Penggunaan Temephos di Rumah Tangga dan Pengaruhnya terhadap Kepadatan Jentik Aedes sp di Kelurahan Balaroa, Kota Palu

The Use of Temephos in Household and Its Effect Density of The Aedes sp Larvae in The Balaroa Lower District , Palu City

  • Ade Kurniawan Balai Litbang Kesehatan Donggala, Badan Litbangkes, Kementerian Kesehatan RI
  • MADE AGUS NURJANA BALAI LITBANGKES DONGGALA
  • YUYUN SRIKANDI
Keywords: Aedes Sp, Temephos, Larvae density

Abstract

Abstract

Cases of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) have increased from year to year which has become a health problem in Indonesia. DHF vector control using chemicals, especially temephos, is still popular in the community compared to other controls and has received attention from most program managers because it is still effective in killing larvae of Aedes sp. The purpose of this study was to explore the use of temephos in the household and its relationship with the larva density of larvae of Aedes sp in the Balaroa village of Palu City with a cross sectional design Data collection was done by larva survey and interview using a structured questionnaire. The results of a study of 200 homes surveyed showed that households that used temephos were very few (19.5%), 97.4% of them used temephos correctly. Households that use temephos correctly, 65.8% of larvae densities are low, while 34.2% are still found to be high with the most use by housewives. Households in Balaroa Village use very little money to control dengue mosquitoes. It is necessary to increase the use of abate in the household through the dissemination of information about functions, and the practice of using temephos to the community, especially to housewives and improve the distribution system of temephos through posyandu activities or other activities.

Abstrak

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) meningkat dari tahun ke tahun sehingga menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Pengendalian vektor DBD menggunakan bahan kimia terutama temephos masih popular di masyarakat dibanding dengan pengendalian lain dan mendapat perhatian oleh sebagian besar pengelolah program karena masih efektif membunuh jentik Aedes sp. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplor penggunaan temephos di rumah tangga dan hubungannya dengan kepadatan jentik Aedes spdi kelurahan Balaroa Kota Palu dengan desain cross sectional Pengumpulan data dilakukan dengan survei jentik dan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil penelitian dari 200 rumah yang disurvei menunjukkan bahwa rumah tangga yang menggunakan temephos sangat sedikit (19,5%), 97,4% diantaranya menggunakan temephos dengan benar. Rumah tangga yang menggunakan temephos dengan benar, 65,8% angka kepadatan jentiknya rendah, sedangkan  34,2% masih ditemukan tinggi dengan penggunaan paling banyak oleh ibu rumah tangga. Rumah tangga di Kelurahan Balaroa sangat sedikit menggunakan temepos untuk mengendalikan nyamuk DBD. Perlu peningkatan penggunaan abate di rumah tangga melalui penyebarluasan informasi mengenai fungsi, dan praktik penggunaan temephos kepada masyarakat terutama pada ibu rumah tangga dan memperbaiki system distribusi temephos melalui kegiatan posyandu ataupun kegiatan lainnya.

 

References

Kementerian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2015. doi:351.077 Ind

Dinas Kesehatan Kota Palu. Profil Kesehatan Kota Palu Tahun 2016. Palu; 2016.

Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Petunjuk Teknis Pemberantasan Nyamuk Penular Penyakit Demam Berdarah Dengue. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 1992.

Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Modul Pengendalian Demam Berdarah Dengue. Jakarta; 2011.

Fuadzy H, Hodijah DN, Jajang A, et al. Kerentanan Larva Aedes aegypti Terhadap Temefos Di Tiga Kelurahan Endemis Demam Berdarah Dengue Kota Sukabumi.Bul Penelit Kesehat. 2015;43(1):41-46.

Jastal, W Y, M M, et al. Pemetaan Status Kerentanan Aedes Aegypti Terhadap Insektisida Di Indonesia. Palu; 2015.

Rosmini, Garjito TA, Hayani A, Yudith L, Risti. Aplikasi Temephos Dalam Reservoir Air Perusahaan Daerah Air Minum Terhadap Penurunan Indeks Jentik Ae. aegypti di Wilayah Kota Palu. J Ekol Kesehat. 2006;5(1):409-416.

Isgiyanto A. Teknik Pengambilan Sampel Pada Penelitian Non-Eksperimental. Jogjakarta: Mitra Cendikia Press; 2009.

BPS Kota Palu. Kota Palu Dalam Angka. Palu; 2018.

Ditjen P2M & PL. Pedoman Survei Enomologi Demam Berdarah Dengue. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2002.

Milana Salim, Lasbudi P. Ambarita, Yahya, Aprioza Yenni, Yanelza Supranelfy. Efektivitas malathion dalam pengendalian vektor DBD dan uji kerentanan larva Aedes aegypti terhadap temephos di kota Palembang. Bul Penelit Kesehat. 2011;39(1):10-21.

Widjaja Y, Anastasia H, Nurjana MA. Tempat Perkembangbiakan Jentik Aedes aegypti di Kota Palu.J Vektor Penyakit. 2007;1(1):35-39.

Nurjana MA, Wijaya J, Anastasia H, Risti. Preferensi Jentik Aedes aegypti terhadap Jenis Kontainer di Kota Palu. J Vektor Penyakit. 2008;2(1):9-14.

Widjaja J. Keberadaan Kontainer sebagai Faktor Risiko Penularan Demam Berdarah Dengue di Kota Palu , Sulawesi Tengah. Aspirator. 2006;3(2):82-88.

Ni Nyoman Veridiana, Triwibowo AG, Hayani, A, Mujiyanto, Ade Kurniawan, Leonardo TL O. Pengamatan Indeks Jentik dan Tempat Perkembangbiakan Aedes aegypti di Kota Palu. Vektor Penyakit. 2008;2(1):1-7.

Taviv, Yulian; Saikhu, Akhamd; Sitorus H. Pengendalian DBD Melalui Pemanfaatan Pemantau Jentik dan Ikan Cupang di Kota Palembang. Bul Jendela Epidemiol. 2010;38(4):198-207.

Nurjana MA, Kurniawan A. Preferensi Aedes aegypti Meletakkan Telur pada Berbagai Warna Ovitrap di Laboratorium. BALABA. 2017;13(1):37-42.

Raharjo J. Uji Efektivitas Themephos terhadap Larva Aedes aegypti pada Berbagai Sumber Air dan Jenis Bahan Tempat Penampungan Air.Balaba. 2009;5(02):12-16.

Putri A. Hubungan Tempat Perindukan Nyamuk Dan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Dengan Keberadaan Jentik Ae. Aegypti Di Kelurahan Benda Baru Kota Tanggerang Selatan. Tanggerang Selatan; 2015. https://www.google.com/search?client, Diakses 29 Agustus 2018.

Faradillah Desniawati. Pelaksanaan 3M plus Terhadap Keberadaan Larva Aedes Aegypti Di Wilayah Kerja Puskesmas Ciputat Kota Tangerang Selatan Bulan Mei-Juni Tahun 2014. Jakarta; 2014.

Tamza RSD. Hubungan Faktor Lingkungan dan Perilaku dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kelurahan Perumnas Way Halim Kota Bandar LAmpung.J Kesehat Masy. 2013;2(2):31.

Respati YK, Keman S. Perilaku 3M, Abatisasi dan Keberadaan Jenis Aedes aegypti Hubungannya Dengan Kejadian DBD. J Kesehat Lingkung. 2007;3(2):107-118.

Nitami M, Budiutami ST. Determinan pemberantasan sarang nyamuk Dengue pada rumah tangga di Bogor tahun 2016.Ber Kedokt Masy. 2016;32(6):189-194.

Artha AF, Martini, Hestiningsih R. Perbedaan kerentanan larva Ae. aegypti daerah endemis tinggi dan endemis rendah Demam Berdarah Dengue terhadap Larvasida ABATE 1 SG (Temephos 1%). J Kesehat Masy. 2012;1:2,3.

Samarang, Srikandi Y, Rahma S, Sutrisna. Tingkat Kematian Larva Aedes aegypti dan Aedes albopictus terhadap Penggunaan Abate dengan Metode Berbeda. J Vektor Penyakit. 2012;6(1):26-33.

Yanti S AO, Boewono DT, Hestiningsih R. Status resistensi vektor Demam Berdarah Dengue (Aedes aegypti) di Kecamatan Siderejo Kota Salatiga terhadap temephos (Organofosfat). Vektora. 2012;4(1):9-21.

http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/vk/article/view/3495.

Prasetyowati H, Hendri J, Wahono T. Status Resistensi Aedes aegypti (Linn.) terhadap Organofosfat di Tiga Kotamadya DKI Jakarta. Balaba. 2016;12(1):23-30. http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/blb/article/viewFile/4454/4359.

Istiana, Heriyani F, Isnaini. Status kerentanan larva Aedes aegypti terhadap temefos di Banjarmasin Barat. J Buski. 2012;4(2):53-58. http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/buski/article/view/2916/2101.

Salamun. Studi komparatif efek residual Bacillus thuringiensis H-14 dan Bacillus sphaericus H-5a5b terhadap larva Aedes aegypti pada beberapa tipe tempat penampungan air.Bul Penelit Kesehat. 1995;Vol. 23.

Pujiyanti A, Triratnawati A. Pengetahuan dan Pengalaman Ibu Rumah Tangga Atas Nyamuk Demam Berdarah Dengue. Makara Kesehat. 2011;15(1):6-14.

Pujiyanti, Aryani dan Trapsilowati W. Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Ibu Rumah Tangga Dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Kutowinangun, Salatiga.J Vektora. 2010;II:102-115.

Dewi DAL. Peran Ibu Rumah Tangga Dalam Perekonomian Keluarga Studi Kasus di Desa Gunem Kabupaten Rembang. Bul Bisnis dan Manaj. 2015;01(01):38-45.

Masturoh I, Wn R, Dinata A, Yusmiadji D. Efektifitas Pemberdayaan Kelompok Ibu Rumah Tangga Dalam Peningkatan Pengetahuan , Sikap Dan Praktek Pemberantasan Demam Berdarah Dengue Di Kelurahan Adiarsa Barat Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat Effectiveness of Housewives Empowerment to Increase. Aspirator. 2009;Vol 1 No.:22-27.

Published
2019-06-17
How to Cite
Kurniawan, A., NURJANA, M., & SRIKANDI, Y. (2019). Penggunaan Temephos di Rumah Tangga dan Pengaruhnya terhadap Kepadatan Jentik Aedes sp di Kelurahan Balaroa, Kota Palu. Jurnal Vektor Penyakit, 13(1), 67-76. https://doi.org/10.22435/vektorp.v13i1.993
Section
Articles