ANALISIS DATA SPASIAL MALARIA DI KABUPATEN KULON PROGO TAHUN 2017

  • Nungki Hapsari Suryaningtyas
  • Milana Salim
  • Indah Margarethy
Keywords: Malaria, Kulon Progo, curah hujan, ketinggian

Abstract

Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang tidak terlepas dari keberadaan lingkungan fisik dan biologis yang mendukung terjadinya penyakit. Faktor lingkungan seperti iklim, temperatur dan curah hujan merupakan faktor pemicu pemunculan kembali penyakit malaria di suatu wilayah. Kejadian malaria di Provinsi DIY hanya terjadi di Kabupaten Kulon Progo dengan penyebaran di enam kecamatan. Tujuan analisis ini untuk mengetahui hubungan perubahan iklim (curah hujan dan hari hujan) dan ketinggian tempat terhadap kejadian malaria di Kabupaten Kulon Progo. Kajian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan data sekunder malaria di Kabupaten Kulon Progo pada tahun 2017. Data kejadian malaria diperoleh dari Profil Kesehatan Kab. Kulon Progo, sedangkan data curah hujan, hari hujan dan ketinggian tempat berasal dari Badan Pusat Statistik. Data diolah dan dianalisis dengan melakukan overlay antara variabel stratifikasi malaria dengan variabel ketinggian, curah hujan dan hari hujan. Hasil penelitian menunjukkan pola spasial kejadian malaria tersebar di seluruh ketinggian dengan kejadian tertinggi berada di ketinggian 500-1000 mdpl, dengan curah hujan >200 mm (bulan basah) dan hari hujan yang tinggi. Perlu dilakukan peningkatan kewaspadaan dengan melakukan pengamatan terhadap curah hujan, kelembapan dan suhu dalam skala mingguan bekerjasama dengan BMKG. Disarankan pula untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat di daerah perbatasan mengenai upaya pencegahan penularan malaria.

References

Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Malaria. Jakarta; 2016.

Sutarto, B EC. Faktor Lingkungan, Perilaku dan Penyakit Malaria. J Agromed Unila. 2017;4(1):173–184.

Izza N dan S. Analisis Data Spasial Penyakit Difteri di Provinsi Jawa Timur Tahun 2010 dan 2011. Bul Penelit Sist Kesehat. 2015;18(2):211–219.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonprogo. Profil Kesehatan tahun 2018 (Data 2017) Kulonprogo.; 2018.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kulon Progo. Kabupaten Kulon Progo dalam Angka 2018.; 2018.

Kementerian Kesehatan RI. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Tentang Pedoman Surveilans Malaria.; 2007:1–60.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Laporan Akhir Riset Khusus Vektor dan Reservoir Penyakit Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2017.; 2017.

Dewi Handayani Untari Ningsih. Metode Thiessen Polygon untuk Ramalan Sebaran Curah Hujan Periode Tertentu pada Wilayah yang Tidak Memiliki Data Curah Hujan. J Teknol Inf Din. 2012;Volume 17(No 2):154–163.

Asnifatima A. Pola Kecenderungan Spasial Kejadian Malaria (Studi Kasus ; di Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun 2011 - 2013). Hear J Kesehat Masy. 2017;5(1):1–12. http://ejournal.uika-bogor.ac.id/index.php/Hearty/article/view/1051/865.

Elyazar IRF, Sinka ME, Gething PW, Tarmidzi SN, Surya A, Kusriastuti R. The Distribution and Bionomics of Anopheles Malaria Vector Mosquitoes in Indonesia. Adv Parasitol. 2013;83:173–266. doi:10.1016/B978-0-12-4077058.00003-3

Rejeki DSS, Sari RA, Nurhayati N. Annual Parasite Incidence Malaria di Kabupaten Banyumas. J Kesehat Masy Nas. 2014;9(2):137–143.

Tian H, Bi P, Cazelles B, et al. How environmental conditions impact mosquito ecology and Japanese encephalitis : An eco-epidemiological approach. Environ Int. 2015;79:17–24. doi:10.1016/j.envint.2015.03.002

Murhandarwati EEH, Fuad A, Wijayanti MA, et al. Change of Strategy is Required for Malaria Elimination : A Case Study in Purworejo District , Central Java Province , Indonesia. Malar J. 2015;14(318):1–14. doi:10.1186/s12936-015-0828-7

Murhandarwati EEH, Fuad A, Nugraheni MDF, Wijayanti MA, Widartono BS, Chuang T. Early malaria resurgence in pre-elimination areas in Kokap Subdistrict , Kulon Progo , Indonesia. Malar J. 2014;13(130):1–15.

Windarso SE, Rubaya AK, Suwerda B, Ganefati SP. Studi Bionomik Vektor Malaria di Kecamatan Kalibawang, Kulonprogo. JRL. 2008;4(2):111–117.

Taviv Y, Budiyanto A, Sitorus H, Ambarita LP, Mayasari R, Pahlepi RI. Sebaran Nyamuk Anopheles Pada Topografi Wilayah yang Berbeda di Provinsi Jambi. Media Penelit dan Pengemb. 2015;25(2):1–8.

R.A.Wigati, Mardiana, Mujiyono, Siti Alfiah. Deteksi Protein Circum Sporozoite Pada Spesies Nyamuk Anopheles Vagus Tersangka Vektor Malaria di Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo dengan Uji ELISA. Media Litbang Kesehat. 2010;20(3):118–123.

Solikhah. Identifikasi Vektor Malaria. J Kesehat Masy Nas. 2013;7(9):402–407.

Mardiana, Musadad DA. Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Insiden Malaria di Kabupaten Bintan Kepulauan Riau dan Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah. J Ekol Kesehat. 2012;11(1):52–62.

Gustina M, Jubaidi. Studi Ekologi Hubungan Iklim Dengan Kejadian Malaria di Kota Bengkulu Tahun 2011-2013. J Media Kesehat. 2015;8(1):58–62.

Ricotta EE, Frese SA, Choobwe C, Louis TA, Shiff CJ. Evaluating local vegetation cover as a risk factor for malaria transmission : a new analytical approach using ImageJ. Malar J. 2014;13(94):1–7.

Ambarita LP, Taviv Y, Purnama D, Betriyon, Pahlepi RI, Saikhu A. Beberapa Aspek Bionomik Anopheles Maculatus dan An. Leucosphyrus di Perkebunan Kopi Daerah Endemis Malaria Kabupaten OKU Selatan. J Ekol Kesehat. 2011;10(4):229–238.

Astuti EP, Ipa M, Prasetyowati H, Fuadzy H, Dhewantara PW. Kapasitas vektor dan laju inokulasi entomologis Anopheles vagus dari wilayah endemis malaria di Provinsi Banten. vektora. 2016;8(1):23–30.
Published
2020-01-09
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)