IDENTIFIKASI KONTAMINASI CACING USUS PADA MAKANAN SIAP SAJI DI KOTA BANDA ACEH

  • Faridah Hanum
  • Nurhayati Nurhayati
Keywords: soil transmitted helmints (STH), sayuran mentah, makanan siap saji

Abstract

Infeksi cacing usus merupakan salah satu masalah kesehatan di daerah tropis, termasuk Aceh. Penyakit ini ditularkan melalui tanah, disebut soil transmitted helmints (STH). Sayuran yang disajikan mentah dapat menjadi agen transmisi telur cacing. Kota Banda Aceh sebagai representasi masyarakat Aceh sekaligus daerah wisata kuliner bagi wisatawan menyediakan banyak sekali menu sayuran sebagai pendamping menu makanan utama. Mulai dari Oen kayee lambai (lalapan khas Aceh) sampai aneka kuliner khas nusantara. Jenis kuliner baru seperti ayam penyet, ayam lepas, pecel lele, tahu goreng dan burger disajikan dengan sayuran mentah. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi kontaminasi STH pada sayuran mentah yang disajikan sebagai pendamping aneka kuliner di Kota Banda Aceh. Jenis penelitian adalah survey dengan pendekatan “Explanatory laboratory research”. Penelitian dilakukan pada bulan April-Oktober 2016. Sampel sebanyak 33 berdasarkan total populasi warung pada titik-titik sentra kuliner di Banda Aceh, yaitu Peunayong, Simpang Surabaya dan Darussalam. Unit analisisnya adalah sayuran mentah, yaitu selada, kubis, kemangi, timun dan tomat. Data primer dikumpulkan melalui identifikasi sumber air dan cara pengelolaan sayuran. Berdasarkan penelitian ditemukan 27.3% sampel positif. Temuan jenis telur STH adalah telur cacing gelang dan cacing cambuk. Untuk itu diperlukan edukasi kemanan pangan dan penelitian lanjutan secara kimiawi pada sayuran yang disajikan bersama makanan siap saji.

References

1. Nugroho, dkk. Identifikasi kontaminasi telur Nematoda usus pada kubis (Brassica oleracea) warung makan lesehan Wonosari Gunung Kidul Yogyakarta. 2010. Jurnal KESMAS Vol. l4, No. 1, Januari 2010, pp. 1-9.
2. Suryani. Hubungan perilaku mencuci dengan kontaminasi telur nematoda usus pada kubis (Brassica oleracea) pedagang pecel lele di Kelurahan Warung Boto Kota Yogyakarta. Jurnal KESMAS Vol. 6, No,2 Juni 2012, pp. 162-232.
3. Purba. Pemeriksaan Escherichia coli dan larva cacing pada sayuran lalapan kemangi (Ocimum basilicum), kol (Brassicaolerace L. Var. Capitata. L), selada (Lactuca sativa L.), terong (Solanum melogena) yang dijual di Pasar Tradisonal, Supermarket dan Restoran di Kota Medan Tahun 2012. http://mutiaralib.webscom/documents/0805052.pdf.
4. Agustina. Cacingan bukan lagi penyakit orang-kampung. 2015. http://www.cnnindonesia.com.
5. Centers for Disease Control and Prevention, Parasites-Soil-Transmitted Helminths (STH). http://www.cdc.gov/parasites/sth/.
6. Verdira. Distribusi frekuensi Soil Transmitted Helminth pada sayuran selada (Lactuca sativa) yang dijual di pasar tradisonal dan pasar modern di Kota Padang. 2014. http//jurnal.fk.unand.ac.id.
7. Chandra, B. Pengantar Kesehatan Lingkungan, Penerbit Buku Kedokteran Jakarta: EGC, 2006.
8. Muhtadi, T.R. Ilmu pengetahuan bahan pangan, Penertbit Alfabeta, Bandung: 2010.
9. Sutio. Modul penuntun praktik parasitologi medik I (Helmintologi). Banda Aceh: Akademi Kesehatan Analis. 2011.
10. Slamet. Kesehatan lingkungan. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. 2004.
11. Suriawiria. Pencemaran makanan dan minuman, Bandung: Penerbit Angkasa. 2005.
12. Suyono, B. Ilmu kesehatan masyarakat dalam konteks kesehatan lingkungan. Jakarta: EGC, 2010.
13. Mulyanto, Ilmu lingkungan, Edisi I, Yogyakarta: Graha Ilmu. 2007.
Published
2017-11-24
How to Cite
1.
Hanum F, Nurhayati N. IDENTIFIKASI KONTAMINASI CACING USUS PADA MAKANAN SIAP SAJI DI KOTA BANDA ACEH. sel [Internet]. 24Nov.2017 [cited 3Jul.2020];4(2):65-2. Available from: http://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/sel/article/view/1461