PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PENURUNAN KEPADATAN TIKUS DI SUMURBOTO, KECAMATAN BANYUMANIK, SEMARANG

  • Martini Martini
  • Sri Yuliawati
  • Retno Hestiningsih
  • Nissa Kusariana
  • Sudjut Haryanto
Keywords: educational intervention, leptospirosis, Rattus norvegicus, Semarang

Abstract

Semarang, the capital city of Central Java Province, is one of the endemic areas in Indonesia with increasing case fatality rate in the last three years. Accordingly, the educational intervention is fundamentally requested. The aim of the study was to evaluate the influence of health education intervention on  the community knowledge improvement and its implication for reducing the rat populations. The study was performed using field experiment with pretest and post test designs. A total of 55 cadres and housewives joining on the various education program at Sumurboto Village, Banyumanik Sub district, Semarang was used as research subjects. The health education interventions introduced in the study were counselling and mentoring. ,Data were analyzed using paired t-test. The results revealed that the knowledge of the subject research significantly increased and the rat populations significantly decreased after being given the educational intervention. The rat species identified in Sumurboto Village were Rattus norvegicus, R. tanezumi, R. exulans and Suncus murinus. The knowledge score before and after the intervention was 80.87 and 88.83 respectively. Meanwhile, the rat populations measured by trap success method reduced from 8% to 6% after the intervention. Nevertheless, the rat population in Sumurboto Village is considerably relative high indicating that the village possessed a high risk on leptospirosis attack. It is strongly suggested that the health education intervention in the community should be regularly maintained in order to accelerate the knowledge of leptospirosis and reduce the rat populations. 

 

References

Anies, A., Hadisaputro, S., Sakundarno, M., & Suhartono, S. (2009). Lingkungan dan Perilaku pada Kejadian Leptospirosis. Media Medika Indonesia, 43(6), 306–311.
Arbiol J, Borja M, Yabe M, Nomura H, G. N. dan Y. S. (2013). Valuing Human LeptospirosisPrevention Using the Opportunity Cost of Labor. International Journal of Environmental Research and Public Health, 10, 1845–1860.
Arumsari, W., Sutiningsih, D., & Hestiningsih, R. (2012). Analisis Faktor Lingkungan Abiotik yang Mempengaruhi Keberadaan Leptospirosis pada Tikus di Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(2), 514–524.
Auliya, R. (2014). Hubungan Antara Strata PHBS Tatanan Rumah tangga dan Sanitasi Rumah Dengan Kejadian Leptospirosis. Unnes Journal of Public Health Http://Journal.Unnes.Ac.Id/Sju/Index.Php/Ujph HUBUNGAN, 3(3), 1–10.
Costa, F., Hagan, J. E., Calcagno, J., Kane, M., Torgerson, P., Martinez-Silveira, M. S., … Ko, A. I. (2015). Global Morbidity and Mortality of Leptospirosis: A Systematic Review. PLoS Negl Trop Dis, 9(9), e0003898.
Dainanty, N. R. (2012). Hubungan antara Faktor Lingkungan Fisik Rumah dan Keberadaan Tikus dengan Kejadian Leptospirosis di Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(2), 1018–1028.
Dinkes-Semarang. (2017). Profil Kesehatan Kota semarang 2017. Kota Semarang.
Fuadi, F. ilham. (2016). Hubungan antara pengetahuan dengan sikap masyarakat dalam mencegah leptospirosis di Desa Pabelan Kecamatan Kartasura. In Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
IIlahi, A. N., & Fibriana, A. I. (2015). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Pencegahan Penyakit Leptospirosis (Studi Kasus di Kelurahan Tandang Kecamatan Tembalang Kota Semarang). Unnes Journal of Public Health, 4(4), 126–135.
Irawati, J., Fibriana, A. I., & Wahyono, B. (2015). Efektivitas Pemasangan Berbagai Model Perangkap Tikus terhadap Keberhasilan Penangkapan Tikus di Kelurahan Bangetyu Kulon Kecamatan Genuk Kota Semarang Tahun 2014. Unnes Journal of Public Health, 2(3), 67–75.
Isnani, T. (2008). Tikus Rumah. BALABA, 6(1), 20.
Ivakdalam, L. M. (2014). Uji Keefektifan Enam Jenis Perangkap dalam Pengendalian Tikus Sawah (Rattus Argentiventer). Jurnal Agribisnis Kepulauan, 2(2), 38–46.
Kemenkes-RI. (2018). Profile Kesehatan Indonesia Tahun 2017. Ministry of Health Indonesia. https://doi.org/10.1002/qj
Lestari, E., Kesuma, A. P., & Djati, A. P. (2017). Studi Kasus Leptospirosis di Kecamatan Mijen Kabupaten Demak. Medsains, 3(1), 23–28.
Ningsih, S. W., Adi, M. S., & Saraswati, L. D. (2019). Systematic Review Metode Intervensi Pengetahuan Masyarakat dalam Pengendalian Kasus Leptospirosis di Wilayah Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1), 2356–3346.
Okatini, M., Purwana, R., & Djaja, I. M. (2007). Hubungan Faktor Lingkungan dan Karakteristik Individu terhadap Kejadian Penyakit Leptospirosis di Jakarta, 2003-2005. Makara Kesehatan, 11(1), 17–24.
Rejeki, D. S. S., Nurlaela, S., & Octaviana, D. (2015). Pendidikan kesehatan dan penerapan alat pelindung diri dalam upaya pencegahan leptospirosis di Desa Selandaka, Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas. Jurnal Kesmas Indonesia, 7(2), 118–131.
Samekto, M., Hadisaputro, S., Adi, M. S., Suhartono, S., & Widjanarko, B. (2019). Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Kejadian Leptospirosis (Studi Kasus Kontrol di Kabupaten Pati). Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 4(1), 27–34. https://doi.org/10.14710/jekk.v4i1.4427
Setiyani, E., Martini, M., & Dian Saraswati, L. (2018). The Presence Of Rat And House Sanitation Associated With Leptospira sp. Bacterial Infection In Rats (A Cross Sectional Study In Semarang, Central Java Province, Indonesia). E3S Web of Conferences, 31, 06008. https://doi.org/10.1051/e3sconf/20183106008
Suhertusi, B., Desmiwarti, & Nurjasmi, E. (2015). Pengaruh Media Promosi Kesehatan tentang ASI Eksklusif terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Begalung Padang Tahun 2014. Jurnal Kesehatan Andalas, 4(1), 17–22.
Supraptono, B., Sumiarto, B., & Pramono, D. (2011). Interaksi 13 Faktor Risiko Leptospirosis. Berita Kedokteran Masyarakat, 27(2), 55–65.
Suratman, S. (2008). Analisis Faktor Risiko Lingkungan dan Perilaku yang Berpengaruh terhadap Kejadian Leptospirosis Berat di Kota Semarang (Studi Kasus Leptospirosis yang Dirawat di Rumah Sakit Dr. Kariadi Semarang). Jurnal Media Kesehatan Masyarakat, 7(2), 54–59.
WHO. (2003). Human Leptospirosis : Guidance for Diagnosis, Surveillance and Control. Geneva: WHO.
Widoyono. (2008). Penyakit Tropis: Epidemiologi, Penularan, Pencegahan dan Pemberantasannya. Jakarta: Erlangga.
Wijayanti, T., Isnani, T., & Kesuma, A. P. (2016). Pengaruh Penyuluhan (Ceramah dengan Power Point) terhadap Pengetahuan tentang Leptospirosis di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang Jawa Tengah. BALABA, 12(1), 39–46.
Yunianto, B., & Ramadhani, T. (2008). Kajian Epidemiologi Kejadian Leptospirosis Di Kota Semarang dan Kabupaten Demak Tahun 2008. BALABA, 6(01), 7–11.
Published
2019-06-30
How to Cite
Martini, M., Yuliawati, S., Hestiningsih, R., Kusariana, N., & Haryanto, S. (2019). PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PENURUNAN KEPADATAN TIKUS DI SUMURBOTO, KECAMATAN BANYUMANIK, SEMARANG. Vektora : Jurnal Vektor Dan Reservoir Penyakit, 11(1), 47-52. https://doi.org/10.22435/vk.v11i1.1407