DENSITAS MIKROFILARIA PADA RESERVOIR DI WILAYAH ENDEMIS FILARIASIS KABUPATEN ACEH JAYA

  • Yulidar Yulidar Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh
  • Rosdiana Rosdiana Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh
  • Ulil Amri Manik Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh
  • Veny Wilya Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh
  • Nur Ramadhan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh
  • Eka Randiana Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Jaya
  • Ibnu Muhsi Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Jaya
Keywords: mikrofilaria reservoir, Dirofillaria Aceh Jaya

Abstract

Kabupaten Aceh Jaya termasuk wilayah endmeis filariasis. Pelaksanaan Program pemberian  obat  pencegahan massal (POPM) lima putaran dilakukan dari tahun 2011 sampai 2015. Oleh karena gagal pre-TAS pada tahun 2016, maka dilakuakn POPM 2 putaran lagi tahun 2017 dan 2018. Evaluasi pelaksanaan program pengendalian filariasis berjalan dengan baik namun aspek penyebab kegagalan POPM tidak diketahui secara pasti. Banyak hal yang menjadi faktor resiko penularan filariasis diantaranya keberadaan agent, host (manusia dan hewan) dan faktor lingkungan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendapatkan gambaran densitas mikrofilaria pada reservoir di wilayah endemis filariasis Kabupaten Aceh Jaya terutama Desa Lhok Bout dan Desa Ligan. Penelitian ini merupakan cross sectional dan jumlah hewan yang tertangkap bersifat purposive sampling pada 100 hewan yaitu kucing dan monyet ekor panjang. Pengumpulan data dilkaukan pada bulan Agustus dan Oktober 2017 di Desa Ligan dan Desa Lhok Bout Kabupaten Aceh Jaya. Hasil pemeriksaan mikroskopis pada 83 kucing dan 17 monyet ekorv panjang adalah 4 slide darah kucing ditemukan positif Brugia malayi dan 2 slide darah monyet ekor panjang ditemukan cacing non Brugia malayi yang dicurigai adalah Dilofillaria sp. Oleh karena, kucing dan amonyet ekor panajng positif terdapat cacing mikrofillaria di dalam darahnya maka Kabuapetn Aceh Jaya termasuk wilayah endemis zoonotik reservoir filariasis. Untuk wilayah yang zoonotic reservoir filariasis, pengendalian filariasis tidak hanya pada agent, host manusia namun juga harus memperhatikan host reservoir.Pengendalian cacing Brugia malayi atau non Brugia malayi pada reservoir juga harus dilakukan untuk pemutusan rantai penularan selain pengendalian vector dan usaha lainnya.

 

References

DAFTAR PUSTAKA
1. Kementrian Kesehatan R.I. Peraturan Menteri Kesehatan No.94 Tentang Penanggulangan Filariasis. Jakarta.

2. Yulidar, Marissa N, Wilya V, Rosdiana, Fitria E, Manik UA, Randiana E, Ibnu M. Evaluasi Program Pengendalian Filariasis Dari Aspek Manajemen Di Kabupaten Aceh Jaya Provinsi Aceh. SEL. Jurnal Penelitian Kesehatan. 2019; 6 (2): 101-111

3. Simón F, Siles-Lucas M, Morchón R, González- Miguel J, Mellado I, Carretón E, et al. Human and animal dirofilariasis: The emergence of a zoonotic mosaic. Clin Microbiol Rev. 2012;25(3):507–44.

4. Andiarsa D, Hairani B, Fadilly A. Brugia malayi dan Dirofilaria spp sebagai penyebab filariasis pada hewan reservoir di daerah endemis di Kalimantan. J.Health.Epidemiol. Commun.Dis. 2018;4(1): 24-30.

5. Santoso, Yahya, Salim M. Penentuan Jenis Nyamuk Mansonia Sebagai Tersangka Vektor Filariasis Brugia Malayi Dan Hewan Zoonosis Di Kabupaten Muaro Jambi. Media Litbangkes. Desember 2014; 24 (4): 181-190.

6. Supriyono, Tan S, Hadi UK. Perilaku Nyamuk Mansonia dan Potensi Reservoar dalam Penularan Filariasis di Desa Gulinggang Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan. ASPIRATOR. 2017; 9(1) pp; 1-10.

7. Mallawarachchi CH, Chandrasena NTGA, Wickramasinghe S, Premaratna R, Gunawardane NYIS, Mallawarachchi NSMSM, et al. (2018) A preliminary survey of filarial parasites in dogs and cats in Sri Lanka. PLoS ONE 13(11):e0206633. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0206633.

8. Andiarsa D, Hairani B, Fadilly A. Brugia malayi dan dirofilaria spp sebagai penyebab filariasis pada hewan reservoir di daerah endemis di Kalimantan. J.Health.Epidemiol. Commun.Dis. 2018;4(1): 24-30.

9. Yulidar, Marissa N, Wilya V, Rosdiana, Fitria E, Manik UA, Randiana E, Muhsi I. Evaluasi Program Pengendalian Filariasis Dari Aspek Manajemen Di Kabupaten Aceh Jaya Provinsi Aceh. SEL. Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 6 No.2, November 2019, 101-112. https://doi.org/10.22435/sel.v6i2.2460.

10. Santoso, Yahya, Salim M. Penentuan Jenis Nyamuk Mansonia Sebagai Tersangka Vektor Filariasis Brugia Malayi Dan Hewan Zoonosis Di Kabupaten Muaro Jambi. Media Litbangkes. Vol. 24 No. 4, Desember 2014, 181-190.

11. Yulidar, Yasir, Willya V, Zulhaida A. Distribusi Dan Aktivitas Menggigit Nyamuk Genus Mansonia Yang Berpotensi Sebagai Vektor Filariasis Di Wilayah Endemis Filariasis Desa Ligan Dan Lhok Bout Aceh Jaya. SEL. Jurnal Penelitian Kesehatan. Vol. 5 No.2, November 2018, 59-67.

12. Phumee A, Preativatanyou K, Kraivichain K, Thavara U, Tawatsin A. Morphology and protein profiles of salivary glands offilarial vector mosquito Mansonia uniformis ; possible relation to blood feeding process. Asian Biomed. 2011;5(3):353-360. doi:10.5372/1905-7415.0502.046.

13. Santosos, Suryaningtyas NH, Pahlepi RI, Rahayu KS, et al. Studi Bioekologi Nyamuk Mansonia spp Vektor Filariasis Di Kabupaten Tanjung Jabung Timur , Provinsi Jambi. 2016;655:71-80.

14. Taylor MJ, Hoerauf A, Bockarie M. Lymphatic filariasis and onchocerciasis. Lancet. 2010;376(9747):1175–85.

15. Simón F, Siles-Lucas M, Morchón R, González- Miguel J, Mellado I, Carretón E, et al. Human and animal dirofilariasis: The emergence of a zoonotic mosaic. Clin Microbiol Rev. 2012;25(3):507–44.

16. Kronefeld M, Kampen H, Sassnau R, Werner D. Molecular detection of Dirofilaria immitis, Dirofilaria repens and Setaria tundra in mosquitoes from Germany. Parasites and Vectors. 2014;7(1):1–6.
Published
2021-11-30
How to Cite
1.
Yulidar Y, Rosdiana R, Manik U, Wilya V, Ramadhan N, Randiana E, Muhsi I. DENSITAS MIKROFILARIA PADA RESERVOIR DI WILAYAH ENDEMIS FILARIASIS KABUPATEN ACEH JAYA. sel [Internet]. 30Nov.2021 [cited 7Dec.2022];8(2):75 -85. Available from: https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/sel/article/view/5148

Most read articles by the same author(s)