Implementasi Program Pengendalian Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah Tahun 2014 (Studi Kasus di Puskesmas Wani dan Puskesmas Labuan)

  • Aryani Pujiyanti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit Salatiga, Jalan Hasanudin No.123, Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Indonesia
  • Anggi Septia Irawan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit Salatiga, Jalan Hasanudin No.123, Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Indonesia
  • Wiwik Trapsilowati Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit Salatiga, Jalan Hasanudin No.123, Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Indonesia
  • Diana Andriyani Pratamawati Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit Salatiga, Jalan Hasanudin No.123, Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Indonesia https://orcid.org/0000-0003-1086-573X
  • Ayun Sriatmi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Jalan Profesor Soedarto, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Keywords: implementation, program control, Dengue Hemorrhagic Fever, Donggala

Abstract

The Donggala District Government has made efforts to control Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), however based on the number of cases, and free larvae rates, DHF is still a public health threat in this area. The study aimed to evaluate the implementation of DHF control program in Donggala Regency. This was an evaluative descriptive qualitative research with a case study design. Research location in Donggala Regency, Central Sulawesi Province. Data was collected from September to October 2014 using a purposive sampling technique. Data validity carried out by source triangulation while data analysis was conducted by manually using content analysis. The informants were 10 persons from DHF control program staffs. Data was collected using in-depth interviews and document studies. The results showed that the budjet allocation on implementation of the DHF control program was lower than other infectious diseases. Cross-program collaboration has been carried out properly, however It is required more cross-sector collaboration for mosquito control program activities. From the output of program, the incidence rate (IR) of Donggala Regency was lower than IR of Central Sulawesi Province. Both Primary Health Care with low and high cases turn to have free larva index below 95% and those values tend to decrease in 2011-2012. Donggala District Health Office should increase the health promotion of DHF control through cross-sector collaboration and community to seek more awareness to the risks of transmission and improve dengue prevention.

References

1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia 2018 [Internet]. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2019. 207 p. Available from: http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/Data-dan-Informasi_Profil-Kesehatan-Indonesia-2018.pdf.

2. Trapsilowati W, Anggraeni YM, Prihatin MT, Pujiyanti A, Garjito TA. Indikator entomologi dan risiko penularan demam berdarah dengue (DBD) di Pulau Jawa, Indonesia. Vektora. 2019;11(2):79–86.

3. Ferreira-De-Lima VH, Lima-Camara TN. Natural vertical transmission of dengue virus in Aedes aegypti and Aedes albopictus: a systematic review. Parasites and Vectors. 2018;11(1):1–8.

4. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Pedoman pengendalian demam berdarah dengue di Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2015.

5. Sukesi TW, Baskoro T, Satoto T, Wijayanti MA, Padmawati S. Pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian demam berdarah dengue (literatur review). J Vektor Penyakit. 2018;12(2):67–76.

6. Faizah A, Suryawati C, Fatmasari EY. Evaluasi pelaksanaan program pengendalian penyakit demam berdarah dengue (P2DBD) di Puskesmas Mojosongo Kabupaten Boyolali Tahun 2018. J Kesehat Masy. 2018;6(5):13–25.

7. Ramadhani F, Yudhastuti R, Widati S. Pelaksanaan PSN 3M Plus untuk pencegahan demam berdarah dengue (studi kasus masyarakat Desa Kamal). Gorontalo J Public Heal. 2019;2(2):139.

8. Sulaeman ES, Murti B. Aplikasi model PRECEDE-PROCEED pada perencanaan program pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan berbasis penilaian kebutuhan kesehatan masyarakat. J Kedokt Yars [Internet]. 2015;23(3):149–64. Available from: http://academicjournal.yarsi.ac.id/ojs-2.4.6/index.php/jurnal-fk-yarsi/article/view/230/166.

9. Pusat data dan informasi Kementerian Kesehatan RI. Situasi demam berdarah dengue di Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2016.

10. Maksud M, Udin Y, Mustafa H. Survei jentik DBD di tempat-tempat umum (TTU) di Kecamatan Tanantovea , Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. J Vektor Penyakit. 2015;9(1):9–14.

11. Anastasia H. Factors that have caused dengue hemorrhagic fever (DHF) to become a public health problem in Indonesia and effective DHF Control. J Vektor Penyakit. 2012;6(2):29–34.

12. Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala. Profil kesehatan Kabupaten Donggala Tahun 2014. Donggala: Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala; 2015.

13. Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala. Profil kesehatan Kabupaten Donggala Tahun 2017. Donggala: Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala; 2018. 1–295 p.

14. Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala. Laporan kasus DBD tahun 2015-2019 Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala. Donggala: Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala; 2019.

15. Dumais MMY, Umboh JML, Lapian SHLPJ. Implementasi upaya pengendalian demam berdarah dengue ditinjau dari aspek penganggaran pada Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara. Community Health (Bristol). 2016;1(1):65–87.

16. Denford S, Lakshman R, Callaghan M, Abraham C. Improving public health evaluation: a qualitative investigation of practitioners’ needs. BMC Public Health [Internet]. 2018;18(190):1–7. Available from: https://bmcpublichealth.biomedcentral.com/track/pdf/10.1186/s12889-018-5075-8?site=bmcpublichealth.biomedcentral.com.

17. Palinkas LA, Horwitz SM, Green CA, Wisdom JP, Duan N, Hoagwood K. Purposeful sampling for qualitative data collection and analysis in mixed method implementation research. Adm Policy Ment Heal Ment Heal Serv Res. 2015;42(5):533–44.

18. Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala. Laporan data kasus DBD Kabupaten Donggala tahun 2011-2013. Donggala: Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala; 2014.

19. Erlingsson C, Brysiewicz P. A hands-on guide to doing content analysis. African J Emerg Med [Internet]. 2017;7(3):93–9. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.afjem.2017.08.001.

20. Graneheim UH, Lindgren BM, Lundman B. Methodological challenges in qualitative content analysis: a discussion paper. Nurse Educ Today [Internet]. 2017;56(June):29–34. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.nedt.2017.06.002.

21. Natow RS. The use of triangulation in qualitative studies employing elite interviews. Qual Res. 2019;20(2):160–73.

22. Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala. Profil Kesehatan Kabupaten Donggala Tahun 2011. Donggala; 2012.

23. Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala. Profil Kesehatan Kabupaten Donggala 2012. Donggala; 2013.

24. Susianti N. Government strategy in the eradication of dengue hemorrhagic fever (DHF) in Jambi City. J Bina Praja. 2017;9(2):243–53.

25. Nufara E, Mukti AG, Baskoro T, Mail TS. Financing of dengue hemorrhagic fever control program in Banda Aceh City. J Medicoeticolegal dan Manaj Rumah Sakit. 2018;7:22–32.

26. Zaputri R, Sakka A, Paridah. Evaluasi program penanggulangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Puskesmas Puuwatu Kota Kendari tahun 2016. Jimkesmas. 2017;2(6):1–14.

27. Yahya E, Lapau B, Dewi O. Fungsi manajemen untuk surveilans demam berdarah dengue (DBD) di Puskesmas Bangkinang Kota Kabupaten Kampar thun 2017. J Doppler Univ pahlawan Tuanku Tambusai. 2017;1(2):1–9.

28. Saragih ID, Falefi R, Pohan DJ, Elliandy SRH. Analisis indikator masukan program pemberantasan demam berdarah dengue di Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Sci Period Public Heal Coast Heal [Internet]. 2019;1(1):32–41. Available from: http://www.jurnal.uinsu.ac.id/index.php/contagion/article/view/4821.

29. Asri, Nuntaboot K. We Need A Bigger Bomb: A community attempt on fighting dengue fever in a suburban Surabaya, Indonesia. In: Proceeding ICMHS 2016. 2016. p. 246–9.

30. Kusumo RA, Setiani O, Budiyono. Evaluasi program pengendalian penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Semarang 2011. J Kesehat Lingkung Indones. 2014;13(1):26–9.

31. Listyorini PI. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pemberantasan sarang nyamuk (PSN) pada masyarakat Karangjati Kabupaten Blora. Infokes. 2016;6(1):6–15.

32. Saputra M, Oktaviannoor H. One health approach to dengue haemorrhagic fever control in indonesia: a systematic review. KnE Life Sci [Internet]. 2018;4(1):201. Available from: https://knepublishing.com/index.php/Kne-Life/article/view/1382.

33. Tesha Pertiwi, Nurmaini, Etti Sudaryati. The relationship between the role of health workers and community leaders with the occurrence of dengue hemorrhagic fever. Britain Int Exact Sci J. 2020;2(1):179–85.

34. Crystandy M, Simanjorang A. Faktor yang memengaruhi tenaga kesehatan dalam upaya pencegahan demam berdarah dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Tanah Tinggi Binjai. J Kesehat Glob. 2018;1(1):1–7.

35. Wahidin W, Mansyur M, Herman R. Analysis of related factors with the activity of the larva monitoring officer in disease control efforts dengue hemorrhagic fever in Tangerang District. J Ultim Public Heal. 2018;2(2):102–8.

36. Reyes-Castro PA, Castro-Luque L, Díaz-Caravantes R, Walker KR, Hayden MH, Ernst KC. Outdoor spatial spraying against dengue: a false sense of security among inhabitants of Hermosillo, Mexico. PLoS Negl Trop Dis. 2017;11(5):1–16.

37. Ikawati B. Aspek kekinian tentang penelitian demam berdarah dengue di Pulau Jawa dan sekitarnya. BALABA. 2018;14(1):85–94.

38. Trapsilowati W, Mardihusodo SJ, Prabandari YS, Mardikanto T. Partisipasi masyarakat dalam pengendalian vektor demam berdarah dengue di Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah. Vektora. 2015;7(1):15–22.

39. Dwilestari N, Saraswati LD, Hestiningsih R. Perbedaan perilaku pencegahan DBD dan kepadatan vektor pada kelompok post dan tanpa intervensi komunikasi perubahan perilaku (KPP). J Kesehat Masy. 2017;5(4):431–44.

40. Mitchell-Foster K, Ayala EB, Breilh J, Spiegel J, Wilches AA, Leon TO, et al. Integrating participatory community mobilization processes to improve dengue prevention: an eco-bio-social scaling up of local success in Machala, Ecuador. Trans R Soc Trop Med Hyg. 2014;109(2):126–33.

41. Cahyo AN, Satus A, Wibowo H. Gambaran pelaksanaan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dengan 3M dalam pencegahan penyakit DBD (demam berdarah dengue) oleh keluarga. J Ilmu Keperawatan. 2015;1(1):6–12.

42. Rezania N, Woro Kasmini Handayani O. Hubungan karakteristik individu dengan praktik kader jumantik dalam PSN DBD di Kelurahan Sampangan Kota Semarang. UJPH Unnes J Public Heal [Internet]. 2015;4(1):31–8. Available from: http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujph.

43. Kamila N, Nadjib M. Analisis Pembiayaan program promotif dan preventif pemberantasan demam berdarah dengue (DBD) bersumber pemerintah di Kota Semarang Tahun 2013-2015. J Ekon Kesehat Indones. 2015;2(1):10–6.

44. Miryanti K, Budi IS, Ainy A. Partisipasi kader jumantik dalam upaya meningkatkan angka bebas jentik (ABJ) di Puskesmas Talang Betutu. J Ilmu Kesehat Masy. 2016;7(November):168–73.

45. Kristianto H. Peduli desaku "sebagai langkah dasar untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap demam berdarah dengue. J Ilm Kesehat Rustida. 2016;3(1):318–23.

46. World Health Organization. Dengue and severe dengue [Internet]. WHO Fact Sheet. 2014. Available from: www.who.int/mediacentre/factsheets/fs117/en/index.html.

47. Fakhriadi R, Asnawati A. Analisis perbedaan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberadaan jentik Aedes aegypti di Kelurahan endemis dan Kelurahan Sporadis Kota Banjarbaru. J Heal Epidemiol Commun Dis. 2018;4(1):31–6.
Published
2020-06-30
How to Cite
1.
Pujiyanti A, Irawan A, Trapsilowati W, Pratamawati D, Sriatmi A. Implementasi Program Pengendalian Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah Tahun 2014 (Studi Kasus di Puskesmas Wani dan Puskesmas Labuan). blb [Internet]. 30Jun.2020 [cited 27Oct.2020];16(1):91-04. Available from: http://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/blb/article/view/2309
Section
Articles