Distribusi Vektor Filariasis Paska Transmission Assesment Survey Pertama (TAS-1) di Kabupaten Donggala

  • Made Agus Nurjana
  • junus widjaja
  • yuyun srikandi
  • Risti Risti
Keywords: Vektor, Filariasis, Transmission Assesmet Survey (TAS)

Abstract

ABSTRACT

 

First Transmission Assessment Survey (TAS-1) has been carried out successfully in Donggala District. The success was supported by epidemiological aspects, including data on the presence of vectors and the environment that is potential as a breeding places  for mosquitoes. In order for Donggala District to achieve filariasis elimination formally, it is important to determine  the existence of vectors and  itspotential environment  so as to continuously   control them  instead of  other epidemiological interventions.

A cross-sectional study was conducted to determine the presence of post-TAS-1 vector in Donggala District Activities include mosquito surveys and environmental surveys in two selected locations, namely Kelurahan Kabonga Kecil, Kecamatan Banawa and Sabang Village, Kecamatan Dampelas Donggala District.

The results showed that 2,978 mosquitoes were caught from the genera Mansonia, Culex, Aedes, Anopheles, Armigeres, Uranotaenia, Coquilettidia and Aedomvia, the results of PCR examination showed  mosquitoes were negative Brugia malayi. The mosquitoes” habitats were  tree holes, ponds, rice fields, used goods, post -mining excavations, rivers, waterways, puddles, swamps, ponds, dug holes, springs, boats, water reservoirs, used tires, wells, coconut  shells, and used cans.

Monitoring and evaluation of program implementation by the local government, including routine vectors and environmental monitoring, must be continued as to maintain  the elimination status of filariasis in Donggala District.

ABSTRAK

Transmission Assessment Survey pertama (TAS-1) telah dilakukan di Kabupaten Donggala dan dinyatakan lulus. Keberhasilan didukung oleh aspek epidemiologi di antaranya adalah data keberadaan vektor dan lingkungan yang potensial sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk. Agar Kabupaten Donggala mencapai eliminasi filariasis maka  keberadaan vektor dan lingkungan yang potensial dapat dikendalian disamping intervensi terhadap aspek  epidemiologi lainnya.

Studi potong-lintang  dilakukan untuk mengetahui keberadaan vektor paska TAS-1 di Kabupaten Donggala. Kegiatan meliputi survei nyamuk dan survei lingkungan di dua lokasi terpilih yaitu Kelurahan kabonga Kecil, Kec. Banawa dan Desa Sabang, Kec. Dampelas Kabupaten Donggala.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nyamuk tertangkap sebanyak 2.978 ekor dari genus Mansonia, Culex, Aedes, Anopheles, Armigeres, Uranotaenia, Coquilettidia dan Aedomvia, hasil pemeriksaan PCR menunjukkan nyamuk negatif Brugia malayi. Lingkungan  habitat nyamuk yaitu: lubang pohon, kolam, sawah, barang bekas, bekas galian tambang, sungai, saluran air, genangan air, rawa, tambak, lubang galian, mata air, perahu, penampungan air, ban bekas, sumur, batok kelapa, dan kaleng bekas. 

Monitoring dan evaluasi pelaksanaan program oleh pemerintah daerah termasuk pemantauan vektor dan lingkungan secara rutin harus terus digalakkan agar status eliminasi filariasis di Kabupaten Donggala dapat dipertahankan.

 

References

World Health Organization. Global Programme to Eliminate Lymphatic Filariasis (A Manual for Elimination Programmes).; 2011.

Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Program Eliminasi Filariasis Di Indonesia. Sub Direktorat Filariasis dan Schistosomiasis, Direktorat P2B2, Ditjen PPM & PLP; 2012.

Pusat Data dan Surveilans Epidemiologi. Filariasis di Indonesia. Bul Jendela Epidemiol. 2010;1:1-8.

Kementerian Kesehatan. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 94/2014 Tentang Penanggulangan Filariasis.; 2015.

Subdit Filariasis dan Kecacingan. Data Endemisitas Filariasis Di Indonesia Sampai Dengan Bulan Juli 2014. Ditjen P2 PL, Kementerian Kesehatan RI; 2014.

Subdit Filariasis dan Kecacingan. Rencana Pre TAS Kabupaten/Kota. Kementerian Kesehatan RI; 2012.

Dinkes Kabupaten Donggala. Laporan Pelaksanaan POPM Filariasis 2012-2015 Kabupaten Donggala.; 2016.

Rahmah N, Taniawati S, Shenoy RK, et al. Specificity and sensitivity of a rapid dipstick test (Brugia Rapid) in the detection of Brugia malayi infection. Trans R Soc Trop Med Hyg. 2001;95(6):601-604. doi:10.1016/S0035-9203(01)90091-4

Noordin R, Aziz RAA, Ravindran B. Homologs of the Brugia malayi diagnostic antigen BmR1 are present in other filarial parasites but induce different humoral immune responses. Filaria J. 2004;3(1):10. doi:10.1186/1475-2883-3-10

Nurjana MA, Anastasia H, Widjaja J, et al. Program Pengendalian Filariasis di Kabupaten Donggala , Sulawesi Tengah. J Vektor Penyakit. 2020;14(2):103-112.

Tangena JA, Thammavong P, Hiscox A, Lindsay SW, Brey PT. The Human-Baited Double Net Trap: An Alternative to Human Landing Catches for Collecting Outdoor Biting Mosquitoes in Lao PDR. PLoS One. Published online 2015:1-8. doi:https://doi.org/10.1371/journal.pone.0138735

Santoso S, Cahyaningrum S. Re-Transmission Assessment Survey Filariasis Pasca Pengobatan Massal di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat Tahun 2016. Balaba J Litbang Pengendali Penyakit Bersumber Binatang Banjarnegara. 2017;13(2):143-152. doi:10.22435/blb.v13i2.263

Ramadhan N, Yulidar Y, Nur A, Hadifah Z, Yasir Y. Gambaran Status Endemisitas Filariasis dan Faktor yang Terkait dengan Transmisi Sesaat Pasca Survei Transmission Assessment Survey (TAS-) 1 di Kabupaten Pidie, Aceh. Media Penelit dan Pengemb Kesehat. 2020;29(4):353-364. doi:10.22435/mpk.v29i4.2099

Uc A, Bm M, Yd M. Comparative assessment of the Vector Competence and transmission of malaria and filariasis in Makurdi, Benue State, Nigeria. Int J Mosq Res. 2016;3(2):55-61.

Maksud M, Chadijah S, Mustafa H, Kurniawan A, Murni M. Keanekaragaman Spesies Nyamuk di Daerah Transmission Assesment Survey (TAS) Filariasis di Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan. Balaba J Litbang Pengendali Penyakit Bersumber Binatang Banjarnegara. 2020;16(1):79-90. doi:10.22435/blb.v16i1.2814

Mutiara H, Anindita. Filariasis : Pencegahan Terkait Faktor Risiko Filariasis : Prevention Related to Risk Factor. Majority. 2016;5(3):1-6. http://jurnal.fkm.unand.ac.id/index.php/jkma/article/view/105/111%0A

Wulandari D, Ginandjar P, Yuliawati S, Udijono A. Systematic Review Distribusi Spasial Vektor Penyakit Filariasis Di Daerah Endemis Filariasis. J Ilm Mahsiswa. 2020;10(4):123-128.

Chadijah S, Nyoman Veridiana N, Jastal. Gambaran Penularan Filariasis Di Provinsi Sulawesi Barat Description of Transmission of Filariasis in West Sulawesi. Bul Penelit Kesehat. 2014;42(2):101-107.

Maksud M, Udin Y, Mustafa H, Risti R. Diversitas Nyamuk di Sekitar Kandang Ternak di Kecamatan Mantikulore Kota Palu. ASPIRATOR - J Vector-borne Dis Stud. 2018;10(2):111-118. doi:10.22435/asp.v10i2.194

Sirivanakarn S. Medical entomology studies - A revision of the subgenus Culex in the Oriental region (Diptera: Culicidae). Contrib Am Entomol Inst. 1976;12(2):1-272.

Juhairiyah J, Hidayat S, Hairani B, Fakhrizal D, Setyaningtyas DE. Keanekaragaman Jenis dan Perilaku Nyamuk pada Daerah Endemis Filariasis di Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan. Balaba J Litbang Pengendali Penyakit Bersumber Binatang Banjarnegara. 2018;14(1):31-42. doi:10.22435/blb.v14i1.296

Bhattacharya S, Basu P, Sajal Bhattacharya C. The Southern House Mosquito, Culex quinquefasciatus: profile of a smart vector. J Entomol Zool Stud JEZS. 2016;73(42):73-81.

Ramadhani T, Wahyudi BF. Keanekaragaman dan Dominasi Nyamuk di Daerah Endemis Filariasis Limfatik , Kota Pekalongan. J Vektor Penyakit. 2015;9(1):1-8.

Portunasari WD, Kusmintarsih ES, Riwidiharso E. Survei Nyamuk Culex spp. sebagai Vektor Filariasis di Desa Cisayong, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Biosfera. 2017;33(3):142. doi:10.20884/1.mib.2016.33.3.361

Published
2022-01-07
How to Cite
Nurjana, M., widjaja, junus, srikandi, yuyun, & Risti, R. (2022). Distribusi Vektor Filariasis Paska Transmission Assesment Survey Pertama (TAS-1) di Kabupaten Donggala. Jurnal Vektor Penyakit, 15(2), 113-120. https://doi.org/10.22435/vektorp.v15i2.5302

Most read articles by the same author(s)