EFIKASI Bacillus thuringiensis H-14 ISOLAT SALATIGA SEDIAAN CAIR TERHADAP JENTIK Aedes aegypti DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI SALINITAS AIR

  • Arief Nugroho Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit
  • Rendro Wianto
  • Arum Trias Wardhani
  • Esti Rahardianingtyas
Keywords: Bacillus thuringiensis, cair, efikasi, salinitas, Aedes aegypti

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit tular vektor yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Pengendalian jentik nyamuk vektor menggunakan Bacillus thuringiensis israelensis (Bti H-14) merupakan salah satu biolarvisida alternatif. Akan tetapi, kendala Bti adalah bahwa toksisitas Bti dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah perbedaan konsentrasi salinitas air mempengaruhi Bti H-14 isolat Salatiga dalam patogenitasnya terhadap jentik Aedes aegypti. Penelitian ini adalah laboratorium eksperimental dengan rancangan post test only group control design. Penelitian dilakukan dengan membuat Bti H-14 isolat Salatiga sediaan cair, menghitung jumlah sel dan spora serta mengujikan Bti H-14 dengan konsentrasi kadar garam terhadap jentik Aedes aegypti. Hasil penelitian menunjukkan sediaan cair memiliki jumlah sel 2,60 x 107 sel/ml dan jumlah spora 2,42 x 107 sel/ml. Hasil patogenitas menunjukkan air yang diberi garam masih menunjukkan kematian >80% setelah paparan 24 jam walaupun tidak mencapai 100% dibandingkan dengan air tanpa garam. Hal ini menunjukkan perbedaan kadar salinitas air yang diuji tidak berpengaruh pada toksisitas Bacillus thuringiensis H-14 sediaan cair terhadap jentik Aedes aegypti

References

Anggraeni, Y.M., Rahardianingtyas, E. & Wianto, R., 2015. Efikasi Bacillus thuringiensis H-14 isolat Salatiga sediaan bubuk dan cair terhadap Culex quinquefasciatus. Vektora, 7(2), pp.51–56.
Anggraini, T.S. & Cahyati, W.H., 2017. Perkembangan Aedes aegypti pada berbagai pH air dan salinitas air. Higea, 1(3), pp.1–10
Arduino, M.D.B. et al., 2015. Effect of salinity on the behavior of Aedes aegypti populations from the coast and plateau of Southeastern Brazil. Journal Vector Borne Disease, 52(1), pp.79–87.
Ben-Dov, E., 2014. Bacillus thuringiensis subsp. israelensis and its dipteran-specific toxins. Toxins, 6(4), pp.1222–1243
Dambach, P. et al., 2014. Efficacy of Bacillus thuringiensis var. israelensis against malaria mosquitoes in Northwestern Burkina Faso. Parasites & Vectors, 7(371), pp.1–8.
Dylo, P., Martin, C. & Mhango, C., 2014. Efficacy of Bacillus thuringiensis var. israelensis (Bti) on Culex and Anopheline mosquito larvae in Zomba. malawi journal of science and technology, 10(1), pp.40–52.
Farahiyah, M., Nurjazuli & Setiani, O., 2014. Analisis spasial faktor lingkungan dan kejadian DBD di Kabupaten Demak. Buletin Penelitian Kesehatan, 42(1), pp.25–36.
Finney, D., 1971. Probit analysis 3 ed., London: Cambridge University press
Greif, M.M., 2014. Field study on the efficacy of Bacillus thuringiensis israelensis tablets on the larvae of Aedes aegypti in Buhisan, Cebu City, Philippines. Journal of Higher Education, 8, pp.152–161
Jude, P.J. et al., 2012. Salinity-tolerant larvae of mosquito vectors in the tropical coast of Jaffna, Sri Lanka and the effect of salinity on the toxicity of Bacillus thuringiensis to Aedes aegypti larvae. Parasites & Vectors, 5(269), pp.1–8.
Koraag, M.E., Anastasia, H. & Isnawati, R., 2016. Efikasi ekstrak daun dan bunga Kecombrang (Etlingera elatior) terhadap Larva Aedes aegypti. Aspirator, 8(2), pp.63–68.
Luo, J. et al., 2018. Effect of NaCl-stressed Bacillus thuringiensis (Bt) cotton on the feeding behaviors and nutritional parameters of Helicoverpa armigera. PLoS ONE, September, pp.1–12
Mallick, S., Banerjee, R. & Chandra, G., 2015. Mosquito larvicidal potential of ethanol leaf extract of the plant, Annona reticulata L. against Aedes aegypti L. and Culex quinquefasciatus Say (Diptera : Culicidae). Journal of mosquito research, 5(19), pp.1–7.
Palma, L. et al., 2014. Bacillus thuringiensis Toxins: An overview of their biocidal activity. Toxins, 6(12), pp.3296–3325
Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, 2018. Data dan informasi Profil Kesehatan Indonesia 2017
Ramasamy, R. et al., 2014. Biological differences between brackish and fresh water-derived Aedes aegypti from two locations in the Jaffna Peninsula of Sri Lanka and the implications for arboviral disease transmission. PLoS ONE, 9(8), pp.1–10.
Reynolds, J., 2011. Counting bacteria, pp.1–9.
Valicente, F.H. et al., 2010. Production of Bacillus thuringiensis biopesticide using commercial lab medium and agricultural by-products as nutrient sources. Revista Brasileira de Milho e Sorgo, 9(1), pp.1–11.
Yunus, R. & Satoto, T.B.T., 2017. Efikasi Bacillus thuringiensis israelensis yang ditumbuhkan pada media air cucian beras mekongga terhadap larva Aedes aegypti strain Kendari. Vektora, 9(1), pp.9–16.
Published
2019-09-25