HUBUNGAN FUNGSI KOGNITIF TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI HIPERTENSI PADA PASIEN LANJUT USIA DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT BLUD MEURAXA KOTA BANDA ACEH

  • Yenny Fitrika
  • Kiki Yudi Saputra
  • Masyitah Munarti
Keywords: Fugsi Kognitif, Kepatuhan Minum Obat, Obat Anti Hipertensi, Pasien Lanjut Usia

Abstract

Pada tahun 2010 jumlah penduduk usia lanjut di Indonesia sebesar 24 juta jiwa atau 9.77% dari total jumlah penduduk. Menurut JNC (Joint National Committee) VII tahun 2003, hipertensi ditemukan sebanyak 60-70% pada populasi berusia di atas 65 tahun. Lanjut Usia yang berumur di atas 80 tahun sering mengalami hipertensi persisten, dengan tekanan sistolik menetap di atas 160 mmHg. Jenis hipertensi yang khas sering ditemukan pada lanjut usia adalah isolated systolic hypertension (ISH), di mana tekanan sistoliknya saja yang tinggi (di atas140 mmHg), namun tekanan diastolik tetap normal (di bawah 90 mmHg). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fungsi kognitif terhadap kepatuhan minum obat anti hipertensi pada pasien lanjut usia di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit BLUD Meuraxa Kota Banda Aceh Tahun 2017. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional studyyang dilaksanakan pada bulan Februari s/d Juni 2017. Respondennya adalah 94 responden dengan kriteria  umur diatas 60 tahun yang diperoleh secara proporsional sampling dengan menggunakan kuesioner yang telah dirancang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi kognitif pada pasien lanjut usia berada pada kategori tidak terdapat kelainan kognitif berjumlah 52 responden (55,3%), kepatuhan minum obat anti hipertensi pada pasien lanjut usia berada pada kategori baik berjumlah 56 responden (59,6%). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara fungsi kognitif terhadap kepatuhan minum obat anti hipertensi pada pasien lanjut usia di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit BLUD Meuraxa Kota Banda Aceh Tahun 2017, diperoleh nilai p-value 0,002 < 0.05.

References

Kemenkes. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2011. Jakarta: Kemenkes RI; 2012.
2. Bandiyah S. Lanjut Usia Dan Keperawatan Gerontik. Yogyakarta: Nuha Medika; 2009.
3. Mansjoer A. Kapita Selekta Kedokteran. 3rd ed. Media Aeuscalapius; 2010.
4. Suddarth B&. Buku Ajar Medikal Bedah. Jakarta: EGC; 2011.
5. Hairunisa. Hubungan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Dan Diet Dengan Tekanan Darah Terkontrol Pada Penderita Hipertensi Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas I Kecamatan Pontianak Barat. J Pontianak. 2014.
6. WHO. International Socienty of Hypertension Statement on Management of Hypertension.; 2012.
7. Utama SW. Profil hipertensi dan komplikasi pada penderita lanjut usia di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit Gotong Royong Surabaya. 2016.
8. DEPKES. Mencegah Dan Mengontrol Hipertensi Agar Terhindar Dari Kerusakan Organ Jantung, Otak Dan Ginjal. Jakarta; 2007.
9. Sudjana. Metode Statistika. Bandung: Tarsito; 2012.
10. Muzamil, S.M. Hubungan Antara Tingkat Aktivitas Fisik dengan Fungsi Kognitif pada Usila di Kelurahan Jati Kecamatan Padang Timur. J Kesehat Andalas. 2014.
11. Agustia S, Sabrian F, Woferst R, Studi P, Keperawatan I, Riau U. Hubungan gaya hidup dengan fungsi kognitif pada lansia. JOM PSIK. 2014;2(4):1-8.
Published
2018-07-23
How to Cite
1.
Fitrika Y, Saputra K, Munarti M. HUBUNGAN FUNGSI KOGNITIF TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI HIPERTENSI PADA PASIEN LANJUT USIA DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT BLUD MEURAXA KOTA BANDA ACEH. sel [Internet]. 23Jul.2018 [cited 3Jul.2020];5(1):10-8. Available from: http://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/sel/article/view/1475