KEPADATAN DAN KARAKTERISTIK HABITAT LARVA Aedes sp. DI SEKOLAH DASAR DAERAH ENDEMIS DBD KOTA PALEMBANG

  • R Irpan Pahlepi
  • Susi Soviana IPB
  • Elok Budi Retnani IPB
Keywords: Kata kunci : DBD, larva Aedes sp, kontainer, sekolah dasar. Palembang

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study  yang dilakukan pada186 sekolah dasar yang berada di wilayah endemis DBD di Kota Palembang. Koleksi larva Aedes spp. Menggunakan metode single larva, Pengamatan karakteristik habitat dilakukan secara visual dengan mengamati kontainer yang menjadi habitat larva Aedes spp. Tujuan penelitian ini adalah mengukur kepadatan dan mengidentifikasi spesies larva Aedes spp., menganalisis karakteristik habitat perkembangbiakan larva Aedes spp. serta hubungannya dengan keberadaan larva Aedes spp. Hasil penelitian menunjukan nilai  HI sebesar 65.05%, CI sebesar 21.45 % dan BI sebesar 141 yang kesemua nilai tersebut menunjukan berisiko tinggi terjadinya transmisi DBD. Jenis larva yang dominan ditemukan yaitu Ae. aegypti (98.16%). Terdapat hubungan yang signifikan antara letak kontainer (p=0,000, R=0,016), kondisi tutup kontainer (p=0,013, R=0,076), asal sumber air (p=0,000, R=0,134), kontainer terhadap keberadaan larva Aedes sp.

 

References

1. Indonesia KKR. Pedoman Pengendalian Demam Berdarah Dengue. Jakarta; 2015.
2. Palembang DKK. Profil Kesehatan Kota Palembang Tahun 2014. 2014.
3. Hartoyo E. Spektrum Klinis Demam Berdarah Dengue pada anak. 2008;10(3):145-150.
4. Programme VDC. Dengue Control through Schoolchildren in Thailand Epidemiological situation Morbidity and mortality. Dengue Bull. 1997;21:52-65.
5. Sandy, S. Sasto I. Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Keerom Provinsi Papua Tahun 2011-2014. 2015;11(1):35-42.
6. Budiyanto A. Perbedaan Warna Kontainer Berkaitan dengan Keberadaan Jentik Aedes aegypti di Sekolah Dasar. J Biotek Medisiana Indones. 2012;1(2):63-71.
7. Puspita Sari, Martini PG. Hubungan Kepadatan Jentik Aedes Sp dan Praktik PSN Dengan Kejadian DBD Di Sekolah Tingkat Dasar Di Kota Semarang. J Kesehat Masy. 2012;1(2):413-422.
8. Indonesia KKR. Pedoman Survei Entomologi Demam Berdarah Dengue Dan Kunci Identifikasi Nyamuk Aedes. Jakarta; 2013.
9. Programme S, Diseases T. Review of Entomological Sampling Methods and Indicators for.
10. Hastono SP. DATA. Jakarta; 2006.
11. Borge AM, Manongi RN, Masatu MC, Klepp K, Population S. Status And Visions For The School Health Service As Reported By Local Health. 2008;5(2):79-85.
12. Alberto V, Matiz MI, Lenhart A, et al. Schools as Potential Risk Sites for Vector-Borne Disease Transmission : Mosquito Vectors in Rural Schools in Two Municipalities in Colombia. J Am Mosq Control Assoc. 2015;31(3):212-222.
13. Vektor P, Berdarah D. Aedes sp. 2009;XIX.
14. Di E, Bantimurung KEC, Maros KAB, Aplikasi D. Populasi aedes spp dan karakteristik breeding site di daerah endemis Kecamatan Bantimurung Kabupaten maros. 2015;(September).
15. Fathi, Soedjajadi Keman CUW. Fathi., Soedjajadi K., dan Chatarina U.W., Peran Faktor Lingkungan dan Perilaku. J Kesehat Lingkung. 2005;2(1):1-10.
16. Bartlett-healy AK, Unlu I, Obenauer P, et al. Larval Mosquito Habitat Utilization and Community Dynamics of Aedes albopictus and Aedes japonicus ( Diptera : Culicidae ). J Med Entomol. 2012;49(4):813-824.
17. Diyah Imawati TWS. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keberadaaan Jentik Di Dusun Mandingan Desa Kebonagung Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul. J Med Respati. 2015;10(2):78-89.
18. Sitti Badrah NH. No Title. J Trop Pharm Chem. 2011;1(2):153-160.
Published
2018-08-31
Section
Articles