UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN OLEANDER (Nerium oleander L.) SEBAGAI BIOLARVASIDA TERHADAP Aedes aegypti

  • Milana Salim Balai Litbang P2B2 Baturaja
  • Ayu Permatasari Putri Balai Litbangkes Baturaja
  • Syalfinaf Manaf Balai Litbangkes Baturaja
Keywords: Daun Nerium oleander L, larva Aedes aegypti L, biolarvasida

Abstract

Penggunaan produk herbal merupakan alternatif terbaik dalam mengendalikan populasi nyamuk. Banyak jenis tanaman diketahui memiliki aktivitas biologi, yakni menghasilkan metabolit sekunder yang berpotensi sebagai larvasida, salah satunya adalah tanaman oleander (Nerium oleander L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun oleander sebagai biolarvasida terhadap larva Aedes aegypti L. instar III. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh perlakuan dan empat ulangan. Sampel penelitian sebanyak 25 larva Aedes aegypti instar III strain lokal Bengkulu per gelas uji. Pembuatan ekstrak daun oleander dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% yang dipekatkan dengan rotary evaporator. Konsentrasi ekstrak untuk uji efektivitas didapatkan dari hasil uji pendahuluan: 50 ppm, 200 ppm, 350 ppm, 500 ppm, dan 650 ppm. Kontrol positif menggunakan larutan temefos 1000 ppm dan kontrol negatif menggunakan akuades. Penentuan efektivitas konsentrasi ekstrak daun oleander dengan mencari nilai LC50. Selanjutnya data kematian larva Ae. aegypti dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva terbanyak pada konsentrasi 650 ppm. Hasil analisis varian menunjukkan ada perbedaan nyata antar konsentrasi terhadap kematian larva dengan konsentrasi efektif 127,938 ppm. Ekstrak daun oleander efektif sebagai biolarvasida terhadap larva Ae.aegypti strain Bengkulu.

References

Kementerian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia 2015. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2016. doi:351.077 Ind.

Kementerian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2016. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2017.

Aji A, Maulinda L, Amin S. Isolasi nikotin dari puntung rokok sebagai insektisida. J Teknol Kim. 2015;1(Mei):100-120.

Kishore N, Mishra BB, Tiwari VK, Tripathi V, Lall N. Natural products as leads to potential mosquitocides. Phytochem Rev. 2013:1-41. doi:10.1007/s11101-013-9316-2

Saenong MS. Tumbuhan Indonesia potensial sebagai insektisida nabati untuk mengendalikan hama kumbang bubuk jagung (Sitophilus sp). J Litbang Pertan. 2016;35(3):131-142. doi:10.21082/jp3.v35n3.2016.p131-142

Goktas O, Mammadov R, Duru ME, Ozen E, Colak AM. Application of extracts from the poisonous plant, Nerium Oleander L., as a wood preservative. African J Biotechnol. 2007;6(September):2000-2003. http://www.academicjournals.org/AJB.
Siham L, Saida O, Moha T, Nadia S, Hakima A. Chemical analysis and antioxidant activity of “Nerium Oleander” leaves. J Biol Sci. 2014;14(1):1-7. doi:10.3844/ojbsci.2014.1.7

Mohammad Reza Fakoorziba, Djaefar M, Moemenbellah-Fard, Azizi K, Mokhtari F. Mosquitocidal efficacy of medicinal plant, Nerium oleander (Apocynaceae), leaf and flower extracts against malaria vector, Anopheles stephensi Liston (Diptera: Culicidae) larvae. Asian Pacific J Trop Dis. 2015;5(1):33-37. doi:https://doi.org/10.1016/S2222-1808(14)60623-X

Komalamisra N, Trongtokit Y, Rongsriyam Y, Apiwathnasorn C. Screening for larvicidal activity in some Thai plants against four mosquito vector species. Southeast Asian J Trop Med Public Health. 2005;36(6):1412-1422.

Raveen R, Kamakshi KT, Deepa M, Arivoli S, Tennyson S. Larvicidal activity of Nerium oleander L . (Apocynaceae) flower extracts against Culex quinquefasciatus Say (Diptera : Culicidae). Int J Mosq Res. 2014;1(1):38-42.

Prabowo H. Pengaruh ekstrak bunga oleander (Nerium oleander L.) terhadap mortalitas hama tanaman jarak pagar Seleno (Thrips rubrocinctus Giard). In: Seminar Nasional Biologi, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta; 2010.

World Health Organization. Guidelines for Laboratory and Field Testing of Mosquito Larvicides. CDC, WHOPES; 2005. http://apps.who.int/iris/bitstream/10665/69101/1/WHO_CDS_WHOPES_GCDPP_2005.13.pdf.

Ningsih TU, Haryono T. Pengaruh filtrat umbi gadung, daun sirsak dan herba anting-anting terhadap mortalitas larva Spodoptera litura. LenteraBio. 2011;2(1):33-36. http://ejournal.unesa.ac.id/index.php/lenterabio.

Salim M, Sulistyaningrum N, Yahya, Isnawati A, Sitorus H, Ni’mah T. Karakterisasi simplisia dan ekstrak kulit buah duku (Lansium domesticum Corr) dari Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi. J Kefarmasian Indones. 2016;6(2):117-128.

Ridha MR, Rahayu N, Rosvita NA, Setyaningtyas DE. Hubungan kondisi lingkungan dan kontainer dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di daerah endemis demam berdarah dengue di Kota Banjarbaru. J Buski. 2013;4(3):133-137.

Yogyana L, Ibrahim E, Bintara AB. Hubungan karakteristik lingkungan kimia dan biologi dengan keberadaan larva Aedes aegypti di wilayah endemis DBD di Kelurahan Kassi-Kassi Kecamatan Rappocini Kota Makasar Tahun 2013. 2013:1-11. https://core.ac.uk/download/pdf/25490961.pdf.
Published
2020-01-09
Section
Articles