Efektivitas Biolarvasida Bactivec SL® Terhadap Larva Aedes spp. di Kelurahan Bentiring Kota Bengkulu

  • Dessy Triana Universitas bengkulu http://orcid.org/0000-0001-6117-0765
  • Naura Thania Salsabillah
  • Mardhatillah Sariyanti
  • Martini Martini
  • Ari Suwondo
  • Muchlis Achsan Udji Sofro
Keywords: Dengue, Biolarvasida, Bactivec SL, Lethal Time

Abstract

ABSTRACT

Vector-borne diseases such as dengue are still a health problem in Indonesia. Vector control is the most effective measure to prevent disease transmission. Bactivec SL® has been used since 2008 in Bengkulu City in the dengue control program in Bengkulu City. Evaluation of the effectiveness of the use of biolarvicides has not been carried out effectively. This study aimed to asses the effectiveness of Bactivec SL® against larvae of Aedes sp. used to control dengue in 2020 from Bentiring Village, Bengkulu City. This research was an experimental post test only control group design in November to December 2020 . The sample was obtained from the Bentiring Village as many as 160 larvae of Aedes sp. instar III and instar IV and they were divided into 2 groups (control group and treatment group). This study used the biological test method (4 replications). Data were analyzed by one way ANOVA test and probit analysis to determine the value of LT50,90,99. The results showed that Bactivec SL® was no longer effective in controlling Aedes sp. larvae. in Kelurahan Bentiring with a larval mortality rate of 35%. The value of LT50,90,99 were 76 hours, 107 hours and 131 hours, respectively. The incidence of dengue fever in Bengkulu City in 3 consecutive years (2017-2020) has increased larvicide use rotation is very necessary for optimal control of Aedes sp larvae.

ABSTRAK

Penyakit tular vektor seperti dengue masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Pengendalian vektor merupakan tindakan yang paling efektif untuk mencegah penularan penyakit. Bactivec SL® telah digunakan sejak tahun 2008 di Kota Bengkulu dalam program pengendalian dengue di Kota Bengkulu. Evaluasi efektifitas penggunaan biolarvasida belum dilakukan dengan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas Bactivec SL® terhadap larva Aedes sp. yang digunakan untuk kontrol dengue pada tahun 2020 yang berasal dari Kelurahan Bentiring Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan eksperimental post test only control group design pada bulan November-Desember 2020. Sampel penelitian ini didapatkan dari Kelurahan Bentiring sebanyak 160 ekor larva Aedes sp. instar III dan instar IV yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok uji dengan sembilan variasi waktu. Penelitian ini menggunakan metode uji hayati sebanyak empat kali replikasi. Data dianalisis dengan uji one way ANOVA dan analisis probit untuk menentukan nilai LT50,90,99. Hasil penelitian menunjukan Bactivec SL® dosis 3 µl/L sudah tidak efektif dalam mengendalikan larva Aedes sp. di Kelurahan Bentiring dengan angka kematian larva sebesar 35%. Nilai LT50,90,99 berturut-turut sebesar LT50 76 jam, LT90 107 jam dan LT 99 131 jam.  Angka kejadian DBD di Kota Bengkulu dalam tiga tahun berturut-turut (2017-2020) mengalami peningkatan. Rotasi larvasida sangat diperlukan untuk pengendalian larva Aedes sp. yang optimal.

 

References

WHO. Dengue and severe dengue. WHO. Published 2020. Accessed December 19, 2020. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-severe-dengue

Kementerian Kesehatan. INFODATIN (Situasi Demam Berdarah Dengue Di Indonesia).; 2016.

Kementerian Kesehatan RI. Panduan Kegiatan Menjaga Kebersihan Lingkungan. Published online 2020:1-15.

Kurniati A, Triana D, Sulistiyorini EN, Sariyanti M, Wirastari GG. Association between Body Mass Index and Type of Infection on the Severity of Dengue Infection in Bengkulu City , Indonesia. Jumantik. 2021;6(3):225-233. doi:10.30829/jumantik.v6i3.9177

Dinkes Kota Bengkulu. Laporan Bulanan Pasien DBD Kota Bengkulu Tahun 2019. Published online 2019.

Triana D, Umniyati SR, Mulyaningsih B. Resistance status of aedes aegypti to malathion and cypermethrin in Bengkulu city, Indonesia. Southeast Asian J Trop Med Public Health. 2019;50(3):461-468.

Jude PJ, Tharmasegaram T, Sivasubramaniyam G, et al. Salinity-tolerant larvae of mosquito vectors in the tropical coast of Jaffna , Sri Lanka and the effect of salinity on the toxicity of Bacillus thuringiensis to Aedes aegypti larvae. Parasit Vectors. 2012;5(1):1-8. doi:10.1186/1756-3305-5-269

Dinkes Kota Bengkulu. Profil Kesehatan Kota Bengkulu Tahun 2017. Published online 2017.

Ditjen P2PL. Pedoman Penggunaan Insektisida (Pestisida) Dalam Pengendalian Vektor. Kemenkes RI; 2012.

Dylo P, Martin C, Mhango C. Efficacy of Bacillus thuringiensis var israelinsis (Bti) on Culex and Anopheline mosquito larvae in Zomba. Malawi J Sci Technol. 2014;10(1):40-52.

Anggraeni YM, Rahardianingtyas E, Wianto R. Efikasi Bacillus thuringiensis H-14 Isolat Salatiga Sediaan Bubuk Dan Cair Terhadap Jentik Culex quinquefasciatus. Vektora J Vektor dan Reserv Penyakit. 2015;7(2):51-56. doi:10.22435/vk.v7i2.4499.51-56

Dahlan MS. Besar Sampel Dan Cara Pengambilan Sampel Dalam Penelitian Kedokteran Kesehatan. 4th ed. Epidemiologi Indonesia; 2016.

Lima EP, Paiva MHS, de Araújo AP, et al. Insecticide Resistance In Aedes aegypti Populations from Ceará, Brazil. Parasit Vectors. 2011;4(1):1-12. doi:10.1186/1756-3305-4-5

WHO. Guidelines for assessing the efficacy of insecticidal space sprays for control of the dengue vector Aedes aegypti. Published online 2001:1-28.

Clemons A, Mori A, Haugen M, Severson DW, Duman-Scheel M. Culturing and egg collection of Aedes aegypti. Cold Spring Harb Protoc. 2010;5(10):1-5. doi:10.1101/pdb.prot5507

WHO. Guidelines for laboratory and field testing of mosquito larvicides. World Heal Organ Commun Dis Control Prev Erad Who Pestic Eval Scheme. Published online 2005:1-41.

WHO. Entomological surveillance for Aedes spp. in the context of Zika virus. Published online 2016:1-10.

Abbott WS. A Method of Computing The Effectiveness of an Insecticide. JAMCA. 1987;3(2):302-303.

WHO. Monitoring and Managing Insecticide Resistance in Aedes Mosquito Populations: Interim Guidance for Entomologist.; 2016.

Nugroho A, Wianto R, Wardhani AT, Rahardianingtyas E. Efikasi Bacillus thuringiensis H-14 Isolat Salatiga Sediaan Cair Terhadap Jentik Aedes aegypti Dengan Berbagai Konsentrasi Salinitas Air. Vektora J Vektor dan Reserv Penyakit. 2019;11(2):73-78. doi:10.22435/vk.v11i2.1353

Ritchie SA, Rapley LP, Benjamin S. Bacillus thuringiensis var. israelensis (Bti) provides residual control of Aedes aegypti in small containers. Am J Trop Med Hyg. 2010;82(6):1053-1059. doi:10.4269/ajtmh.2010.09-0603

Triprisila LF, Suharjono, Gama ZP, Nakagoshi N. Studi Toksisitas Bacillus thuringiensis Isolat Lokal Jawa Timur Berdasarkan Ketinggian Tempat Terhadap Larva Aedes aegypti. J Biotropika. 2013;1(3):90-94.

Rahman RU, Cosme LV, Costa MM, Carrara L, Lima JBP, Martins AJ. Insecticide resistance and genetic structure of Aedes aegypti populations from Rio de Janeiro State, Brazil. Benoit JB, ed. PLoS Negl Trop Dis. 2021;15(2):1-11. doi:10.1371/journal.pntd.0008492

Perwitasari D, Musadad DA, Manalu HSP, Munif A. Pengaruh Beberapa Dosis Bacillus Thuringiensis Var Israelensis Serotype H14 Terhadap Larva Aedes aegypti di Kalimantan Barat. J Ekol Kesehat. 2015;14(3):229-237.

Yunus R, Satoto TBT. Efikasi Bacillus Thuringiensis Israelensis Yang Ditumbuhkan Pada Media Air Cucian Beras Mekongga Terhadap Larva Aedes Aegypti Strain Kendari. Vektora J Vektor dan Reserv Penyakit. 2017;9(1):9-16.

Hoedojo R, Sungkar. Morfologi, Daur hidup dan Perilaku Nyamuk. In: Parasitologi Kedokteran. Edisi 4. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Press; 2013:250-265.

Published
2022-01-07
How to Cite
Triana, D., Salsabillah, N., Sariyanti, M., Martini, M., Suwondo, A., & Sofro, M. (2022). Efektivitas Biolarvasida Bactivec SL® Terhadap Larva Aedes spp. di Kelurahan Bentiring Kota Bengkulu. Jurnal Vektor Penyakit, 15(2), 91-98. https://doi.org/10.22435/vektorp.v15i2.4812