungan Kadar Hemoglobin dan Lingkar Lengan Atas Ibu Hamil Trimester III dengan Panjang Abyi Lahir di Puskesmas Halmahera Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro. 2012;1(2):18785.
Published
2021-11-30
How to Cite
1.
Usrina N, Abdurrahman F, Abdullah A, Zakaria R, Maidar M. PENGARUH ASUPAN ENERGI DAN PROTEIN IBU HAMIL SELAMA TRIMESTER III TERHADAP KELUARAN KEHAMILAN: STUDI KOHORT. sel [Internet]. 30Nov.2021 [cited 7Dec.2022];8(2):86 -97. Available from: https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/sel/article/view/4831